
Dua hari setelah pulang dari berlibur Anes dan Deandra memutuskan untuk pergi ke kantor nya masing-masing, pagi ini Anes sudah duduk di meja makan terlebih dahulu karena suaminya masih bersiap-siap.
"Selamat pagi Ike, Kenzie dan mbak." Ucap Anes.
"Pagi nona." Balas Ike, suster, dan satu wanita lain yang ikut berbaris dengan Ike.
"Pagi Tante." Ucap Kenzie, Anes tersenyum dan duduk manis di ruang makan.
"Waaah, nona Anes wajah nya terlihat sangat berbinar. Berhasil kah nona?" Ucap Ike kepo.
"Berhasil ke buktinya tuan muda auranya lebih terlihat." Ucap suster.
"Aaaaa, mbak Deandra junior mbak bentar lagi on the way mbak." Ucap Ike kegirangan.
"Ike." Panggil Anes.
"Siap nona." Ucap Ike.
"Ini siapa ya kok saya baru lihat?" Tanya nya.
"Loh nona belum tahu? Ini mbak Nana nona dia yang akan menemani nona kemanapun nona pergi." Ucap Ike, tunggu Anes seperti tidak asing dengan wajah Nana.
"Apakah kita pernah bertemu, kenapa saya seperti pernah melihat kamu." Ucap Anes.
"Pernah, saat nona tinggal di negara K saat itu nona membantu saya dari para pembully." Ucap Nana, Anes tercengang ternyata teman kampus Anes dulu.
"Nana yaampun maaf saya lupa sama kamu, tapi bagaimana bisa kamu mengenal Dean." Ucap Anes bingung.
"Karena orang tua saya bekerja sama dengan orang tua tuan muda nona." Ucap Nana, Anes tersenyum manis kepada Nana.
"Ternyata dunia ini sempit ya, saya gak nyangka kalau kita akan bertemu lagi." Ucap Anes.
"Saya yang lebih tidak percaya jika nona ternyata menjadi istri dari tuan muda." Ucap Nana.
"Sulit untuk diceritakan." Ucap Anes, Anes kembali duduk dan menatap Kenzie.
"Ken mau makan apa?" Tanya Anes.
"Mau roti kacang Tante." Jawab nya, Anes mengangguk dan tersenyum.
Tak lama kemudian Deandra turun lelaki itu berjalan dengan memakai jam tangan nya, setelah itu Dean berjalan menatap lurus kedepan.
"Selamat pagi semuanya, selamat pagi Ken, pagi sayang." Ucap Deandra, mengecup kening Anes begitu saja.
Ike, suster, dan Nana refleks menutup mata mereka, hati Ike dan kedua rekan nya itu sudah tidak karuan.
"Jantung Ike gak aman mbak gak aman." Ucap Ike.
"Sama ke berasa mau lompat dari tempat nya." Ucap suster.
"Anak baru jangan diam-diam baee apa." Ucap Ike, Dean dan Anes menatap ketiga wanita yang sedang menutup matanya.
"Kalian kenapa?" Tanya Dean.
"Anu tuan jantung Ike jedar-jeder." Ucap Ike, tentu saja ia merasa bahagia Ike tahu betul bagaimana dulu Dean memperlakukan Anes.
"Liburan bisa membuat macan menjadi meong ya." Ceplos Nana, Ike dan suster mengulum bibir nya menahan tawa.
Anes dan Deandra menggelengkan kepalanya, Anes mengambilkan makanan untuk suaminya. Setelah itu ia juga mengambil makanan untuk Kenzie.
Setelah selesai sarapan Anes di antara ke kantor oleh Deandra, sementara Nana wanita itu membawa mobil sendiri karena takut jika Dean tidak bisa menjemput Anes nanti.
"Kamu hati-hati dijalan ya." Ucap Anes, saat wanita itu akan turun dari mobil.
"Hmmm." Ucap Deandra, lelaki itu menarik tengkuk Anes dan memgec*p b*b*r Anes.
"Cih, kebiasaan." Cibir Anes, Dean tersenyum dan keluar dari mobil.
Deandra lelaki itu membukakan pintu mobil untuk Anes, sementara Nana sudah menunggu dekat pintu masuk.
"Saya pergi dulu." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum.
Dean pun langsung pergi ke kantor nya, Anes berjalan masuk diikuti oleh Nana dari belakang nya. Saat akan memasuki lift Anes berpapasan dengan Intan, saat itu Anes dan Dean belum memberi tahu Intan karena hari ini Dean masih sibuk Anes pastikan ia dan Dean akan secepatnya memberi tahu Intan.
"Pagi nona." Sapa Intan.
"Hmmm, pagi Intan." Balas Anes, bisa-bisanya Anes bersikap biasa saja kepada Intan.
"Anes." Panggil Aleta.
"Hai." Balas Anes.
"Wajah apakah ini kenapa terlihat bahagia sekali hmmm, ngaku apa yang Dean lakukan." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta dan mengalihkan pandangan nya kepada Intan.
"Eh, maaf suka gak tau tempat emang." Ucap Aleta, intan hanya mengangguk saja.
"Selamat pagi tuan." Sapa beberapa karyawan wanita.
"Hmmm, pagi."Balas Deandra, membuat para karyawan tercengang.
"Tuan muda tumben ramah ada angin dari mana." Ucap karyawan A.
"Hey, jangan lupa kalau tuan muda baru saja pulang berlibur dengan istrinya." Ucap karyawan B.
"Aaaa, sudah dapat hadiah bombastis pasti." Ucap mereka.
"Tuan muda junior sebentar lagi launching." Ucap para karyawan kegirangan, mereka tidak pernah melihat Dean seramah ini dan baru sekarang.
Di ruang kerja nya Deandra duduk di kursi kebesaran nya, tiba-tiba saja Joe dan Jordan masuk kedalam ruang kerja Dean.
"Ngapain kalian?" Tanya Dean.
"Mau wawancara." Ucap Joe dengan polos.
"Wawancara?" Tanya Deandra mengernyit heran.
"Iya wawancara, bagaimana acara berlibur nya tuan muda apakah anda berhasil unboxing." Ucap Joe.
"Masih nanya si Joe gak liat itu wajah nya berseri-seri seperti itu." Ucap Jordan.
"Berhasil pasti." Ucap Joe.
"Gaya doang disuruh liburan nolak, giliran sudah berdua bablas juga de." Ledek Jordan.
"Ya gimana gak bablas ya, orang nona Anes diam saja menarik." Ucap Joe.
"Berhenti bilang Anes menarik." Ucap Deandra.
"Wihh sekarang gak boleh ada yang puji Anes Joe." Ucap Jordan.
"Sekarang sudah hak milik Jo." Ucap Joe, Jordan tertawa begitupun dengan Joe.
"Nyesel kan kamu de." Ucap Jordan, Deandra mengernyit heran.
"Nyesel kenapa?" Tanya Deandra.
"Nyesel kenapa gak dari dulu unboxing si Anes." Ucap Jordan, Joe tertawa lepas.
"Dean gak asik Jo dia sudah ternodai." Ucap Joe, Deandra melempar pulpen dan tepat mengenai kepala Joe.
"Si*lan, pergi kalian." Ucap Deandra.
"Ah gak bisa ah, orang kita di tinggal satu minggu masih kangen de." Ledek Jordan.
"Jangan gitu de bilang saja, kenapa ga cinta sejak awal si kalau tahu seistimewa ini." Ucap Joe, mamp*s saja kau Dean gara-gara liburan yang direncanakan oleh Joe jadi bahan ejekan.
"Saya bertemu dengan X." Ucap Dean, membuat Joe dan Jordan tercengang.
"Hah? Serius terus gimana?" Ucap Joe dan Jordan.
"Dia mengetahui Anes istri saya." Ucap Dean tersenyum tipis, membuat Joe dan Jordan mencibir.
"Bilang saja kau bangga karena bisa membuktikan istrimu lebih segalanya dari X kan." Ucap Jordan.
"Tidak, mereka berkenalan." Ucap Dean.
"Bagaimana bisa?" Tanya Joe.
"Tentu saja bisa mereka punya tangan untuk berjabat, dan memiliki mulut untuk berbicara dan saling menyapa." Ucap Deandra, kali ini Joe dan Jordan yang dibuat kesal.
"Bodo amatlah Dean, yang kita ingin tahu soal liburan kamu bukan soal si x." Ucap Jordan, Deandra tertawa senang karena berhasil membuat kedua sahabatnya kesal.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊