
Di sebuah sekolah elite terlihat Alexa yang tengah berjalan sendirian menuju toilet, namun di tengah-tengah perjalanan tangan nya tiba-tiba saja di tarik oleh seseorang.
"Assshh." Desis Alexa, karena terkejut dan tubuh nya hampir saja jatuh.
Setibanya di tempat sepi Alexa terkejut karena ternyata yang menarik tangan nya itu adalah Bian, Alexa menatap Bian dengan tatapan dingin.
"Kamu apa-apaan si bi ngagetin tau gak." Ucap Alexa, Bian menatap wajah cantik Alexa dengan intens.
Bian merasa bo*oh karena baru menyadari kemiripan Alexa dengan Alden, pantas saja Alexa dan Alden jarang sekali berada di tempat yang sama.
Mungkin jika mereka sering berdekatan orang-orang di sekolah akan menyadari kemiripan keduanya, Alexa menatap Bian yang menatap nya dengan intens.
"Kenapa? Kenapa kamu ajak aku ke tempat sepi kayak gini?" Ucap Alexa.
"Alexa ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu." Ucap Bian, mendengar itu Alexa langsung ingat dengan perkataan Alden semalam.
Flashback on...
*Semalam Alden datang ke kamar Alexa dan berbincang dengan Alexa, jujur baru kali ini si kembar berbincang dengan serius tanpa berdebat.
"Xa." Panggil Alden.
"Hmmm." Sahut Alexa.
"Bian sudah tahu kalau kita saudaraan." Ucap Alden, Alexa menatap kakak kembarnya.
"Dia mengatakan nya kepada kamu Alden?" Ucap Alexa.
"Hmmm, beberapa hari lalu dia menemui aku dan bertanya tentang itu." Jawab Alden, keduanya duduk berhadapan di sofa kamar Alexa.
"Lalu apa yang kamu katakan kepada Bian untuk menjawab pertanyaan nya?" Ucap Alexa.
"Aku mengatakan yang sebenarnya, aku mengatakan jika kita adik kakak dan aku juga mengatakan jika kamu adalah adik kembar ku." Ucap Alden, Alexa mengangguk ia tidak marah toh ia memiliki Alden yang akan melindungi nya.
"Hmmm, no problem karena memang itu kenyataan nya. Lagi pula sekuat apapun kita menyembunyikan kebenaran semuanya akan tetap terungkap cepat atau lambat." Ucap Alexa, Alden mengangguk dan tersenyum tipis.
"Bian pasti akan berusaha keras agar bisa berbicara dengan kamu xa, katakan yang sebenarnya dan satu lagi lupakan Bian." Ucap Alden, Alexa tertawa kecil mendengar perkataan Alden.
"Aku sudah melupakan nya Alden setelah kejadian itu rasanya semua telah berubah, tidak ada kebahagiaan saat aku menatap nya meski dari kejauhan." Ucap Alexa.
"Cih, lebay." Balas Alden.
"Yaaakk, kau mengataiku lebay." Ucap Alexa.
"Kau memang lebay, jika tidak kenapa kau menyukai Bian sementara banyak lelaki tampan di sekolah." Ucap Alden.
"Cih, itu dulu dan tidak untuk sekarang." Cetus Alexa.
"CK, buktikan jika itu memang benar." Ucap Alden, setelah mengatakan itu Alden pergi keluar dari kamar Alexa.
"Ast*ga menyebalkan sekali dia." Gumam Alexa, namun ia tersenyum karena senang memiliki kakak yang perhatian seperti Alden*.
Flashback off...
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" Ucap Alexa dingin.
"Apakah benar kamu dan Alden saudara kembar? Apakah benar kamu adik kembar Alden?" Ucap Bian, Alexa menaikan sebelah alisnya dan menatap Alden.
"Kamu menanyakan hal yang sama dengan apa yang kamu tanyakan kepada Alden?" Ucap Alexa, Bian mengangguk dan menatap Alexa.
"Hmmm." Balas Bian.
"Bian aku rasa kamu sudah mendapatkan jawaban itu dari Alden, dan aku gak perlu repot-repot untuk menjawab nya lagi." Ucap Alexa.
"Iya Alden adalah saudaraku kakak kembar aku, dan beri tahu Amel untuk berhenti mengganggu aku dan teman-teman ku. Berhenti untuk mengatakan jika aku perebut kekasih orang aku muak mendengar nya, bahkan aku muak melihat wajah Amel dan juga wajahmu." Ucap Alexa, Bian tercengang mendengar perkataan Alexa.
Ia tak percaya jika Alexa bisa mengatakan hal itu, Bian juga cukup terkejut melihat tatapan tajam Alexa kepadanya.
"Xa aku dan Amel tidak ada hubungan apa-apa." Ucap Bian.
"Kamu pikir aku peduli? Gak Bian aku gak peduli dengan siapa kamu berhubungan, dan aku minta kamu jangan ganggu aku lagi." Ucap Alexa, setelah mengatakan itu Alexa pergi dari hadapan Bian.
Dari kejauhan Alden tersenyum melihat sikap dingin Alexa kepada Alden, ia merasa puas karena akhirnya adik nya yang menyebalkan itu bisa tegas.
Alexa." Panggil Vani.
"Eh Van." Ucap Alexa.
"Kamu kemana saja hmmm, kamu gak apa-apa kan xa gak ada yang luka kan?" Tanya Vani.
"Yaampun Van aku gak apa-apa kamu gak perlu khawatir." Ucap Alexa.
"Ya gimana gak khawatir si kak orang kakak pergi lama banget, bilang nya cuma ke toilet tapi lama banget habis ngapain?" Ucap Ara.
"Oh itu enggak kok aku gak ngapa-ngapain, cuma tadi Bian narik aku dan ngajak ngobrol bentar." Ucap Alexa, tanpa sengaja Amel mendengar perkataan Alexa.
"Lo ya bener-bener masih aja deketin Bian." Ucap Amel.
"Apaan sih siapa yang deketin Bian gak usah nuduh." Ucap Alexa.
"Lo yang bilang kan tadi Lo ngobrol sama Bian." Ucap Amel mendorong bahu Alexa.
"Jaga sikap Lo ya mel gue gak ada deketin Bian, gue ngobrol sama dia karena dia yang narik gue." Ucap Alexa.
"Halah Lo bohong kan, xa bisa gak si Lo gak mur*h*n." Ucap Amel, Alexa yang emosi mendengar perkataan Amel pun tak sengaja melayangkan tangan nya di pipi mulus Amel.
Plaaakkk... Vani dan Ara terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Alexa.
"Aaaaakh." Pekik Amel, memegang pipinya dengan mata berkaca-kaca.
"Udah gue bilang jaga sikap Lo, gue gak akan diem aja sama sikap Lo yang kaya gini " Ucap Alexa, air mata Amel menetes membasahi pipinya.
"Berani-beraninya Lo tamp*r gue." Teriak Amel.
"Gak ada alasan untuk gue gak berani sama elo." Ucap Alexa, setelah mengatakan itu Alexa pergi meninggalkan Amel. Sementara Vani dan Ara mematung terkejut, namun keduanya merasa bangga karena akhirnya Alexa bisa membungkam mulut Amel.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊