
Dan disini lah Deandra berada di ruangan VVIP restoran milik Jordan, kini Dean sedang duduk di hadapan Joe dan Jordan. Kedua sahabat Deandra itu sengaja tidak meberi tahu Dean mengenai intan, karena keduanya tidak ingin ada masalah dalam pernikahan Deandra dan Anes.
"Ada apa kenapa kamu meminta untuk bertemu disini?" Tanya Jordan.
"Anes sakit." Ucap Dean, Joe dan Jordan mengernyit.
"Kalau Anes sakit di bawa ke dokter de bukan ngomong ke kita, aku dan Joe kan bukan dokter." Ucap Jordan.
"Bukan itu yang ingin saya bicarakan." Ucap Deandra.
"Lalu?" Tanya Jordan.
"Anes mengigau dia mengatakan jika aku tidak mencintai Anes, dan Anes juga mengatakan jika dia rela meninggalkan aku asal Anes bisa terus bersama dengan mommy dan Daddy nya." Ucap Deandra, Joe dan Jordan menahan tawa nya.
"Jadi kamu kepikiran tentang kata-kata Anes?" Tanya Jordan, Deandra mengangguk.
"Tentu saja, meskipun aku tidak mencintai Anes aku hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidup." Ucap Deandra, Joe menggelengkan kepalanya.
"De jangan terus mengatakan jika kamu tidak mencintai Anes, sikap kamu sudah menunjukkan kalau Anes penting untuk kamu." Ucap Joe.
"Gak gitu Joe." Ucap Dean.
"De aku sudah sering bilang sama kamu kalau kamu benar-benar gak cinta sama Anes, berikan Anes kepada aku de. Aku bisa menjaga Anes dan mencintai Anes." Ucap Jordan, menjadi Deandra mencebikan bibirnya.
"Jangan mancing-mancing emosi, kemarin saat di pulau B ada laki-laki yang mendekati Anes dan meminta untuk menggantikan posisi saya dalam kehidupan Anes." Ucap Deandra.
"Kamu lihat orang lain saja jatuh cinta kepada istri kamu, munaf*k kalau kamu masih belum mencintai Anes. Jika memang belum mencintai Anes kenapa kamu kepikiran kata-kata Anes." Ucap Jordan, Deandra diam memikirkan perkataan Jordan.
"De cepat atau lambat Anes akan merasa lelah dan benar-benar pergi dari hidup kamu, kamu tahu dulu banyak sekali wanita yang mencintai kamu. Tapi mereka hanya menginginkan uang kamu, ingat itu de." Ucap Joe.
"Benar, lagian Anes mengatakan itu dalam mimpinya saja kamu sudah kalang kabut ketakutan kalau Anes benar-benar meninggalkan kamu." Ucap Jordan, Deandra terdiam ia membenarkan perkataan Jordan.
Jika memang Dean sudah benar-benar mencintai Anes, tapi Dean belum bisa mengungkapkan perasaan nya karena Anes belum mencintai Dean.
Sementara itu di rumah Kenzie berlari ke
kamar Anes, Kenzie menatap Anes yang sedang meringkuk di atas tempat tidur.
"Tante bangun Tante." Ucap Kenzie.
"Hmmmm, ada apa sayang." Ucap Anes membuka matanya.
"Tante layangan Kenzie nyangkut di atas pohon Tante." Ucap Kenzie, Anes langsung membuka matanya lebar-lebar.
"Kenzie mau tante ambilkan layangan nya?" Tanya Anes.
"Hu'um Tante." Ucap Kenzie, Anes mengangguk dan tersenyum ia berjalan keluar dari kamar bersama dengan Kenzie.
Ike tidak ada di depan kamar Dean dan Anes, mungkin Ike sedang membuat makanan untuk nona muda nya.
"Dimana layangan nya?" Tanya Anes.
"Itu Tante." Jawab Kenzie, menunjuk layangan yang berada di atas pohon.
"Sebentar ya tante ambilkan layangan nya." Ucap Anes, wanita itu melepaskan sendal yang ia kenakan.
"Tante bisa?" Tanya Kenzie.
"Bisa dong, apa si yang tante enggak bisa." Ucap Anes, sepertinya demam di tubuh Anes sudah menurun.
Anes manjat pohon yang ada di belakang rumah itu, ia terus naik ke atas tanpa peduli setinggi apa pohon itu.
Nah kan jiwa bar-bar Anes waktu kecil kebawa sampai dewasa, Anes mencoba untuk meraih tali layangan.
"Tuan muda yaampun sus cariin kemana-mana ternyata ada disini." Ucap suster, saat Kenzie akan menjawab tiba-tiba saja Ike datang dengan hebohnya.
"Mbak lihat nona Anes tidak?" Tanya Ike.
"Enggak ke orang dari tadi saya mencari Kenzie." Ucap suster.
"Mbak nona hilang mbak, gimana ini tuan pasti marah." Ucap Ike panik.
"Loh kok bisa si ke, emang gak kamu temani tuan kan minta kamu untuk menjaga nona." Ucap suster.
"Mbak nona tadi sedang tidur jadi Ike tinggal sebentar untuk membuat bubur." Ucap Ike, terus gimana ini nona hilang ke. Telpon tuan cepat telpon tuan." Ucap suster, Ika mengambil ponselnya dan menelpon Deandra.
***Panggilan telepon
Dean: Iya ada apa ke?
Ike: Tuan nona hilang tuan, nona tidak ada di kamar nya.
Dean: Apa? Kok bisa si kan saya minta kamu untuk menjaga Anes Ike, kamu gimana si. (Panik).
Ike: Maaf tuan tadi nona sedang tidur, jadi Ike meninggalkan nona sebentar untuk membuat bubur.
Dean: Kamu sudah mencari di setiap sudut rumah?
...Ike: Sudah tuan dan nona tidak ada....
Saat Ike dan Deandra sedang berbicara tiba-tiba saja Kenzie berteriak memanggil nama Anes, hal itu membuat Ike, suster dan Deandra yang berada di balik telepon bingung.
"Tante ayok Tante sebentar lagi dapat." Teriak Kenzie.
"Tuan berbicara dengan siapa?" Tanya suster.
"Dengan Tante sus." Jawab nya.
Dean: Itu Kenzie memanggil Anes kan.
Ike: I_iya tuan tapi nona Anes nya tidak ada.
Dean: Saya pulang sekarang.
Setelah Dean mengatakan itu tiba-tiba saja ada suara Anes yang ia dengar, Dean yang tadinya akan mematikan panggilan telepon pun tidak jadi.
"Iya sayang sebentar ya, ini Tante lagi usaha nak." Ucap Anes, suara Anes membuat Ike dan suster mendongakan kepalanya menatap ke atas pohon.
"Yaampun nona kenapa ada di atas pohon." Teriak Ike dan suster, Dean yang mendengar itu langsung berlari keluar dari restoran milik Jordan.
Jordan dan Joe yang merasa bingung dan takut terjadi apa-apa kepada Anes pun ikut berlari, jie dan Jordan mengikuti Deandra ke rumah nya.
"Nona turun non nanti saya kena amuk tuan muda." Ucap Ike.
"Ini sebentar lagi dapet ke." Ucap Anes, ia masih berusaha untuk meraih tali layangan nya.
"Nona turun saja nona nanti nona jatuh." Ucap suster.
"Gimana ini mbak kalau nona Anes jatuh dan lecet satu senti saja bonus kita musnah." Ucap Ike.
"Lagian kamu si ke bukannya jagain nona yang bener." Ucap suster.
"Loh kok Ike, mbak dong harusnya jagain tuan muda Ken yang benar. Kalau tuan muda Ken gak ke kamar nona Anes juga gak akan kaya gini." Ucap Ike.
"Sudah ke ini salah kita berdua." Ucap suster, Ike mengangguk ia masih menatap nanar Anes yang berada di atas.
"Nona sudah yuk turun, kan kalau soal layangan bisa beli lagi. Nanti tuan muda Dean bisa beli sama pabrik-pabrik nya nona." Ucap Ike.
"Sebentar lagi ke sebentar." Ucap Anes, jantung Ike sudah ketar-ketir melihat Anes manjat pohon. Ia jadi membayangkan yang tidak-tidak dan itu membuat Ike juga suster merinding.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊