
Di tempat lain Intan sedang duduk merenung, seseorang duduk di samping intan membuat Intan menoleh dan tersenyum.
"Kamu lagi ngelamunin apa?" Tanya orang itu.
"Enggak kok gak apa-apa." Jawab Intan.
"Kamu sudah bertemu dengan laki-laki itu?" Tanya nya.
"Iya sudah kok, tadi aku tidak sengaja bertemu dengan dia di restoran." Jawab Intan.
"Wahh pasti laki-laki itu tampan sekali kan sampai membuat kamu jatuh cinta." Ucap nya, Intan tersenyum manis kepada wanita itu.
"CK, selain tampan dia juga baik kok." Jawab nya.
"Beruntung sekali kamu kalau bisa sampai menikah dengan dia." Ucap orang itu, yang tak lain adalah teman intan.
"Aku belum bisa menjalin hubungan dengan dia, jika aku ingin memberanikan diri menjalin hubungan maka aku harus bisa seperti nona Anes bos ku." Jawab Intan, wanita yang berbincang dengan Intan tersenyum manis.
"Memangnya seperti apa bos mu sampai menjadi tolak ukur untuk kamu, agar bisa mendapatkan lelaki itu?." Ucap orang itu.
"Dia cantik baik, wanita karier dan dia juga berasal dari keluarga yang baik.." Balas Intan.
(Apakah aku juga harus benar-benar seperti nona Anes, agar Andra bangga memiliki aku. Aku yakin jika Andra bertemu dengan nona Anes mungkin saja Andra akan langsung jatuh cinta, secara nona Anes Incara setiap laki-laki.) Batin Intan.
"Benarkah? Tapi Tan kamu gak perlu menjadi orang lain untuk mendapatkan seseorang, ingat itu ya. Yasudah aku pergi dulu ya, kamu jangan melamun terus." Ucap wanita itu.
"Eh, iya mbak." Ucap Intan, pikiran nya berkecamuk memikirkan Deandra.
Sementara itu di gedung tua Anes melepas pelukan Dean, hal itu membuat Dean mengernyit heran.
"Dean kamu gak bisa nolong Kenzie kalau kamu peluk aku." Ucap Anes, Deandra tersenyum tipis.
"Yasudah." Ucap Dean, sementara Joe dan Jordan baru selesai menghadapi para anak buah yang banyak nya minta ampun.
Jordan tidak habis pikir dengan mantan kekasih Liza, kenapa bisa memiliki anak buah banyak namun tak beg*na.
Saat Dean mencoba untuk meraih tali yang terhubung dengan tubuh Kenzie, mantan kekasih Liza menarik tangan Anes dan memeluk pinggang Anes.
"Aaaaaa." Teriak Anes, lelaki itu membungkam mulut Anes membuat Deandra menoleh.
"Anes." Panggil Dean, ia dilema antara Kenzie atau Anes.
"Dean kejar Anes Dean." Ucap Jordan, Dean mencoba untuk mengejar Anes dan ia mempercayakan Kenzie kepada Joe dan Jordan.
"Lepas." Anes terus memberontak, ia takut jika mantan Liza melakukan sesuatu yang akan membuat Anes trauma.
(Dean hiks... Tolong Dean aku gak mau orang lain nyentuh aku selain kamu, selain suami aku sendiri. Mommy Daddy tolong Anes.) Lirih Anes.
"Hmmmm." Teriak Anes, karena mulut nya di bungkam.
Lelaki itu membawa Anes ke sebuah ruangan yang begitu gelap, ia melempar tubuh Anes kesana. Anes beringsut ia mencari celah untuk melawan laki-laki itu.
Bughh.... Anes menedang lelaki itu, Anes berlari ke arah pintu. Namu laki-laki itu menarik kepala Anes, sekuat-kuatnya Anes ia akan kalah bisa fisik nya di hajar terus-menerus.
"Lepas." Pekik Anes, ia memukul wajah laki-laki itu.
"Wanita si*lan." Geram nya, ia seperti orang yang ker*suk*n.
Lelaki itu menendang bokong Anes, Anes menggelengkan kepalanya ia merasa sakit di bagian bokong nya.
"Baj*ngan." Teriak Anes, ia meraih balok dan memukul kaki lelaki itu.
Anes dan lelaki itu menjadi saling baku hant*m, Anes tidak peduli tentang keselamatan nya. Yang penting sekarang Anes tidak boleh ternodai.
"Aku akan memb*nuhmu." Teriak laki-laki itu.
"Lakukan, lakukan yang anda mau saya tidak takut." Ucap Anes, lelaki itu melepaskan Anes dan mendirikan tubuh Anes yang sudah terlihat lemah.
"Aku akan men*kmati keindahan tubuh kamu terlebih dahulu." Ujar nya, Anes menatap laki-laki itu dengan tersenyum sinis.
"Apakah kita harus ma*i berdua." Ucap Anes, lelaki itu semakin emosi dan menarik kemeja yang di pakai oleh Anes.
Menunjukan bahu mulus Anes membuat nya tertawa puas, sementara Anes sudah merasa sedikit ketakutan hingga tiba-tiba.
Brukkk.... Deandra menendang pintu ruangan itu, melihat pakaian Anes yang berantakan dan memperlihatkan bahu mulus istrinya membuat Dean membabi buta.
"Baj*ngan." Teriak Dean, lelaki itu menarik kepala lelaki itu dan menyeret nya.
"Araaagghhh." Geram laki-laki itu.
"Istrimu terlalu cantik, siapapun akan tergoda melihat nya." Ucap lelaki itu.
"Akan aku bun*h kau." Teriak Dean, ia menyeret laki-laki itu dan melemparnya melalui jendela.
Tubuh lelaki itu terjatuh dari lantai tiga, Dean menatap Anes Anes yang tergeletak dengan kedua tangan yang memeluk dada nya.
"Nes." Panggil Dean, Dean melepaskan jas nya lalu memakaikan kepada Anes.
"Makasih." Ucap Anes tersenyum.
"Nes kamu kuat ya kamu tahan, kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Dean.
"Enggak, aku gak bisa tahan lagi." Ucap Anes.
"Nes kamu kuat kan." Ucap Dean, Anes tersenyum manis dan tangan nya meraih pipi Deandra.
"Iya aku kuat Dean, tapi sekarang bukan hanya hati aku yang terluka tapi juga tubuh aku." Ucap Anes, Dean menitihkan air matanya melihat perjuangan Anes untuk menyelamatkan Kenzie itu membuat hati Dean teriris.
"Nes gak nes enggak kamu jangan tinggalin aku." Ucap Dean.
"Kenapa kamu minta aku jangan tinggalin kamu, sementara kamu sendiri tidak mencintai aku." Ucap Anes, air mata Anes menetes membuat hati Dean semakin sakit.
"Kamu jaga Kenzie baik-baik ya Dean, maaf kalau aku gak bisa nemenin kamu lagi." Ucap Anes, Anes memejamkan matanya membuat Deandra meraung.
"Anes bangun nes, nes aku cinta kamu Anes jangan tinggalin aku." Teriak Deandra.
"Dean Anes sudah gak ada de, udah ya kamu ikhlaskan Anes." Ucap Jordan.
"Enggak Jo, saya belum sempat membahagiakan Anes Jo. Nes jangan tinggalin saya saat saya sudah mencintai kamu Anes." Teriak Deandra.
"De mungkin ini sudah seharusnya kamu kembali dengan Intan de, mungkin Intan kembali sudah di takdirkan untuk menemani kamu setelah kepergian Anes." Ucap Joe.
"Gak, Anes bangun nes, Anes saya gak bisa tanpa kamu Anes. Bangun." Teriak Deandra.
"Dean bangun Dean." Panggil Anes, ia merasa terganggu karena sejak tadi Dean berteriak dalam tidur nya.
"Dean bangun." Ucap Anes.
"Anes." Teriak Dean, laki-laki itu langsung membuka matanya dan menatap Anes yang sedang menatap nya.
Deandra terduduk dan langsung memeluk Anes, Anes mengernyit heran karena Dean tiba-tiba memeluk nya.
"Dean are you ok?" Tanya Anes.
"Jangan tinggalin saya nes." Lirih Deandra.
"Tinggalin apa si, orang dari tadi aku tidur di samping kamu kok." Ucap Anes, si*l setelah Dean hampir bertemu dengan Intan dia sampai bermimpi Anes pergi.
Dean yang sadar langsung melepaskan pelukan nya dari Anes, Anes menatap Deandra dengan tersenyum.
"Kamu mimpiin aku kan." Goda Anes.
"Enggak." Ucap Dean.
"Halah bohong, dari tadi kamu tuh teriak-teriak Anes jangan tinggalin saya nes, saya cinta sama kamu nes. Saya tidak bisa hidup tanpa kamu Anes, saya mohon Anes." Ucap Anes menggoda Deandra, hingga membuat wajah Deandra merona.
"Gak usah ngarang deh." Ucap Dean.
"Haha, yasudah kamu tidur lagi saja baru jam 3pagi." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan merebahkan tubuhnya kembali.
Dean mengusap wajah nya kasar kenapa mimpi itu seperti nyata, bahkan ia melihat Intan yang ingin seperti Anes agar Dean merasa beruntung memiliki Intan benar-benar mimpi yang aneh.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊