
Hari ini Anes memutuskan untuk mengantar anak-anak nya ke sekolah, begitupun dengan Nana dan Ike karena mereka bertiga sudah janjian akan pergi bersama.
Anes menatap kedua anaknya yang sedang sarapan, sementara Deandra selalu menatap kedua anaknya dengan tersenyum manis.
"Daddy kapan Daddy libur bekerja?" Tanya Alexa, mendengar pertanyaan putrinya membuat Dean meletakkan sendonh dan garpu yang sedang ia pegang.
"Kapan saja jika Daddy mau ada apa hmmm?" Tanya Deandra.
"Aku ingin pergi liburan bersama mommy dan Daddy, aku dengar mommy akan kembali untuk bekerja lalu kami pasti akan jarang sekali bertemu dengan kalian." Ucap Alexa
"Benar sekarang saja kami jarang menghabiskan waktu bersama Daddy dan mommy, apakah kita bisa pergi berlibur?" Ucap Alden.
"Tentu saja sayang kita akan berlibur bersama, saat kalian libur sekolah nanti Daddy akan mengatur semuanya." Ucap Deandra.
"Assikkk." Seru Alexa dan Alden.
"Sudah sekarang lanjutkan sarapannya setelah itu mommy akan mengantar kalian ke sekolah." Ucap Anes.
"Mom bisakah aku pergi bersama Daddy sementara Alexa bersama mommy?" Ucap Alden.
"Kenapa begitu?" Tanya Deandra.
"Tentu saja aku tidak ingin semua orang tahu jika Alexa adikku." Jawab nya, Alexa menatap sekilas Alden.
"Aku juga tidak ingin mereka tahu jika aku dan Alden saudara kembar." Balas Alexa, Anes dan Deandra terdiam mendengarnya.
"Baiklah kalau begitu Daddy juga akan mengantar kamu dan mommy mengantar Alexa." Ucap Dean, Alden mengangguk membuat Alexa kesal.
"Kenapa harus pergi dengan Daddy kau bisa pergi bersama supir dan suster Alden." Ucap Alexa, ya Alexa memang terlihat sangat menyayangi Daddy nya.
"Kenapa kau juga kenapa ingin pergi dengan mommy ku, kalau begitu kau saja yang pergi bersama supir dan suster." Balas Alden, Alexa mencebikan bibirnya membuat Deandra tertawa kecil.
"Sudah-sudah jadi siapa yang akan pergi bersama mommy?" Tanya Dean.
"Alden." Balas nya.
"Tidak, aku yang akan pergi dengan mommy." Ucap Alexa.
"Yaaaakkk, kau ini sebenarnya ingin pergi bersama mommy atau Daddy?" Protes Alden.
"Kenapa? Kenapa kau malah marah?" Ucap Alexa.
"Karena kau menyebalkan." Ucap Alden, Cya tertawa mendengar perdebatan di antara kedua bocah itu.
"Cukup, kalian berdua akan pergi ke sekolah bersama kakak saja." Ucap Cya.
"Tidak!" Teriak mereka serentak.
"Kenapa aku cantik dapat dipastikan kalian tidak akan malu jika aku yang mengantarkan kalian." Ucap Cya percaya diri.
"Aku tidak peduli intinya tidak ingin bersama dengan kakak." Ucap kedua bocah itu serempak.
"Kalian benar-benar telah menyia-nyiakan kesempatan emas, disaat semua orang menginginkan aku hanya kalian yang berani menolak ku." Ucap Cya, Dean dan Anes tertawa kecil mendengar nya.
Setelah perdebatan yang begitu sengit akhirnya Alden pergi bersama dengan Anes dan Alexa dengan Deandra, perdebatan itu cukup membuat Anes dan Dean mengusap dada untuk sabar.
Sesampainya di sekolah Nana dan Ike tercengang karena melihat mobil Deandra dan Anes berhenti secara bersamaan, Anes datang dengan menggandeng tangan Alden sementara Deandra menggendong tubuh mungil Alexa.
"Sekolah yang baik oke siang nanti Daddy usahakan untuk menjemput kamu." Ucap Deandra.
"Hmmm Daddy." Jawabnya.
"Alden sekolah yang baik nanti siang mommy jemput kamu oke." Balas Anes, Alden mengangguk dan mengecup kedua pipi Anes begitupun dengan Alexa yang ikut mengecup kedua pipi Deandra.
Setelah anak-anak nya masuk ke sekolah barulah mereka pergi, Dean lelaki itu pergi ke kantor sementara Anes ia memutuskan untuk bersenang-senang.
Anes menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 09:00 pagi, merekapun pergi ke sebuah cafe untuk menunggu anak-anak mereka selesai sekolah.
"Nona kenapa tuan ikut mengantar Alexa?" Tanya Ike.
"Kau tahu kedua anak itu suka sekali bertengkar, dan ya yang paling mengejutkan adalah Alden tidak ingin teman-teman sekolah nya tahu jika ia adalah saudara kembar Alexa." Ucap Anes, membuat Ike dan Nana tercengang.
"Bagaimana mungkin wajah mereka saja terlihat begitu mirip." Ucap Ike.
"Bingung bukan, ya begitupun dengan saya ke." Balas Anes.
"Ike jangan lupa jika kamu memiliki suami Ike." Desis Nana.
"Tenang suamiku aman dan akan sangat aman." Ujar nya, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Ike.
"Permisi nona ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan cafe.
"Ah iya saya pesan milkshake strawberry tiga dan red Velvet cake nya tiga." Ucap Ike, pelayan pun mengangguk dan pergi dari hadapan Ike dan Anes.
"Demi apa si Ike berani buat natap itu pelayan ganteng." Ucap Nana.
"Cuci mata na ada daun muda di depan mata yakali di anggurin." Ucap Ike, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Ike.
"Yang itu kurang cool ke yang lebih cool yang itu, aduh." Ucap Anes.
"Aduh urat nya nona." Balas Ike, membuat Nana mencubit Ike.
"Otakmu nak jangan sampai traveling." Kekeh Nana kepada Ike.
"Telat ah udah melayang kemana-mana ini fikiran." Balas Ike merekapun tertawa, dan menghentikan tawa nya saat pelayan yang mengantarkan pesanan mereka datang.
"Nona ini kenapa ya isi nya laki-laki semua." Ucap Ike.
"Sengaja mungkin agar banyak pengunjung wanita kesini." Balas Anes.
"Termasuk kita ya kan." Ucap Nana, Anes mengangguk membenarkan perkataan Nana.
"Ngomong-ngomong kita sepertinya salah tempat gak si, kita sudah punya anak padahal." Ucap Ike.
"Gak apa-apa anak sedang sekolah disini kita seperti anak gadis lagi." Ucap Anes tertawa kecil.
"CK, bisa saja nona. Ngomong-ngomong gimana ya kalau tuan muda tahu nona kesini." Ucap Ike.
"Jangan sampai tahu kalau begitu rawan cafe di beli sama tuan muda." Ucap Nana.
"Benar bisa-bisa saya di hukum semalaman ke." Kekeh Anes, Ike dan Nana ikut tertawa.
"Permisi nona." Seorang barisan tampan yang selalu menarik perhatian mereka datang menghampiri.
"Iya ada apa ya mas?" Tanya Nana.
"Kita sedang membuat menu baru bisakah kalian mencobanya dan memberikan sedikit kritik dan saran untuk saya." Ujar nya, Anes Ike Nana tersenyum dan mengangguk.
"Baik biarkan Ike yang mencobanya dia pintar dalam memasak." Ucap Anes.
"Emmm, ini sudah enak kok hanya kurang pedas sedikit lagi saja tapi saus nya enak." Ucap Ike setelah mencoba menu baru itu, barisan pun mengangguk dan tersenyum manis kepada Ike.
"Oke terimakasih atas waktunya kalau begitu saya permisi, dan selamat menikmati." Ucap nya, Ike, Anes dan Nana pun mengangguk dan menatap kepergian barisan itu.
"Yaampun mimpi apa Ike nona." Ujar nya.
"Jangan seneng ke ingat kalau Joe tahu hukuman apa yang akan kamu terima." Kekeh Anes, sontak saja membuat Ike menelan saliva nya membayangkan betapa kuat nya Joe saat memberikan hukuman kepada Ike.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊