
Sementara itu di perusahaan milik Deandra, lelaki itu sedang duduk di kursi kebesarannya tiba-tiba saja Joe dan Jordan masuk lalu duduk di sofa tanpa di persilahkan.
"Ada apa?" Tanya Deandra.
"Mau nanya si Liza itu manusia apa bukan?" Ucap Jordan tiba-tiba, membuat Joe dan Dean mengernyit.
"Mana saya tahu, saya tidak pernah mengecek dia asli manusia apa bukan." Ucap Deandra, jawaban mengejutkan yang Jordan dapat dari seorang Deandra.
"Kamu tinggal sama dia sejak kalian kecil, kenapa bisa-bisanya kamu mengatakan tidak tahu." Ucap Jordan, Joe tertawa kecil seperti nya Jordan benar-benar merasa terganggu dengan sikap Liza.
"Apa yang dia lakukan?" Tanya Deandra.
"Dia selalu mengikuti kemanapun saya pergi." Ucap Jordan, Dean mengernyit bukankah Liza tidak bisa menggunakan mobil-mobil yang ada di rumahnya.
"Bersama siapa dia mengikuti kamu?" Tanya Deandra lagi.
"Dengan seorang laki-laki, sepertinya dia kekasih yang dimaksud oleh Liza." Ucap Jordan, Deandra mengangguk begitupun dengan Joe.
"Biarkan saja, kamu bagaimana apakah Liza juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan kepada Jordan?" Tanya Dean.
"Tidak dia hanya menemuiku sekali dan meminta aku untuk memberitahu dimana kamu dan Anes berada, tapi tenang aku tidak memberitahu Liza." Ucap Joe, Deandra mengangguk ia tahu ini akan terjadi namun ia tidak mempedulikan Liza lagi.
Di ruang kerja Aleta ia dan Anes baru saja selesai makan siang, namun ada seseorang yang mengetuk ruang kerja nya dan masuk dengan sedikit panik.
"Permisi nona maaf mengganggu waktu anda, tapi ini sangat penting." Ujar nya, Aleta dan Anes menatap orang itu.
"Tidak apa-apa, katakan ada apa sampai kau terlihat panik seperti itu?" Ucap Aleta.
"Di bawah ada wanita yang mengamuk dan memanggil nama nona Anes, para bodyguard sudah menahan nya tapi dia tetap tidak mau pergi." Ujar nya, Anes mengernyit bagaimana bisa para bodyguard tidak bisa mengusir orang itu.
"Baik saya akan segera kesana, kamu pergi duluan saja." Ucap Anes, orang itu mengangguk dan pergi.
Anes dan Aleta pun keluar dari ruang kerja nya dan berjalan menuju lobby, Anes dan Aleta memasuki lift.
"Siapa orang yang berani berbuat seperti itu." Ucap Aleta.
"Hanya ada satu yang berani membuat masalah dengan aku ta." Ucap Anes, Aleta menoleh menatap Anes.
"Jangan bilang mami Kenzie." Ucap Aleta, Anes mengangguk ia yakin jika itu Liza.
Saat pintu lift terbuka Anes dan Aleta berjalan dengan elegan mendekati sebuah kerumunan, disana Liza berteriak mengumpati Anes.
"Aneska percuma kamu terlahir dari keluarga kaya jika kamu menjadi paras*t di keluarga orang lain, kamu merebut kebahagiaan orang lain apa keluarga kamu tidak cukup baik untuk memberikan sebuah kebahagiaan." Teriak nya, saat melihat kedatangan Anes semua karyawan menyingkir memberikan jalan untuk nona muda nya.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Anes, Liza menatap nyalang kepada Anes.
"Untuk memberi tahu semua karyawan kamu, jika nona mereka tidak sebaik yang mereka pikirkan." Ujar nya, Anes mendecih mendengar perkataan Liza.
"Kau g*la." Ucap Anes, Liza tertawa keras dan mendekati Anes.
"Kau lah yang g*la, apa harta keluarga kamu yang begitu banyak masih kurang sampai harus merebut harta orang lain." Ucap Liza, perkataan Liza yang menyeret nama keluarga membuat Anes terluka.
"Jaga ucapan kamu Liza, aku bukan kamu yang datang tidak memiliki apapun dan menghabiskan uang orang lain dengan tidak tahu d*ri." Sengit Anes.
"Cih, aku keluarganya aku kakak nya memangnya kenapa jika aku menghabiskan uang nya. Tidak seperti kamu yang bukan siapa-siapa nya." Ucap Liza, dengan cepat Aleta sedikit menjauh dan menghubungi Deandra. Bukan apa-apa Aleta takut Anes lepas kendali, Aleta masih menghormati mama dan papa Dean maka dari itu Aleta tidak ingin Anes membuat Liza terluka meskipun ia ingin menenggelamkan Liza.
"Keluarga katamu, keluarga mana yang selalu mempermalukan keluarga nya. Deandra suamiku dan asal kamu tahu aku tidak pernah menggunakan uang milik Deandra!" Ucap Anes, Liza mendecih ia tidak percaya dengan itu.
"Bohong, wanita sepertimu tidak mungkin jika tidak menggunakan uang Deandra." Ucap Liza.
"Tentu, uang ku sudah banyak untuk apa aku memakai uang orang lain meskipun dia suamiku sendiri." Ucap Anes.
"Cih bulshit." Ucap Liza
"Jangan membuat keributan disini dan pergi, urusanmu dengan Deandra bukan dengan aku." Ucap Anes.
"Bukankah kau istrinya, apa sekarang kau sadar jika kamu tidak pantas menjadi istrinya." Ucap Liza, Aleta dan Intan merasa kasihan kepada Anes.
"Aku istrinya tapi apa yang kamu lakukan ini salah, yang memegang kekuasaan atas semua fasilitas yang kamu gunakan itu Deandra." Ucap Anes, Liza menatap Anes dengan tatapan mengejek dan mendekati Anes.
"CK, ternyata kau juga sama tidak tahu d*ri. Kau selalu mengatakan jika kamu adalah istri dari Deandra, tapi kenyataannya sampai sekarang kamu belum juga bisa memberikan keturunan untuk Deandra. Padahal kamu tahu jika Dean sangat ingin seorang anak." Ucap Liza, membuat hati Anes sakit bagai di hujam pedang yang sangat tajam.
Liza wanita itu tertawa renyah setelah mengatakan itu, Anes menatap Liza dengan mata yang memerah.
Plaaakk.... Anes menamp*r pipi Liza, membuat beberapa karyawan menjerit terkejut.
Dan kejadian itu disaksikan langsung oleh Deandra yang baru saja sampai di perusahaan milik Axel dan Aleta, ya setelah mendapat kabar dari Aleta Dean dan Joe langsung bergegas pergi ke perusahaan itu.
"Jaga ucapan kamu, aku bukan tidak memiliki anak tapi belum. Dan asal kau tahu apa yang kamu banggakan jika kamu memiliki anak tapi tidak bisa merawat dan membahagiakan nya dengan baik, lihat Kenzie kepada siapa dia berlari dan mengadu." Ucap Anes,Liza semakin kesal dengan perkataan Anes.
"Cih, tidak usah membahas tentang Kenzie. Aneska dulu aku tidak tahu apa yang membuat orang tuamu yakin menjodohkan kamu dengan Dean, tapi kini aku tahu orang tuamu ingin menipu Deandra dengan menikahkan kamu yang tidak bisa memiliki anak dengan Dean. Agar apa? Agar harta Dean jatuh ketanganmu sepenuhnya." Ucap Liza, kali ini Liza benar-benar menyulut emosi Anes.
"Cukup." Teriak Anes, air matanya menetes mendengar orang lain yang menjelekan kedua orangtuanya.
"Jangan lagi kau mengatakan sesuatu yang menjelekan mommy dan Daddy, atau akan aku patahkan lehermu sekarang." Ucap Anes, wanita itu menc*kik leher Liza.
"Aaaa." Desis Liza.
"Anes, nona Anes." Pekik Aleta, Deandra, Joe dan Intan.
"Anes lepaskan Liza." Ucap Aleta.
"Diam kalian semua diam, disini di tempat ini aku akan memb*n*h nya sekarang juga." Teriak Anes, Joe ketar-ketir mendengar perkataan Anes.
"Sayang." Lirih Dean, Anes menggelengkan kepalanya. Wanita itu menatap Deandra dengan penuh rasa sakit.
"Apa aku masih belum menjadi istri yang baik untuk kamu, sampai saudara kamu ini berkata seenaknya. Padahal dia, dia yang seharusnya malu karena memiliki anak bukan dari satu laki-laki." Teriak Anes, Liza terbelalak mendengar perkataan Anes di depan banyak orang.
"Si*lan." Teriak Liza, Anes mempererat cengkraman nya.
"Apa siapapun bisa melakukan itu terhadap kamu, oh kau bangga Liza karena banyak lelaki yang bukan suamimu tapi mampu memuaskan kamu." Ucap Anes.
Damn, semua orang langsung menatap jijik kepada Liza. Sementara Anes wanita itu masih membabi buta kepada Liza.
"Sayang kamu sudah menjadi yang terbaik." Ucap Deandra, mencoba meraih tangan Anes.
"Dia tidak bisa memberikan keturunan apa itu baik." Ucap Liza.
"Tutup mulutmu, keturunan tidak lagi penting untukku. Jika mengenai keturunan akan menyakiti Anes, maka aku lebih memilih Anes." Ucap Deandra, mendengar perkataan Dean Anes sangat terharu.
"Bo*oh." Teriak Liza, Dean menarik Anes dan memeluk Anes dengan lembut.
"Lepas." Teriak Anes, masih ada rasa sakit di dadanya.
"Sayang ssttt, aku tidak akan menuntut apapun dari kamu. Maafkan aku." Ucap Deandra, Joe langsung mengamankan Liza dan Intan wanita itu menatap ketulusan Deandra terhadap Anes.
Dean mengecup puncak kepala Anes tak henti-hentinya, dan kejadian itu membuat para karyawan ingin memiliki suami seperti Deandra.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aneska
Liza
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊