
Setelah selesai makan malam Anes mengajak Kenzie ke kamar nya, sebelum itu Anes meminta suster untuk mengganti pakaian Kenzie terlebih dahulu.
Di ruang makan mama dan papa masih berbincang dengan Deandra, papa memastikan jika mama sudah memberi tahu putra semata wayangnya itu mengenai keadaan Kenzie.
"Dean sudah di beri tahu ma?" Tanya papa, mengingat Anes yang begitu dekat dengan Kenzie papa merasa sedikit khawatir dengan keadaan menantu nya itu.
"Sudah pa mama sudah memberi tahu Dean mengenai Kenzie." Ucap mama, papa mengangguk ia merasa bersalah kepada Kenzie atas hal ini.
"Ini semua karena Liza jika dia bisa membagi waktunya sedikit saja untuk Kenzie, semua ini tidak akan pernah terjadi." Ucap papa.
"Pa aku sudah sering mengatakan jika kita tidak perlu memanjakan Liza, tapi papa yang selalu memaafkan kesalahannya." Ucap Deandra.
"Dean kamu tahu sejak lama papa dan mama ingin memiliki anak perempuan, tapi kenapa Liza tidak berubah dan semakin menjadi-jadi lihat sekarang anak nya yang menjadi korban." Ucap papa, Deandra terdiam sudahlah papa dan mama memang selalu memanjakan anak-anaknya termasuk Deandra sendiri.
Setelah selesai berbincang dengan papa lelaki itu masuk kedalam kamar nya ia melihat Kenzie yang sudah terlelap dalam pelukan Anes, Dean melepaskan tangan Anes yang memeluk Kenzie dengan hati-hati.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Anes tiba-tiba membuka matanya hal itu membuat Deandra cukup terkejut.
"Ashhh sayang kamu membuatku kaget." Ucap Deandra.
"Ah maafkan aku." Ucap Anes tersenyum manis, Deandra mengangguk dan kembali melepaskan pelukan Anes.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" Tanya Anes, malah mengeratkan pelukannya.
"Sayang mama dan papa meminta agar kamu tidak tidur semalaman dengan Kenzie." Jawab Deandra.
"Kenapa bukankah biasanya juga aku di perbolehkan untuk tidur dengan Kenzie." Ucap Anes.
"Sayang mama mengatakan jika akhir-akhir ini Ken sering terbangun dan mengamuk setiap malam, jadi sebaiknya aku memindahkan Kenzie ke kamar nya." Ucap Deandra, Anes menggelengkan kepalanya.
"Gak Kenzie gak akan kemana-mana Dean." Ucap Anes.
"Nes aku takut Kenzie akan menyakiti kamu." Ucap Deandra.
"Enggak percaya sama aku Kenzie tahu siapa yang membuat nya nyaman, sudah jangan banyak bicara lebih baik kamu tidur." Ucap Anes, melihat tatapan tajam istrinya akhirnya Deandra pun menurut.
Lelaki itu tidur di belakang Anes dan memeluk istrinya dari belakang, tengah malam Kenzie mulai merengek dan itu membuat Deandra langsung terjaga.
"Sssttt Ken bobok ya jangan takut tante ada disini." Ucap Anes dengan mata terpejam.
Kenzie pun kembali tenang dan terlelap, Deandra tercengang melihat nya apakah Anes bisa menghipnotis sampai Kenzie tidak jadi bangun.
Entahlah sebaiknya Deandra tidur lagi ia juga merasa ngantuk malam ini, pagi hari Kenzie terbangun dan duduk ia melihat om dan tante nya yang masih terlelap.
"Selamat pagi tante dan om." Lirih nya, mengecup kening Anes dan Deandra.
Setelah itu Kenzie keluar dari kamar Deandra ia akan mandi untuk bersekolah, Deandra menggeliat dan mengerjapkan matanya lelaki itu terkejut melihat Kenzie yang sudah tidak ada di samping istrinya.
"Sayang Kenzie hilang sayang." Ucap Deandra, Anes langsung bangun dari tidurnya.
"Kenzie mana?" Tanya Anes.
"Ya mana aku tahu semalam kan tidur di pelukan kamu." Ucap Deandra, Anes mendengus ia turun dari tempat tidur dan mencari keberadaan Kenzie.
"Ken Kenzie kamu dimana sayang." Panggil Anes.
"Kenzie." Panggil Deandra.
"Sayang kalian kenapa?" Tanya mama.
"Kenzie hilang ma." Ucap Deandra, mama tertawa kecil melihat menantu dan putranya yang panik mencari Kenzie.
"CK, Kenzie gak hilang tadi dia bangun pagi-pagi sekali dan minta di mandikan oleh suster nya. Karena hari ini dia akan mendaftar di sekolah yang baru." Ucap mama, Anes dan Deandra menghela nafas lega.
"Kamu ngagetin aku saja." Ucap Anes memukul tangan suaminya.
"CK, maaf lagian kan aku khawatir sayang. Ngomong-ngomong kenapa Kenzie pindah sekolah?" Tanya Deandra.
"Semalam dokter menyarankan agar Kenzie sekolah di sekolahan yang membuat nya nyaman, jadi mama dan papa menyetujui nya semoga saja dengan sekolah yang baru dan teman-teman baru Kenzie merasa aman dan nyaman." Ucap mama, Anes dan Deandra mengangguk semoga saja keputusan kali ini tepat.
...
"Nona akhirnya nona pulang juga Ike kangen sama nona." Ucap Ike, Anes tertawa mendengar perkataan Ike.
"Ck, saya pergi belum lama masa kamu sudah kangen saya." Ucap Anes, wanita itu duduk di sofa dan merebahkan tubuhnya di sana.
"Ike kue nya sudah jadi." Ucap Nana, Anes menoleh dan tersenyum manis melihat kehadiran Nana.
Ya Jordan memang sudah mengatakan itu kepada Dean, ia ingin Nana di rumah Deandra jika Jordan sedang bekerja. Dan Jordan juga akan mempercepat proses renovasi rumah nya, agar Nana aman.
"Nona sudah pulang." Ucap Nana, Anes mengangguk mengiyakan.
"Hmmm, kamu buat kue apa?" Tanya Anes.
"Ini nona saya buat bolu pisang." Ucap Nana, Anes mengernyit mendengar perkataan Nana.
"Cobain nona enak muantap." Ucap Ike, Anes tertarik dan mencoba nya sedikit.
"Emmm ini enak loh lembut banget." Ucap Anes.
"Enak kan nona." Ucap Ike.
"Enak lah ke baru pulang ke rumah langsung dikasi kue, ini gak sekalian jus nya gitu ya biar makin enak." Ucap Anes, Nana, Ike dan suster tertawa kecil mendengar perkataan nona nya.
"Siap nona mau jus apa?" Tanya suster.
"Panas-panas seperti ini jus mangga sus yang enak jangan lupa di tambahin es ya." Ucap Anes, lihatlah Anes bahkan lupa jika ia nona di rumah ini.
Mereka malah terlihat seperti teman yang sedang berkumpul, Nana meletakan piring berisi kue itu di meja.
"Emmm enak Nana pinter masak pasti Jordan betah di rumah." Ucap Anes.
"Jangankan tuan Jordan nona Ike juga betah kalau tiap hari di buatin kue." Ucap Ike, Anes tertawa dan menepuk dahi Ike membuat Ike tertawa lepas.
"Kamu apa si yang ga enak ke coklat pake sambel aja kaya nya enak di mulut kamu." Ucap Anes, Ike tertawa renyah nah kan Anes bikin Ike lepas kontrol.
"Nona jangan buka kartu kan Ike jadi malu." Ucap Ike, kali ini Anes yang dibuat tertawa.
"Gak ngerti lagi ini orang-orang dirumah makan apaan si, hal kecil saja bisa seramai ini." Ucap Anes.
"Nona jus nya." Ucap suster, Anes mengambil jus itu dan meneguk nya.
"Kalau nona muda nya bukan nona Anes kita juga mana mungkin seperti ini." Ucap Ike, Anes tersenyum manis menanggapi perkataan Ike dan kini mereka makan kue bersama dengan berbincang dengan asik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏 😊