
Keesokan harinya di sebuah perusahaan besar terlihat sebuah mobil mewah yang sudah terparkir rapi di depan kantor, Cya menatap heran mobil itu karena Cya merasa tidak mengenali mobil itu.
"Siapa yang parkir sembarangan." Gumam Cya, dan tak lama kemudian kaca mobil terbuka nampak lah wajah tampan elang yang menatap lurus kedepan dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.
"Masuk." Ucap nya tanpa menoleh ke arah Cya.
Sementara Cya yang bingung menatap sekeliling mencari siapa yang di suruh masuk oleh Elang, dan Elang yang merasa Cya tidak juga masuk kedalam mobilnya menoleh menatap Cya.
"Masuk!" Tegas nya, Cya menunjuk dirinya sendiri dengan wajah bingung.
"Kau menyuruhku untuk masuk?" Tanya Cya polos.
"Apakah ada orang lain disini selain anda nona muda Gavriel." Ucap Elang, Cya menghela nafasnya dengan sikap elang yang super dingin.
"Aku membawa mobil sendiri tuan, jadi anda tak perlu repot-repot menjemput ku." Ucap Cya melipat kedua tangannya di dada.
"Kau menolak ku?" Ucap Elang sedikit tak terima.
"Saya tidak menolak anda hanya saja saya membawa mobil sendiri, jadi anda tidak perlu repot menjemput saya." Ucap Cya lagi, Elang yang tidak sabaran keluar dari mobil dan menarik tangan Cya agar masuk kedalam mobil nya.
"Apa yang anda lakukan?" Pekik Cya, merasa Elang mencengkeram erat tangan nya.
"Saya tidak menerima penolakan dalam bentuk apapun." Ucap Elang mendorong tubuh Cya hingga membentur mobil, tubuh Cya yang terhimpit membuat wajah keduanya sangat dekat.
Deru nafas Elang sangat terasa menyapu halus wajah Cya, hal itu membuat bulu kuduk Cya berdiri ia merasa tidak nyaman dengan posisi nya saat ini.
"T-tolong jangan seperti ini tidak enak jika ada yang melihat." Ucap Cya, membuat Elang melonggarkan cengkraman nya dan sedikit menjauh dari tubuh Cya.
"Masuk." Ucap nya lagi, dan Cya tak berani menolak Elang untuk saat ini.
(Akan aku buktikan jika pilihan mami papi salah, aku yakin kau sama dengan wanita-wanita yang sebelumnya di kenalkan dengan ku.) Batin Elang, selama perjalanan Cya tak bersuara sedikitpun dan disitulah Elang melancarkan rencana nya.
"Kau ingin pergi kemana nona Gavriel." Ucap Elang sedikit melirik Cya.
"Aku hanya ingin pulang." Jawab Cya simple.
"Kau tidak ingin pergi makan atau berbelan-" Ucapan Elang terhenti karena Cya menoleh dan menatap wajah Elang.
"Tolong antarkan saya pulang, saya tidak ingin pergi kemanapun!" Tegas Cya, Elang hanya bisa mengangguk saja ia sedikit kesal dengan Cya yang bersikap dingin.
...
Di sebuah sekolah elite terlihat Alexa dan Vani yang sedang duduk di kantin, Vani mendengus karena Alexa diam saja sejak tadi.
"Xa kamu kenapa?" Tanya Vani, Ara yang baru saja tiba pun langsung menatap wajah cantik Alexa.
"Kak Exa ada masalah atau kakak sakit?" Tanya Arandita, Exa yang di maksud oleh Ara adalah Alexa.
"Gak kok aku gak apa-apa, oiya pulang sekolah aku mau langsung pulang saja yak." Ucap Alexa, Ara dan Vani pun mengangguk mereka tidak bisa memaksa Alexa untuk bermain dulu.
"Hmmm, baiklah kalau begitu kita bisa pergi lain waktu." Ucap Vani, Alexa tersenyum manis kepada Vani dan Ara.
Sepulang dari sekolah mobil Alexa memasuki gerbang utama bertepatan dengan mobil Elang yang juga memasuki gerbang utama, Alexa turun dari mobil begitupun dengan Elang keduanya saling menatap dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Ngapain bengong?" Ucap Alden menyenggol lengan Alexa.
"Lihat tuh calon menantu mommy, cih dia pikir dia bisa merebut kakak dariku." Ucap Alexa, Alden menatap aneh Alexa.
"Xa come on kak Cya juga harus bahagia kamu gak boleh egois." Ucap Alden, Alexa langsung menoleh menatap Alden.
"Aku tidak akan seperti ini jika kakak menikah dengan lelaki yang dicintainya, sudahlah kau tidak akan tahu apa yang dirasakan oleh kakak." Ucap Alexa, Alden tercengang mendengar perkataan adik nya.
"Ya mana aku tahu lagian aku laki-laki jadi tidak tahu rasanya seperti kalian yang seorang wanita." Ucap Alden berjalan masuk kedalam rumah.
"Benar juga apa yang dikatakan oleh Alden." Ucap Alexa, Elang menatap Alexa yang menatap nya sinis.
"Hmmm, dia Alexa anak bungsu kak Dean dan kak Anes." Ucap Cya, keduanya menatap Alexa yang berjalan masuk kedalam rumah.
"Sepertinya dia sangat menyayangi kakak nya." Ucap Elang menatap Cya, dan Cya juga menatap Elang.
"Tentu saja karena aku juga sangat menyayangi nya, jadi tidak ada alasan untuk dia tidak menyayangi ku." Tegas Cya, Elang hanya mengangguk dengan wajah aneh nya.
"Hmmm, masuklah aku akan kembali ke kantor." Ucap Elang, Cya mengernyit jadi Elang belum pulang dari kantor saat menjemput nya.
"Pekerjaan kamu belum selesai?" Tanya Cya, Elang mengangkat kedua bahu nya dan melambaikan tangan lalu masuk kedalam mobil.
Dari belakang Anes tersenyum melihat Cya yang menatap kepergian mobil Elang, Anes berharap keduanya benar-benar bersama sampai tua nanti Anes berharap Elang lelaki yang tepat untuk Cya.
"Udah pergi orang nya jangan di liatin terus." Goda Anes membuat Cya tersentak.
"Kakak ngagetin saja." Geram Cya.
"CK, di jemput Elang nih." Goda nya lagi.
"Jangan mulai deh kak." Ucap Cya malu-malu.
"Elang ganteng kan cy, terus dia juga rela jemput kamu padahal jarak kantor kamu dan kantor Elang lumayan jauh." Ucap Anes lagi.
"Kakak ayolah aku gak minta Elang buat jemput aku." Rengek Cya.
"Ya kan Elang peka cy meskipun kamu gak minta tapi dia tetep jemput kamu." Ucap Anes lagi, wajah Cya langsung merah padam menahan rasa panas di wajah nya akibat godaan Anes.
"Aku mau ke kamar mau istirahat." Ucap Cya, Anes tertawa melihat Cya yang salah tingkah.
"Mau istirahat apa mau menenangkan jantung yang sedang berdisko sejak tadi." Teriak Anes, Cya yang menaiki anak tangga menoleh menatap Anes.
"Tidak ada yg jantung nya berdisko." Balas Cya, membuat tawa Anes semakin pecah.
"Ada apa ini kayak nya seneng banget." Ucap Deandra, yang baru saja pulang dari kantor nya.
"Eh, sayang kamu sudah pulang." Ucap Anes mencium tangan suaminya dan memeluk Deandra.
"Sudah sayang." Balas Dean mengecupi setiap inci wajah cantik Anes, Anes tersenyum dengan perlakuan manis Deandra.
"Mau aku buatkan air hangat untuk mandi atau mau duduk-duduk dulu." Ucap Anes.
"Langsung mandi saja hari ini terasa begitu lelah." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum manis.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Anes, wanita itu pergi ke kamarnya untuk menyiapkan air hangat dan pakaian untuk Deandra.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊