
"Woow Mel itu pasti sakit banget kan." Ledek Vani.
"Panas si kayak nya." Tambah Ara.
"Si Alexa ngeri-ngeri sedap Mel jangan macem-macem mangkanya." Ucap Vani, Amel menatap marah kedua sahabat Alexa itu.
"Udah ah kak nanti nangis lagi mending kita susul kak Exa." Ucap Ara.
"CK, udah nangis tuh ra utukk-utuuukkk kasihan." Ledek Vani lagi, Ara dan Vani tertawa lalu pergi dari hadapan Amel.
"Alexa awas Lo ya gue bakal bilang Bian." Geram Amel.
Saat jam istirahat Alexa di panggil oleh Ajeng wanita yang dulu selalu mengejar-ngejar Alden, Ajeng masuk ke kelas Alexa dan memanggil gadis cantik itu.
"Alexa sorry ada orang yang mau bicara sama kamu." Ucap Ajeng, Vani menatap Alexa dengan khawatir.
"Siapa?" Tanya Alexa.
"Keluar dulu saja." Ucap Ajeng, Alexa pun mengangguk dan keluar dari kelas.
"Mommy." Lirih Alexa yang terkejut melihat kedatangan mommy nya.
"Siapa xa?" Tanya Vani, namun Alexa tak menjawab nya.
Vani yang kepo pun ikut menghampiri Alexa dan terkejut dengan kedatangan Anes, Vani mengoceh dalam hatinya menyumpah-serapahi Alexa yang tadi menamp*r Amel di area sekolah.
"Hai girls." Ucap Anes.
"M-mom ngapain kesini?" Tanya Alexa.
"Kamu mau tahu kenapa mom kesini?" Tanya Anes.
"Emhh." Balas Alexa mengangguk.
"Seorang guru menghubungi mommy katanya putri cantik mommy ini habis melakukan kesalahan, dan_" Perkataan Anes terhenti saat melihat Alexa terdiam.
"Dan mommy bangga dengan Alexa karena apa yang dilakukan Alexa itu benar." Ucap Anes.
"H-hah?" Ucap Alexa dan Vani.
"Tadi guru minta saksi dan mommy minta Ara untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, jika mommy minta Vani yang menjelaskan nanti Alexa tahu kalau mommy kesini." Ucap Anes.
"Mom maaf Alexa udah bikin mom kesulitan sampai harus datang ke sekolah." Lirih nya, Anes tersenyum manis dan menangkup wajah cantik Alexa.
"Mom sama sekali tidak merasa sulit mom tahu Alexa melakukan itu untuk membela harga diri Alexa, Alexa gak salah yang Alexa lakukan sudah benar. Tapi mungkin Alexa melakukan nya di tempat yang tidak tepat." Ucap Anes, Alexa mengangguk dan tersenyum manis.
"Terimakasih dan maaf." Ucap Alexa, beberapa teman sekolah Alexa menatap iri kepada Alexa dan Anes.
"Tidak masalah sayang lanjutkan sekolah nya, dan mommy akan pulang dulu." Ucap Anes, Alexa mengangguk sebelum pergi tak lupa Anes memgecup kening putrinya.
Setelah kepergian Anes Vani dan Ara bertepuk tangan mereka tak menyangka jika Anes benar-benar tidak marah kepada Alexa, Alexa hanya tersenyum saja.
"Wahhh xa mommy kamu mau di tukar tambah gak, kalau mau tukar sama mami aku saja." Ucap Vani.
"Yaaaaaaaakkkkk, Vani sembarangan kalo ngomong." Ucap Alexa.
"Aku membutuhkan mami seperti mommy kamu xa sungguh, mami ku cerewet sekali sangat berbeda dengan mommy kamu." Ucap Vani, ata tertawa mendengar perkataan Vani.
"Mommy kamu sudah jadi hak milik Daddy kamu kah xa, gak bisa nih di tukar tambah? Gak apa-apa papi aku yang nambah gak apa-apa xa beneran." Ucap Vani, Vani benar-benar membuat Alexa gemas sampai Alexa mencubit gemas tangan nya.
"Gak." Ucap Alexa, Ara terkikik geli melihat tingkah Alexa dan Vani.
...
Sementara itu di sebuah mobil terlihat Anes yang sedang duduk dengan menatap kaca mobil, kali ini Anes meminta antar kepada supir wanita itu tertawa membayangkan bagaimana wajah Amel saat Alexa melawan nya.
Drrrttt...drrttt... Ponsel Anes berdering menandakan panggilan masuk.
***Panggilan telepon...
My hubby😻**: Hallo sayang bagaimana kabar nya Alexa apakah dia baik-baik saja*?
Aneska: Hmmm, putri kamu baik-baik saja sayang kamu gak perlu khawatir.
My hubby😻: Really? Tidak ada yang terluka bukan?
Aneska: Tidak Alexa aman-aman saja kamu tidak perlu khawatir dia tidak akan kenapa-kenapa.
My hubby😻: Syukurlah jika Alexa tidak apa-apa.
Aneska: CK, tentu saja tidak apa-apa orang Alexa yang muk*l.
My hubby😻: Waaahh bukankah putri kita sangat membanggakan, dia bisa melindungi dirinya sendiri.
Aneska: Haha benar sekali, hanya saja Alexa melakukan nya di tempat yang salah.
My hubby 😻: Biarkan saja Alexa anak yang bertanggung jawab, aku percaya meskipun harus di hukum Alexa akan menerima nya.
Aneska: Yap kamu benar.
My hubby 😻: Baiklah kalau begitu aku mau meeting dulu, kamu hati-hati dijalan oke.
Aneska: Oke honey.
Deandra pun mematikan panggilan telepon nya, sementara Anes hanya tersenyum saja menanggapi perkataan suaminya yang begitu takut jika putrinya akan terluka.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊