Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 265


Keesokan harinya Anes bangun terlambat karena hukuman yang diberikan oleh suaminya semalam, bahkan Deandra saja sudah tidak ada di samping nya.


Pikiran Anes yakin jika saat ini Deandra sudah pergi ke kantor nya, Anes menutupi wajahnya dengan selimut ia terbayang-bayang kegiatan nya dengan Dean tadi malam.


"Ada apa dengan kamu Anes kau bahkan selalu jatuh cinta dengan setiap kegiatan nya bersama kamu di kasur, arrggggghhhh aku bisa g*la jika terus memikirkan suami tampan ku itu." Gumam nya, Cya mengintip Anes di balik pintu kamar nya.


"Apakah kakak ku setampan itu sampai membuat kak Anes selau jatuh cinta?" Ucap Cya, membuat Anes membuka kembali selimut nya dan menatap Cya dengan wajah terkejut.


"Cya sejak kapan kamu berada disitu?" Tanya Anes.


"Belum lama tapi tadi aku sempat mengetuk pintu namun kakak tidak mebuka nya." Ucap Cya jujur.


"Ya ampun kamu ngagetin kakak." Gumam Anes, wajah nya sedikit merona membuat Cya memicingkan matanya.


"Kak hello sudah punya anak dua kan kenapa kaya pengantin baru gini pake malu-malu segala." Ucap Cya, Anes menolehkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Cya.


"Gak ada siapa yang malu-malu." Ucap Anes mengelak.


"Gak usah bohong aku tahu kalau saat ini kakak aku sedang malu-malu meong." Ucap Cya, di susul dengan tawa nya.


"Lucya cukup jangan membuat aku_" Ucapan Anes terhenti.


"Jangan membuat kakak semakin malu iya kan." Goda Cya, Anes menggeram dan membuat Cya berlari keluar dari kamar Anes.


"Hahaha." Tawa Cya membuat Anes menggerutu kesal, dan setelah itu Anes memutuskan untuk membersihkan tubuhnya saja.


"Nona Cya mau kemana?" Tanya Mbak Lia, saat melihat Cya duduk di meja makan dengan pakaian yang terlihat rapi.


"Aku mau keluar sebentar mbak ada urusan." Ucap Cya, dari kejauhan terlihat Anes yang berjalan dan duduk di hadapan Cya.


Ya, selesai membersihkan diri Anes memutuskan untuk pergi ke ruang makan.


"Kamu mau kemana?" Tanya Anes.


"Aku mau keluar sebentar kak ada urusan." Ucap Cya.


"Ada urusan atau mau bertemu dengan X?" Ucap Anes, Cya tertawa kecil ia tahu jika Anes masih merasa khawatir terhadap dirinya.


"Tidak, aku tidak akan bertemu dengan siapapun kak." Ucap Cya.


"Awas ya Cya kalau sampai kamu bertemu lelaki itu lagi, apalagi kalau kamu sampai menjalin hubungan kembali. Ingat dia laki-laki yang tidak bisa menghargai kamu!" Ucap Anes dengan tegas, Cya yang mendengar itu menghela nafasnya dan tersenyum.


"Iya Cya tahu kak, dan terimakasih karena kakak sudah sangat peduli kepada Cya." Ucap Cya, Anes menoleh menatap Cya dengan tatapan lembut nya.


"Tentu saja aku peduli karena kamu sudah seperti anak gadisku sama seperti Alexa, intinya aku tidak akan diam saja jika ada yang menyakiti kamu." Ucap Anes dengan tulus, membuat Cya mengangguk dan tersenyum menatap Anes.


Cya berpikir betapa bo*oh nya ia dulu karena tidak mendengarkan perkataan Anes, dan malah bertengkar dengan Anes hanya karena lelaki yang tidak menghargai dirinya.


...


Di sebuah perusahaan besar terlihat Deandra yang sedang berkutat dengan pekerjaan nya, namun tiba-tiba saja lelaki itu tersenyum mengingat kejadian semalam antara dirinya dan Anes.


"Si*l kenapa jadi seperti ini, aku dan Anes bahkan sudah memiliki dua anak tapi kenapa ini seperti baru pertama kali." Gumam Dean, lelaki itu mengacak rambut nya.


"Apakah Anes juga merasakan hal yang sama? Dulu kami saling menolak satu sama lain namun kini kami tidak bisa hidup tanpa salah satunya." Gumam Deandra, sampai tiba-tiba Jordan masuk ke ruang kerja nya.


"Kamu kenapa de sakit?" Ucap Jordan, yang melihat Deandra senyum-senyum sendiri.


"Tidak." Jawab Deandra singkat.


"Yakin, terus kenapa tuh senyum-senyum sendiri?" Ucap Jordan.


"Tidak ada siapa yang senyum-senyum sendiri." Balas Deandra.


"Elah udah ge pergok juga pake acara ngelak." Cibir Jordan, Deandra hanya memasang wajah datar nya saja.


"Mau apa kamu kesini?" Ucap Deandra, namun Jordan masih kepo kenapa Deandra senyum-senyum sendiri.


"Tidak." Jawab Deandra.


"CK, de kamu gak bisa bohong aku dan Joe tahu ekspresi seperti itu." Ucap Jordan.


"Ekspresi apa?" Ucap Deandra.


"Ekspresi seperti orang g*la." Ceplos nya lagi, membuat Deandra melempar pulpen kepada Jordan.


"Kampr*t." Ucap Deandra, Jordan pun tertawa terbahak-bahak.


"Lagian de ya ampun kamu nikah sama Anes sudah lama, bahkan kalian sudah menghasilkan dua makhluk Tuhan yang lucu-lucu dan menggemaskan. Apa lagi yang kamu pikirkan?" Ucap Jordan, ia tak habis pikir dengan sikap Deandra yang bucin akut terhadap Anes.


"Tidak ada apa-apa saya juga sadar jika saya dan Anes sudah menjalin hubungan pernikahan sampai sejauh ini, tapi apa kamu lupa jika kami pernah sangat menolak pernikahan ini hingga akhirnya kami benar-benar bersama. Sungguh ini kebahagiaan tersendiri untuk saya." Ucap Deandra, Jordan semakin tertawa mendengar perkataan Dean.


"Sudah Dean aku tahu kamu merasa sangat bangga karena dari sekian banyak nya lelaki yang menginginkan Anes, kamu lah pemenang nya kamu lah yang bersama Anes sampai dia tua begitu kan." Ucap Jordan.


"Ya." Jawab Deandra, Jordan tercengang mendengar jawaban teman nya itu.


"Cih." Cibir Jordan, lelaki itu melempar sebuah map ke meja kerja Deandra.


"Tanda tangani." Ucap Jordan, dan tanpa banyak bicara Dean pun menanda tangani berkas itu.


"Sudah pergilah." Ucap Dean, sungguh Dean sangat menyebalkan. Apakah lelaki itu sedang mengalami jatuh cinta kedua kali kepada Anes?


"Kau benar-benar g*la." Ucap Jordan.


"Dan kau lebih g*la." Balas Deandra, Jordan menoleh menatap Dean.


"Kenapa aku?" Protes Jordan.


"Ya karena jika aku g*la berarti kau lebih g*la, karena bekerja denganku yang katamu g*la." Ucap Dean tersenyum penuh kemenangan, sementara Jordan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Si*l." Dengus Jordan, Dean tertawa kecil melihat reaksi Jordan yang terlihat kesal.


Jordan pun berjalan keluar dari ruang kerja Deandra, dan Dean kembali tertawa dengan menggelengkan kepalanya.


Tak lupa ia menatap foto Anes yang terpajang rapi di meja kerja nya, itu foto Anes sebelum menikah dengan dirinya.


"Kau sekarang benar-benar menjadi milikku honey, tidak bisa pergi meninggalkan aku karena ada dua malaikat kecil yang menjadi ikatan untuk kita." Gumam Dean, ia membuka ponsel dan melihat wajah Alexa yang sekilas mirip dengan Anes.


"Meskipun Alden dan Alexa anakku tapi jujur aku lebih menyayangi kamu nes, entah kenapa aku lebih takut kehilangan kamu." Gumam nya lagi, baiklah kita paham jika Dean benar-benar menyayangi Anes. Dan Anes wanita yang beruntung karena dicintai oleh lelaki seperti Deandra.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊