Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 294


Malam hari di kediaman Nana terlihat keluarga kecil nya yang sedang makan malam, Jordan berbicara dengan Nana tentang klien nya yang menginginkan Alexa menjadi menantunya di masa depan.


"Kamu tahu setiap kali kita mendapatkan klien baru para klien pasti bertanya tentang Alexa kepada Deandra, dan hal itu membuat Dean bingung dengan keadaan saat ini." Ucap Jordan.


"Memang nya ada apa dengan Alexa?" Tanya Ardan.


"Para klien menginginkan Alexa menjalin hubungan dengan putra mereka bang." Ucap Jordan.


"Lalu bagaimana dengan Deandra apakah dia menanggapi hal itu?" Tanya Nana.


"Tidak Dean hanya tersenyum tipis saja." Ucap Jordan.


"CK, tentu saja om Dean pasti tidak ingin putrinya seperti dijadikan alat untuk menarik perhatian para klien nya." Ucap Ardan, Nana pun mengangguk dan tersenyum membenarkan perkataan putranya.


"Ardan benar sayang, lagi pula Anes dan Dean tidak kekurangan apapun yang membuat mereka harus mengorbankan Alexa." Ucap Nana.


"Kamu benar sayang, bukan hanya Alexa Alden pun sama seperti nya kedua anak itu benar-benar berarti untuk Dean." Ucap Jordan.


"Bagaimana tidak berarti keduanya adalah bukti pertama dan terakhir keunggulan dari bibit Dean dan Anes." Ucap Nana, Jordan tertawa sementara Ardan hanya mengangkat bahu nya saja.


"Papi." Panggil Aluna.


"Iya girls." Sahur Jordan.


"Bagaimana jika itu terjadi kepada papi, bagaimana jika ada yang menginginkan Aluna menjadi menantunya seperti mereka menginginkan kak Alexa." Ucap Aluna dengan wajah polos nya.


"CK, siapa yang mau sama gadis manja dan cengeng." Cibir Ardan.


"Banyak lah, jangan salah Aluna itu cantik dan menggemaskan." Ucap Aluna.


"CK, kamu terlalu percaya diri Aluna." Ledek Ardan, Aluna mencebikan bibirnya membuat Jordan dan Nana tertawa kecil.


"Tentu saja papi tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Aluna princess papi satu-satunya." Ucap Jordan, Ardan hanya menatap adik nya yang sedang tersenyum manis.


"Papi bohong tuh orang papi bilang Aluna satu-satunya anak papi yang manja." Ucap Ardan, membuat Jordan memelototkan matanya.


"Papi." Rengek Aluna.


"Gak ya bang, papi gak pernah ngomong kayak gitu." Ucap Jordan.


"Loh tapi kan bener Pi Aluna manja dan cengeng." Ledek Ardan lagi, Nana tertawa kecil melihat Ardan yang membuat Jordan tersudutkan.


"Enggak sayang papi gak pernah ngomong gitu." Ucap Jordan.


"Papi sering ngomong gitu na, pokonya kamu percaya Abang karena Abang gak pernah bohong." Ucap Ardan, Aluna menatap kesal papi nya.


"Yaaaakkk, Ardan papi gak ada ngomong apa-apa sama kamu." Ucap Jordan.


"Abang gak bohong, kalau Aluna gak percaya tanya mami saja." Ucap Ardan, Nana mengernyit ia diam saja diseret oleh Ardan bagaimana jika Nana membela Jordan.


"Kenapa mami?" Tanya Nana.


"Ya kan mami pembela kebenaran." Ucap Ardan, Nana menghela nafasnya dan menundukkan kepala.


"Mami gak ikut-ikutan na beneran." Ucap Nana, Ardan pun tertawa kecil melihat mami dan papi nya yang terlihat panik.


Sementara itu di kediaman Deandra terlihat Anes dan Deandra juga kedua anaknya yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga, Alexa merebahkan kepalanya di paha Anes begitupun dengan Alden yang merebahkan kepalanya di paha Alexa. Bayangkan sendiri bagaimana posisi Anes, Alden dan Alexa saat ini.


"Mom bagaimana keadaan kak Cya?" Tanya Alexa, Alden menoleh menatap mommy nya.


"Yaaah, main mulu sih jadi gak tahu apa yang terjadi sama kakak nya." Cibir Alexa.


"Aku gak main, aku pergi karena ada urusan penting." Ucap Alden.


"Halah bohong." Ucap Alexa lagi.


"Yeee siapa yang bohong." Ucap Alden, Anes dan Dean tersenyum melihat perdebatan anak-anaknya.


"Sudah-sudah kalian jangan berdebat, kakak baik-baik saja dia sakit mungkin faktor hamil muda juga." Ucap Anes, Alexa dan Alden langsung bangun dan terduduk.


"Kakak hamil mom?" Tanya keduanya.


"Hmmm, kalian akan punya adik bayi nanti." Ucap Anes.


"Ahhh, bukan masalah kalau adik bayi nya dari kakak. Tapi kalau adik bayi nya dari Mommy mohon maaf kami tidak bisa terima." Ucap Alden.


"Benar!" Ucap Alexa, Deandra menatap kedua anaknya.


"Kenapa kalian tidak mau mommy punya anak lagi." Ucap Deandra.


"Dad jangan menambah tugas untukku lagi, hanya menjaga Alexa saja itu sudah tugas yang sangat berat untuk aku. Bagaimana jika mommy punya bayi lagi apa gak namah tuh tugas dan tanggung jawab aku sebagai anak tertua." Ucap Alden, Alexa mengangguk membenarkan perkataan Alden.


"Alden benar Alexa juga tidak siap jika harus memiliki adik lagi, Alexa tidak ingin memiliki tanggung jawab yang besar dad. Kepada Alexa saja Daddy sangat posesif bagaimana dengan adil Alexa apa gak tertekan nanti bayi nya." Ucap Alexa, Anes tertawa renyah mendengar keluhan kedua anak nya.


"Yang punya anak kan mommy kenapa kalian yang merasa terbebani?" Tanya Deandra heran.


"Yang punya anak memang mommy, tapi kalau mommy sibuk nanti tetap saja Alexa yang jaga bayi nya kan." Ucap Alexa.


"Kata siapa Daddy bisa bayar 10 baby sitter untuk jaga adik kalian nanti, jika kalian tidak mau menjaga nya." Ucap Deandra.


"Gak usah sombong dad, dulu saja Daddy berkata seperti itu kepada Alden. Daddy berkata jika Daddy akan membayar berapapun bodyguard yang menjaga Alexa. Jika di sekolah tetap saja Alden yang jagain kan, bodyguard Daddy cuma bisa mantau dari kejauhan sampai itu bodyguard jadi pasukan gabut karena Alexa gak mau pake bodyguard." Ucap Alden, Anes dan Alexa tertawa renyah mendengar keluhan Alden.


"Sayang anak-anak kenapa sih kok jadi menyudutkan aku." Ucap Deandra, Anes hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya.


"Jangan lupa anak-anak Daddy selalu keras kepala, contoh nya aku dan Alexa." Ucap Alden, Dean mengangguk pasrah saat ini. Baiklah semua yang dikatakan oleh Alden memang benar.


Beberapa bodyguard yang dulu menjaga Alexa kini jado pengawal di rumah dan di perusahaan nya, karena Alexa merengek tidak ingin ada bodyguard yang mengikutinya meskipun dari kejauhan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊