Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 282


Sesampainya di sekolah Alexa langsung berlari ke kelas untuk menemui Vani, Vani yang melihat Alexa terengah-engah pun mengerutkan keningnya.


"Kamu kenapa xa kok kaya habis di kejar-kejar hantu." Ucap Vani.


"Van ini lebih horor dari hantu." Ucap Alexa.


"H-hah? Kenapa si jangan bikin spot jantung xa." Ucap Vani.


"Van sekarang aku tanya dulu sama kamu oke, kamu dan Ara benar-benar gak ngasih tahu Alden soal aku dan Bian kan?" Ucap Alexa.


"Ya enggak lah xa emang kenapa sih." Ucap Vani.


"Van gawat." Ucap Alexa.


"Gawat kenapa, kamu juga kenapa minta aku buru-buru datang ke sekolah pagi-pagi kaya sekali Alexa." Ucap Vani, ya memang keadaan sekolah yang masih sepi.


"Ikut aku." Ucap Alexa, ia menarik tangan Vani dan menyeret nya.


"Xa pelan-pelan woy." Ucap Vani, ia merasa ters*ksa sekali.


Sementara itu di belakang gedung sekolah yang sangat sepi terlihat Alden dan Bian yang berdiri saling berhadapan, Bian menatap Alden dengan bingung ada apa Alden mengajak nya bertemu pagi-pagi sekali.


Dan sikap Alden juga terlihat sangat aneh, padahal kemarin keduanya masih terlihat baik-baik saja.


"Ada apa kamu ngajak ketemu di tempat sepi kaya gini." Ucap Bian.


"Lo apain Alexa?" Ucap Alden, bahasa sopan Alden hilang begitu saja.


Sebenarnya Alden juga merasa marah kepada Alexa karena tidak memberi tahu nya, tapi ia tahu niat baik Alexa yang tidak ingin Alden bertengkar dengan Bian.


"Alexa? Gak gue apa-apa in Al." Ucap Bian.


"Gak usah bohong Lo pikir gue gak tahu apa yang Lo lakuin ke Alexa." Ucap Alden.


"CK, Al come on gue gak apa-apa in Alexa bocah nya aja yang lebay gitu doang pingsan." Ucap Bian, wahhh perkataan Bian membuat darah di tubuh Alden mendidih.


"Gitu doang kata Lo? Bac*t, Bughhh." Ucap Alden, yang langsung memuk*l wajah Bian.


"Asssh, Lo apa-apaan si." Kesal Bian.


"Lo tahu selama ini seumur hidup nya hidung Alexa gak pernah keluar darah, dan Lo? Lo bikin dia terluka." Teriak Alden.


"Al gue gak sengaja." Ucap Bian mengusap sudut bibir nya yang berdarah.


"Gak sengaja? Gue gak peduli sengaja atau enggak intinya Lo niat buat dorong dia Bi, Lo dorong Alexa cuma karena Amel waaah Bian." Ucap Alden.


"Al cukup, Lo ketua geng kita tapi kenapa Lo malah belain Alexa." Ucap Bian.


"Cih, asal Lo tahu Alexa lebih penting dari pada geng yang kita bangun selama ini." Ucap Alden.


"Baj*ngan." Teriak Bian tak terima, ia bangun dan berniat untuk memukul wajah Alden namun tiba-tiba.


"Cukup!" Teriak Alexa, Vani menatap Alden dan Bian secara bergantian.


"Alexa." Lirih Alden dan Bian.


"Kamu ngapain kesini?" Tanya Alden.


"Alden cukup Al, dan buat kamu Bian maaf karena aku Alden mukul kamu." Ucap Alexa.


"Alexa kamu apa-apaan sih, apa yang di lakuin Alden itu bener xa." Ucap Vani.


"I know Van, aku tahu Alden kaya gini demi aku. Tapi Al jangan kotori tangan kamu untuk bela aku, aku bisa sendiri aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri." Ucap Alexa, Alexa tahu setelah kejadian itu Alden benar-benar menjaganya meski dari kejauhan.


"Pergi dari sini xa." Ucap Alden.


"Gak." Balas Alexa.


"Alexa pergi." Ucap Alden, Bian yang muak melihat kedekatan Alden dan Alexa pun berniat untuk menyerang Alden.


Alexa tahu apa yang akan dilakukan bian pun memegang tangan Bian, mata tajam nya menatap Bian.


"Bian cukup!" Ucap Alexa, Bian menatap marah karena Alexa menghalangi niat nya bahkan Alexa mencengkeram erat tangan Bian.


"Van ajak Alexa pergi." Ucap Alden.


"Aku tahu Van." Ucap Alexa, gadis cantik itu menatap Bian.


"Sorry atas semua perkataan aku yang mungkin membuat kamu tersinggung." Ucap Alexa, dan Alexa menatap Alden lalu pergi.


...


Di rumah nya Alexa duduk di kolam renang dan melamun, Anes mendekati Alexa dan duduk di samping putrinya.


"Anak gadis mommy kenapa melamun hmmm." Ucap Anes.


"Eh, gak kok aku gak apa-apa mommy." Ucap Alexa, Anes memicingkan matanya.


"Benarkah tidak apa-apa." Ucap Anes, Alexa mengangguk dan tersenyum manis.


"Kamu memikirkan Bian?" Tanya Anes, bukan tidak tahu Anes tahu semua yang terjadi kepada kedua anaknya.


"Mommy tahu dari mana?" Tanya Alexa.


"CK, kamu lupa jika mommy dan Daddy tahu semuanya yang terjadi kepada anak-anak mommy." Ucap Anes, Alexa menggigit bibir bawahnya.


"Maaf mommy, maaf karena Alexa tidak terbuka kepada mommy." Lirih nya.


"No problem sayang mommy gak marah sama kamu, tapi kamu tahu bagaimana Daddy kamu bukan." Ucap Anes, Alexa menoleh menatap mommy nya.


"Apa yang Daddy lakukan?" Tanya Alexa, Anes menatap lurus kedepan.


"Menurut kamu apa yang akan dilakukan seorang Daddy jika ada yang menyakiti putrinya, bukan hanya menyakiti hati tapi juga fisik." Ucap Anes, Alexa ikut menatap lurus kedepan.


"Entahlah aku tidak bisa membayangkan apa yang dilakukan oleh Daddy." Ucap Alexa, Anes tersenyum manis dan menatap putrinya.


"Kamu terlalu baik nak, jika mommy yang ada di posisi kamu mungkin mommy tidak akan diam saja." Ucap Anes.


"Bukankah aku sering mengatakan jika aku ingin hidup normal seperti yang lainnya, aku tidak ingin memanfaatkan kekuasaan mommy dan Daddy." Ujar nya, Anes mengelus kepala Alexa.


"Tapi Daddy selalu menggunakan kekuasaan nya." Ucap Anes, Alexa diam ia tahu konsekuensi apa yang akan di terima oleh Bian dan Amel.


"Hmmm, tapi aku tidak peduli." Ujar nya.


"Benarkah kamu tidak peduli?" Tanya Anes.


"Tentu saja, untuk apa aku peduli kepada orang yang tidak peduli kepadaku." Ucap Alexa.


"Baik, tapi bagaimana dengan Bian." Ucap Anes, ia tahu dari Vani jika Alexa sempat menyimpan rasa terhadap Bian.


"Kenapa? Mom aku tidak akan mati meskipun tidak bersama Bian." Ucap Alexa, Anes tertawa kecil ternyata apa yang dikatakan Dean benar.


Alexa tidak akan bertindak apa-apa kepada Bian dan Amel jika tidak Dean yang bertindak, Alexa lebih memilih untuk menjauh dari kedua manusia itu.


"Baiklah mommy tahu sayang, lagian mommy juga tidak ingin kamu dengan Bian." Ucap Anes menatap lurus kedepan, Alexa menatap mommy nya dan menunduk menatap air kolam yang terlihat tenang.


"Padahal Bian gak sengaja dorong aku, tapi kenapa semuanya jadi berantakan seperti ini." Batin Alexa, ia merasa semuanya berantakan karena dirinya yang terlihat lemah. Padahal Alexa tidak melawan karena ia menghargai Bian sebagai lelaki yang ia sukai.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊