Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 134


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Ike, Nana, suster dan para pelayan yang lainnya berjalan kerumah Anes untuk mengerjakan tugas mereka di pagi hari.


Dengan semangat Ike berjalan menuju dapur dan betapa terkejutnya ia saat melihat keadaan dapur yang berantakan, alat-alat memasak yang kotor ayam yang terlihat gosong berserakan.


"Yaampun mbak dapur Ike mbak." Teriak nya, membuat Nana dan suster berlari mendekati Ike.


"Ada apa si ke." Ucap suster.


"Dapur Ike ancur mbak ancur." Histeris nya.


"Yaampun ke kok bisa seperti ini perasaan semalam tidak ada gempa." Ucap suster.


"Apakah semalam ada mal*ng atau ramp*k." Ucap Nana, Ike menggelengkan kepalanya.


"Kayaknya enggak mungkin kalau ada mal*ng atau ramp*k, karena penjagaan rumah ini ketat banget kan." Ucap Ike.


"Mungkin tuan muda ke yang ke dapur." Ucap suster, Ike menggelengkan kepalanya ia tidak tahu.


"Enggak tahu mbak tapi bisa jadi juga si, soalnya kan selama ini tuan muda gak pernah ke dapur." Ucap Ike.


"Sudah sebaiknya kita rapikan sebelum nona bangun." Ucap Nana, Ike dan suster mengangguk mereka merapikan dapur seperti semula.


Setelah dapur terlihat rapi baru lah mereka mulai memasak, Ike memasak makanan kesukaan tuan dan nona nya.


Sementara itu Anes yang tidur di pelukan Deandra terbangun dan mengerjapkan matanya, hari ini Anes tidak akan pergi ke kantor karena ia merasa lelah akibat perbuatan suaminya semalam.


"Morning." Ucap Deandra, mengecup sekilas b*b*r Anes.


"Emmh morning." Balas Anes, Deandra tersenyum dan mengeratkan pelukannya.


"Tidurnya nyenyak?" Tanya Dean.


"Nyenyak." Balas Anes, Deandra mengecupi setiap inci wajah cantik Anes.


"Jam berapa sekarang?" Tanya Deandra.


"Jam 06:00 pagi." Jawab Anes.


"Tidak ingin bangun aku masih ingin memeluk kamu seperti ini." Ucap Deandra.


"Utukk-utuuukkk kesayangan aku." Ucap Anes, Dean tertawa kecil sebenarnya bukan tidak ingin bangun.


Entah kenapa akhir-akhir ini Deandra ingin menghabiskan waktunya terus bersama dengan Anes, lelaki itu membayangkan bagaimana jika anaknya sudah lahir nanti.


"Aku mau mandi." Ucap Anes.


"Nanti saja." Balas Dean.


"Dean lepas aku ingin mandi." Ucap Anes, Deandra pun menyerah dan melepaskan pelukan nya.


Ia melihat perut Anes yang sedikit menggelembung, Dean menatap nya dengan senang karena sebentar lagi dirumah ini bukan hanya dirinya dan Anes saja.


Setelah selesai mandi Anes dan Deandra memutuskan untuk pergi ke ruang makan, disana sudah ada Ike, Nana dan suster yang menunggu mereka.


"Selamat pagi nona dan tuan." Ucap Ike.


"Pagi Ike." Balas Anes, sementara Deandra seperti biasa lelaki itu hanya mengangguk saja.


Anes mengambil makanan dan menyuapi suaminya seperti biasa, Ike tersenyum manis melihat keromantisan tuan dan nona nya.


Deandra sudah selesai sarapan begitupun dengan Anes, Dean pamit untuk pergi ke kantor sebelum pergi ia selalu memgecup kening Anes dengan lembut.


"Istirahat yang cukup oke." Ucap Deandra.


"Emmh, kamu hati-hati dijalan." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan pergi ke kantor.


...


Siang hari Anes merasa bosan di kamarnya wanita itu berjalan menuruni anak tangga, Anes pergi ke dapur dan hanya melihat Ike bersama dengan suster disana.


"Ke Nana kemana ya." Ucap Anes.


"Oh Nana ada di taman belakang nona dia terlihat lebih diam sekarang." Ucap Ike, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


"Tolong buatkan saya jus strawberry dan antarkan ke taman belakang." Ucap Anes, Ike mengangguk sementara suster dengan peka ia membuatkan teh dan beberapa camilan untuk Nana.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Anes, wanita itu duduk di samping Nana.


"Nona, tidak ada saya sedang tidak memikirkan apapun." Jawab nya.


"Jangan bohong na saya tahu kamu seperti apa." Ucap Anes, Nana tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


"Sungguh nona." Balas Nana.


"Kamu memikirkan Jordan dan Yuna?" Tebak Anes, Nana menoleh menatap Anes.


"Mulut kamu memang bisa berkata seperti itu, tapi tidak dengan hati kamu." Ucap Anes, Nana terdiam ia melihat Ike dan suster yang datang membawa minuman dan camilan.


"Nona ini jus nya." Ucap Ike.


"Letakan saja ke." Balas Anes, Ike dan suster ikut bergabung dengan nona dan Nana karena pekerjaan mereka sudah selesai.


"Kalian sudah makan?" Tanya Anes kepada Ike dan suster.


"Sudah." Balas suster dan Ike, sebenarnya suster dan Ike juga tak kalah cantik dari Nana.


Anes sendiri bingung kenapa Deandra mempekerjakan para gadis di rumah nya, Nana dikenal banyak orang karena ia sering ikut kemanapun Anes pergi.


"Kamu tidak bisa membohongi perasaan kamu na, jangan terus memikirkan prasaan orang lain tanpa mempedulikan prasaan kamu." Ucap Anes, Ike dan suster mengangguk membenarkan perkataan Anes.


"Apakah nona dan Nana sedang membicarakan tuan Jordan?" Tanya Ike, Anes mengangguk membenarkan.


"Iya." Jawab Anes.


"Tuan Jordan baik dan tampan dia juga terlihat tulus kepada Nana." Ucap Ike.


"Kau mendukungnya?" Tanya Anes, Ike tertawa kecil mendengar pertanyaan Anes.


"Tentu saja asal Nana bahagia kami pasti akan mendukung nya." Ucap Ike dengan tulus.


"Ike benar bukankah kau juga menyukai tuan Jordan." Ucap suster keceplosan,Anes menoleh menatap suster.


"Benarkah?" Tanya Anes, Nana membulatkan matanya kepada suster.


"Sepertinya begitu." Balas suster, mereka tertawa kecil mendengar itu.


"Apalagi yang kamu ragukan, jika tentang orang tua Jordan bukankah Jordan sudah menjelaskan jika orang tuanya hanya ingin sebuah pernikahan untuk putranya." Ucap Anes.


"Saya tidak tahu nona." Lirih Nana.


"Na apakah saya perlu memukul kepala kamu agar kamu cepat berpikir." Ceplos Ike, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Ike.


"Cepat berpikir enggak masuk rumah sakit iya Ike." Ucap suster, Anes tertawa lihatlah meskipun Anes dan Dean hanya tinggal berdua saja di rumah nya.


Namun kehadiran Ike,Nana dan suster membuat Anes merasa bahagia. Anes merasa ia memiliki saudara baru saat ini.


"Ya kan kali saja gitu mbak." Ucap Ike, Anes menggelengkan kepalanya.


"Na yang terpenting sekarang itu kamu yakinkan dulu diri kamu, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari. Satu hal jangan sampai kamu menyesal saat tuan Jordan sudah menjadi suami orang lain." Ucap suster.


"Benar itu karena biasanya saat kita yang di dekati itu biasa saja, tapi saat dia sudah bersama orang lain itu baru terasa jika dia luar biasah." Ucap Ike.


"Itulah yang dinamakan apa ke." Ucap anes.


"Rumput tetangga lebih hijau na." Balas Ike, suster dan Anes benar-benar dibuat sakit perut oleh Ike.


Selain Ika, Nana dan suster yang humble Anes juga terlihat ramah karena mau bergabung dengan mereka, Anes tidak memandang orang dari pekerjaannya.


Jika itu memang membuat dia nyaman dan bahagia kenapa tidak, lagian selama ini Anes tidak memiliki teman dekat selain Aleta.


Bertemu dengan orang-orang tulus seperti Nana, Ike dan suster membuat Anes sangat menyayangi mereka yang selalu ada untuk dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊