
Sore pun tiba terlihat Alexa dan Cya yang menuruni anak tangga, Anes, Deandra dan Alden menatap kedua gadis cantik itu.
"Sudah siap?" Ucap Deandra.
"Sudah sayang ayok kita berangkat." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan menggandeng tangan Anes.
Alexa, Alden dan Cya berjalan di belakang Anes mereka mengikuti langkah kaki Anes.
"Kak plis kalau kakak gak yakin lebih baik di batalin aja, aku rela kok bantu kakak buat kabur." Ucap Alexa polos, Alden hanya bisa menghela nafasnya mendengar perkataan Alexa.
"Xa jangan aneh-aneh, kamu mau di bombardir daddy dan mommy." Ucap Alden, Cya tertawa kecil mendengar perdebatan kakak dan adik itu.
Sesampainya di sebuah restoran Deandra dan Anes berjalan masuk, posisi tidak berubah dengan Cya, Alden dan Alexa yang mengekor di belakang.
"Tuan dan nyonya Gavriel senang bertemu dengan anda." Ucap seorang lelaki paruh baya, membuat Alexa menelan saliva nya.
"Alden apakah lelaki tua itu yang akan di jodohkan dengan kakak?" Bisik Alexa, bukan apa-apa masalah nya hanya ada lelaki itu disana.
"Entahlah xa aku juga tidak tahu, tapi masa iya Daddy dan mommy tega menikahkan kakak dengan lelaki tua." Balas Alden.
"Apakah ini nona Cya?" Tanya nya menunjuk Cya.
"Benar ini Lucya tuan." Balas Deandra, dan Cya pun menunduk dengan tersenyum sopan.
"Luar biasa nona Cya sangat cantik." Ujarnya membuat Alexa melotot, laki-laki tua seperti itu masih bisa menggombal?
"Senang bertemu dengan anda tuan." Ucap Cya, lelaki itu mengangguk dan tersenyum manis.
"Apa-apaan ini Alden, kenapa kakak mengatakan dia senang bertemu dengan lelaki tua itu." Bisik Alexa geregetan.
"Alexa aku mohon tutup mulutmu kau terlalu banyak bicara sejak tadi." Geram Alden.
"Ah ya silahkan duduk tuan dan nyonya Gavriel." Ujar nya, Anes dan Deandra pun mengangguk lalu duduk di kursi dengan mengedarkan pandangannya.
"Dimana Elang?" Ucap Anes, karena ia benar-benar tak melihat kehadiran lelaki itu.
"Ah, Elang sedang menjemput mommy nya. Kau tau nona bagaimana repot nya wanita bersiap-siap untuk sebuah pertemuan penting ini." Ucap lelaki tua itu.
"Ah, benar sekali tuan kita sebagai laki-laki harus menambah kesabaran untuk menunggu wanita bersiap-siap." Ucap Deandra, membuat Anes memicingkan matanya.
"Aku gak kaya gitu dad kamu jangan aneh-aneh." Ucap Anes, lelaki tua itu pun tertawa bersama dengan Deandra.
"Alden Elang itu siapa?" Tanya Alexa.
"Alexa demi apapun kau sangat menyebalkan." Grutu Alden, Alexa tertawa hal itu mengalihkan perhatian lelaki tua itu.
"Ah saya sampai lupa tuan nyonya, apakah ini Alexa putri kalian?" Tanya nya, pertanyaan itu membuat Alexa berhenti tertawa.
"Betul sekali tuan ini Alexa dan ini Alden kakak kembar Alexa." Ucap Deandra, Alexa dan Alden pun tersenyum sopan.
Tak lama kemudian terlihat seorang lelaki yang sedang berjalan dengan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, lelaki itu terlihat tampan, gagah dan dingin dengan tatapan tajam nya.
"Nyonya Gavriel ah maaf sekali karena saya dan Elang membuat kalian menunggu." Ucap seorang wanita.
"Tidak apa-apa nyonya kami juga belum lama sampai." Balas Anes ramah, wanita itu tersenyum dan duduk di samping lelaki paruh baya.
"Apakah ini Lucya?" Tanya wanita itu, Cya hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis.
"Benar ini Lucya." Ucap Anes.
"Cantik sekali sangat cocok dengan Elang." Ucap wanita itu, Alexa menganga mendengar nya.
Ternyata dugaan dia tentang lelaki tua itu salah, dan calon suami kakak nya itu terlihat seperti sang Daddy yang memiliki tatapan tajam.
"Terimakasih Tante." Ucap Cya.
"Cya perkenalkan ini Erlangga Mahendra, kakak harap pertemuan ini bisa membuat kamu dan Elang lebih dekat." Ucap Anes lembut, Cya mengangguk.
"Elang ini Lucya Liona Gavriel, mami harap untuk kali ini kamu menerima perjodohan ini. Mami tidak menerima penolakan karena Cya sudah paling cocok untuk kamu." Ucap mami Elang.
"Mami tenang saja kali ini aku tidak akan mengecewakan mami." Ucap Elang, membuat Cya mendongak dan menatap wajah tampan Elang.
"Al ternyata tebakan aku salah." Ucap Alexa.
...
Keesokan harinya saat semua orang di rumah nya sibuk bekerja, wanita cantik itu pergi ke rumah Ike dan duduk di ruang tamu bersama dengan Nana dan Ike yang menatap Anes dengan serius.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya Anes.
"Kini kami berpikir ternyata kamu dan nyonya Gavriel tidak ada bedanya." Ucap Nana tertawa kecil.
"Benar, tapi Anes lebih bermanusiawi karena tidak memaksa Cya." Ucap Ike.
"Apalagi yang bisa aku lakukan selain melakukan itu? Kalian tahu bagaimana Cya selalu di manfaatkan oleh lelaki." Ucap Anes.
"Tapi apakah lelaki itu tampan?" Tanya Ike.
"Menurutku dia sangat tampan." Ucap Anes.
"Tampan mana Dean dan Elang?" Ceplos Nana, Anes menatap Nana dengan lirikan mematikan.
"Wah Nana ngajak adu mekanik." Ucap Ike.
"Haha gak gitu aku kan nanya." Ucap Nana.
"Tapi gak gitu loh masa di samain sama tuan muda." Canda Ike.
"Ya gantengan Elang lah kalo sekarang, tapi kalo pas Dean masih muda tetep Dean Nomor satu." Ucap Anes, Nana dan Ike tertawa renyah mendengar nya.
"Ketika tuan muda kalah sama daun muda ke." Kekeh Nana, Anes ikut tertawa mendengar perkataan Nana yang konyol.
Tak lama kemudian Jake pulang dan menatap para ibu-ibu yang sedang bergosip, begitupun dengan ibu-ibu itu mereka juga menatap Jake.
"Kenapa liatin aku kaya gitu?" Tanya Jake, Ike menatap putranya dan mencebikan bibirnya.
"Sebelum kami menatap kamu Jake, kamu yang lebih dulu menatap kami dengan tatapan aneh." Ucap Ike, Jake tertawa kecil dan menatap mami nya.
"Aku hanya heran saja karena tumben sekali personil ibu-ibu cecepi ini lengkap." Ceplos Jake, membuat Anes menganga dengan kelakuan anak Ike.
"Waaah Ike, aku kira hanya anak-anak ku yang kurang asem ternyata putramu juga sama." Ucap Anes, Nana tertawa mendengar perkataan Anes.
"Yaaak, kau belum tahu saja bagaimana drama yang selalu ada di rumah kami." Ucap Nana, Jake tertawa mendengar keluhan ibu-ibu yang tertekan karena kelakuan anak-anak nya.
"Aku tidak ingin tahu keluhan kalian, yang jelas itu sudah menjadi konsekuensi mami-mami cantik yang memiliki anak-anak super aktif seperti kami." Ucap Jake dan berjalan ke kamar nya.
"Putramu itu terlihat sangat menyebalkan." Canda Anes.
"Ya mau gimana bukankah yang namanya anak itu bagaimana orang tuanya." Ucap Ike.
"Apakah kamu juga menyebalkan?" Ucap Nana menatap Ike dengan penasaran.
"Yaaak, bukan aku. menyebalkan yang aku maksud itu papi nya, sikap menyebalkan Jake menurun dari Joe." Geram nya, Nana dan Anes tertawa mendengar perkataan Ike.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊