
Sepulang dari luar Anes dan Dean langsung duduk di sofa, kedua orang itu merasa kepanasan karena berlama-lama dibawah terik matahari.
"Haus tidak?" Tanya Anes, mengusap wajah tampan suaminya.
Aaarrggghhh, wajah tampan Dean selalu membuat hati Anes berbunga-bunga. Dan kini ia bangga karena suaminya ternyata lebih tampan dari suami teman-teman nya, selain itu suami Anes juga bukan orang yang biasa.
Meskipun Anes tidak pernah berkumpul dengan teman-teman saat sekolah ataupun kuliah nya, tapi Anes tahu betul bagaimana teman-teman nya.
Dulu teman-teman sekolah Anes yang tahu jika mommy dan Daddy Anes menikah karena perjodohan, mereka juga berpikir mungkin Anes juga akan menikah karena perjodohan. Tidak peduli tua atau muda yang penting kaya, itulah yang ada di pikiran teman-teman Anes.
Namun kini Anes bisa membuktikan jika mommy dan Daddy tidak sembarangan dalam memilih pasangan hidup untuk Anes, buktinya Deandra terlewat tampan bagi Anes.
"Hmmm." Balas Dean, lelaki itu menatap Anes yang bangun dari duduknya.
"Aku ambilkan minum dulu." Ucap Anes.
"Hati-hati." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.
Setelah mengambilkan minuman untuk Deandra, Anes kembali duduk disamping suaminya itu dan bertanya kapan mereka akan pulang.
"Kapan kita pulang?" Tanya nya.
"Terserah kamu maunya kapan." Ucap Deandra.
"Bagaimana jika besok atau lusa." Ucap Anes.
"Boleh jika itu yang kamu inginkan." Ucap Deandra, Anes mengangguk baiklah malam nanti ia akan merapikan barang-barang nya.
"Besok saja oke." Ucap Anes.
"Hmmm." Balas Deandra, Anes tersenyum dan bersandar pada dada bidang suaminya.
...
Keesokan harinya Anes dan Deandra sudah terlihat rapi, Dean merangkul pinggang Anes menuju mobil. Mereka akan pulang hari ini.
"Sayang sampai sana aku akan langsung ke kantor." Ucap Deandra, ada sesuatu yang harus ia selesaikan di kantor nya.
"Tidak masalah aku juga akan langsung ke kantor." Ucap Anes, Dean mengangguk dan melajukan mobilnya dengan santai.
Sesampainya di kota tempat tinggal mereka Dean mengantar Anes ke kantor lebih dulu, bersyukur karena Anes dan Dean pulang pagi-pagi sekali jadi ia bisa sampai ke kantor sebelum makan siang.
"Kamu hati-hati dijalan ya, aku turun duluan." Ucap Anes, Dean mengangguk tak lupa lelaki itu memgecup kening Anes.
"Kamu juga jangan lupa makan siang nya ya." Ucap Dean, Anes mengangguk dan keluar dari mobil.
Sementara Deandra lelaki itu langsung melajukan mobilnya menuju kantor, ia ingin tahu apa saja yang dilakukan Liza kepada dua orang kepercayaan nya yaitu Joe dan Jordan.
Saat Anes memasuki gedung perusahaan terlihat para karyawan yang menyambut Anes dengan senyum manis mereka, Anes juga membalas senyum manis mereka.
Dan Anes langsung pergi ke ruang kerja Aleta, Anes ingin memberikan kejutan kepada Aleta yang sedang menunggunya.
"Aneska." Pekik Aleta, wanita itu bangun dari kursinya dan memeluk Anes.
"Aduh-aduh ibu hamil nya aku, gimana kabar kamu." Ucap Anes.
"Kangen banget aku sama kamu, jahat banget tiba-tiba ngilang dan lama gak ke kantor." Ucap Aleta, Anes tersenyum kini keduanya itu duduk di sofa ruang kerja Aleta.
"Iya maaf ta, kamu tahu sendiri kan mama gak pernah ada di rumah. Jadi selama mama pulang aku usahain buat stay di rumah." Ucap Anes, Aleta mengangguk ia tahu Anes sangat merindukan mertuanya yang kelewat baik.
"Iya nes aku paham kok, tapi gimana liburan kamu happy?" Ucap Aleta.
"Hmmm, menurut kamu dengan aku pulang lebih cepat apa gak happy gitu." Ucap Anes, Aleta tertawa ia tahu Anes pasti bahagia.
"Iyadeh iya aku tahu kamu pasti bahagia." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta dan perut saudaranya itu.
"Berapa Minggu?" Tanya Anes, ia mengelus perut Aleta yang masih terlihat datar.
"Heh kok nangis kenapa?" Tanya Aleta, wanita itu mengusap air mata Anes.
"Ya bayangin aja si ta kita selalu sama-sama dari kecil, dan akhirnya kita berpisah karena suatu masalah sampai aku harus tinggal beda negara sama kamu. Sampai akhirnya aku kembali dan kita gak kepisah lagi kan, tapi kita akhirnya benar-benar berpisah karena sudah memiliki keluarga masing-masing." Ucap Anes, Aleta ikut menangis mendengar perkataan Anes.
Anes tidak tahu jika Aleta cukup sensitif di kehamilan nya, ia malah membahas hal-hal yang membuat mood Aleta menurun.
"Hiks..hiks... Iya kamu bener, aku bahkan mikir kita nikah kecepatan apa gimana si nes. Perasaan pas nikah umur aku sudah tua nes, dibandingkan dengan kamu yang nikah di usia yang masih muda." Ucap Aleta, Anes tercengang ini kenapa malah Aleta yang meraung.
"Ta kok nangis nya sedih banget si." Ucap Anes.
"Gak tau aku jadi suka nangis nes, gaboleh sedih sedikit kaya gini." Ujar nya, Anes jadi tertawa mendengar perkataan Aleta.
"Sudah dong jangan cengeng kaya gini gak lucu ah." Ucap Anes, wanita itu mengusap air mata Aleta.
"Iya maaf ya aku malah nangis-nangis seperti ini." Ucap Aleta, Anes tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Enggak apa-apa kamu santai saja, ini sudah jam makan siang kamu mau makan apa?" Tanya Anes.
"Makan apa saja nes, tapi kita makan disini saja ya gak usah keluar." Ucap Aleta, Anes mengangguk mengikuti keinginan ibu hamil yang satu itu.
"Oke kita pesan dulu makanan nya." Ucap Anes, Aleta mengangguk.
Anes dan Aleta pun menunggu makanan yang mereka pesan sampai, dan tidak lama kemudian ada Intan masuk kedalam ruang kerja Aleta.
"Permisi nona." Ucap Intan, wanita itu belum tahu jika Anes sudah kembali ke kantor.
"Masuk tan." Ucap Aleta, Intan tersenyum kepada Anes yang juga tersenyum kepadanya.
"Ini konsep pemotretan yang nona inginkan, apa sudah sesuai?" Ucap Intan, Anes ikut melihat konsep yang di serahkan kepada Intan.
"Bagaimana nes?" Tanya Aleta, Anes menatap dan meneliti.
"Saran saya jika kamu menggunakan kalung yang ini kamu memakai dress berwarna hitam, karena kalung nya terlihat simple dan elegan." Ucap Anes, Intan mengangguk dan tersenyum.
"Baik apa ada lagi nona?" Tanya nya, Anes menggelengkan kepalanya.
"Sudah cukup, yang lainnya sudah bagus hanya yang ini saja." Ucap Anes, Intan mengangguk dan pergi dari ruang kerja Aleta.
Setelah kepergian Intan makanan yang di pesan oleh Anes dan Aleta pun tiba, keduanya menyantap makan siang dengan tenang.
"Nes kamu liburan lama tumben." Ucap Aleta.
"Iya, Dean lagi manja ta." Balas Anes.
"CK, berasa punya bayi gede kan sekarang." Ucap Aleta tertawa kecil.
"Bukan lagi si, tapi gak apa-apa yang manja kan suami sendiri bukan suami orang." Ucap Anes, Aleta tertawa mendengar perkataan konyol Anes.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊