
Satu Minggu berlalu kini di kediaman Anes hanya ada Alexa, Alden, Anes dan Deandra. Kenapa tidak ada Cya disana? Ya Cya langsung di ajak pindah oleh suaminya, dan Anes tidak bisa melarang elang yang ingin mengajak Cya keluar dari rumah.
"Morning mom and Daddy." Ucap Alexa.
"Morning sayang, dimana Alden?" Tanya Anes.
"Hmmm, mungkin masih di kamar nya." Ucap Alexa.
Dan tak lama dari itu Alden pun datang dan berdiri di samping adik kembarnya, Anes dan Deandra menatap putranya yang sangat tampan.
"Ada apa Al?" Tanya Anes.
"Mom aku langsung pergi ke sekolah." Ucap Alden.
"Wait, kenapa kamu mau langsung pergi ke sekolah?" Tanya Anes.
"Tidak apa-apa mom tapi aku memang harus pergi sekarang." Ucap Alden lagi, Alexa menatap Alden yang sedang menatap kedua orang tuanya.
"Ada apa dengan kamu Alden?" Tanya Alexa.
"Tidak ada apa-apa xa aku hanya ada urusan saja." Ucap Alden, Deandra yang mendengar itu langsung mengiyakan saja keinginan putra nya.
"Baiklah jika begitu kamu hati-hati dijalan." Ucap Deandra.
"Jangan lupa sarapan jika sudah sampai ke sekolah." Ucap Anes.
"Hmmm." Balas Alden, lelaki tampan itu pun langsung menyalami kedua orang tuanya.
"Mom kalau begitu Alexa juga pergi duluan." Ucap Alexa, ia merasa curiga dengan Alden yang buru-buru berangkat ke sekolah.
"Loh sarapan kamu belum habis sayang." Ucap Anes.
"Gak apa-apa mom Alexa sudah kenyang." Ucap Alexa, ia memakai tas sekolah nya dan langsung menyalami Anes juga Deandra.
"Alexa berangkat mom." Ucap nya mengecup pipi Anes dan Deandra.
"Alexa hati-hati sayang." Ucap Anes.
"Iya mom." Ucap Alexa berjalan terburu-buru.
Saat berjalan keluar dari rumah Alexa berpapasan dengan Cya yang sedang berkunjung ke rumah nya, Cya menghadang langkah kaki Alexa.
"Kamu kenapa kok buru-buru gitu?" Ucap Cya.
"Gak apa-apa aku jalan dulu." Ucap Alexa tak lupa memgecup pipi Cya.
"Kenapa dengan Alexa." Gumam nya, yang terdengar oleh Elang.
"Mungkin ada sesuatu yang membuat nya terburu-buru." Ucap Elang dengan wajah datar nya.
"Mungkin." Balas Cya, merekapun kembali berjalan untuk menemui Anes.
"Ahhh si*l Alden keburu pergi." Geram Alexa, ia khawatir jika Alden akan menemui Bian.
Flashback on...
Beberapa hari lalu tak sengaja Alexa melihat Bian dan Amel yang sedang ngobrol berdua, disitu terlihat jelas jika Bian sangat memanjakan Amel.
Dan sebenarnya itu bukan masalah besar untuk Alexa karena Alexa tahu diri, Alexa merasa ia tak pantas untuk Bian. Keluguan Alexa membuat Vani dan Ara selalu emosi jika bertemu dengan Amel, karena bagi kedua sahabatnya itu Amel adalah orang yang membuat Alexa menjauhi Bian.
Dan saat itu Amel menyadari kehadiran Alexa disana, Amel menoleh dan menatap Alexa dengan senyuman mengejek nya.
"Alexa." Ucap Amel, perkataan Amel membuat Bian menoleh dan terkejut.
"Sorry aku gak tahu kalau ada orang." Ucap Alexa, ya karena Bian dan Amel sedang berada di sebuah lorong.
Amel yang sepertinya mengetahui jika Alexa menyukai Bian pun menghampiri Alexa, Amel menatap Alexa dari atas sampai bawah.
"Kenapa liatin aku kaya gitu?" Tanya Alexa.
"CK, Alexa kamu gak berubah ya masih saja suka mengejar milik orang lain." Ucap Amel.
"Maksud kamu apa Mel?" Ucap Alexa tak terima.
"Berhenti untuk mencari tahu tentang Bian xa, kamu gak liat hanya aku yang *bisa mendekati Bian." Ucap Amel, Alexa mengernyit heran mendengar perkataan Amel.
"Kamu apa-apaan si Mel, aku gak pernah cari tahu apapun tentang Bian. Kalau kamu suka sama Bian yasudah itu gak jadi masalah besar buat aku." Balas Alexa, bian yang mendengar perkataan Alexa merasa sakit hati.
"Amel cukup lagi pula Alexa juga bukan tipe aku." Ucap Bian, perkataan Bian bagaikan busur panah yang menusuk jantung Alexa.
"Gak bisa honey, aku tahu Alexa suka sama kamu aku gak bisa terima itu." Ucap Amel merajuk, Bian berjalan mendekati Alexa dan Amel.
"CK, kalau memang Alexa suka sama aku kamu gak perlu khawatir Amel, yang suka kan Alexa bukan aku." Ucap Bian, membuat Alexa mengepalkan tangannya.
"Kamu kira Bidan tipe aku mel? Cih Amel dugaan kamu terlalu jauh, aku gak suka sama sekali sama Bian." Ucap Alexa.
"Haha gak usah bohong xa satu sekolah tahu kalau selama ini kamu suka sama Bian." Ucap Amel, Bian tersenyum tipis menatap Alexa.
"Sudah Amel gak perlu repot-repot berbicara dengan Alexa." Ucap Bian.
"Bian benar kamu gak perlu repot-repot untuk menegur aku, asal kamu tahu seleraku tidak serend*h selera kamu." Ucap Alexa, kata-kata Alexa yang sangat menohok membuat Amel tak terima.
"Maksud kamu apa hah? Maksud kamu Bian rend*h begitu." Ucap Amel mendorong tubuh Alexa.
"Woy Amel kamu apa-apaan sih." Teriak Vani.
"Kamu yang apa, inget ya Mel aku diam bukan berarti aku takut. Aku diemin kamu deket-deket sama Bian, kamu suka Bian ambil aku gak akan ma*i meskipun gak sama Bian!" Ucap Alexa, Bian menatap wajah merah padam Alexa.
"Kak Alexa." Panggil Ara, Ara dan Vani memeluk Alexa mencoba untuk memisahkan Amel dan Alexa yang sedang bertengkar.
"Amel cukup." Bentak Vani.
"Apa kenapa kamu gak usah ikut campur ya." Ucap Amel.
"Kamu g*la jangan sampai Alexa kenapa-kenapa." Teriak Vani.
"Lepasin." Ucap Amel karena Bian menarik tangan Amel.
"Ra lepas Ra kesabaran aku sudah habis sama kelakuan wanita gat*l itu." Ucap Alexa.
"Gak bisa nanti kak Alexa kenapa-kenapa." Ucap ara.
"Lepas." Teriak Alexa, tubuh mungil Ara pun terhuyung dan Alexa menarik rambut Amel.
"Berhenti mengurusi hidup dan perasaan aku Amel, aku gak suka itu." Ucap Alexa.
"Lepasin." Ucap Amel.
"Gak, ini kan yang kamu mau cari masalah sama aku." Ucap Alexa.
"Sak_it Bian tolong aku." Ucap Amel, Bian yang tidak tega melihat Amel pun menepis tangan Alexa.
"Lepasin Alexa." Teriak Bian, tanpa sengaja Alexa terjatuh ke lantai dan kepala nya membentur dinding sekolah*.
"Bugghh..". *Suara benturan yang sangat nyaring, membuat Vani dan Ara terkejut.
"Alexa." Teriak Ara dan Vani.
"Asshhh." Lirih Alexa memegang kepalanya, Bian, Vani dan Ara terkejut melihat darah yang keluar dari hidung Alexa.
"Alexa." Ucap Bian berjongkok di hadapan Alexa, Bian menangkup wajah Alexa.
"Xa, minggir kamu Bian." Ucap Vani mendorong tubuh Bian.
"Kak." Lirih Ara, Alexa menatap kedua sahabatnya dengan tatapan mata yang terlihat berkaca-kaca hingga semuanya seketika menjadi gelap gulita.
"Alexa..." Teriak Vani dan Ara.
Flashback off*...
Pada saat itu hanya teriakan Vani dan Ara yang terdengar oleh Alexa, dan Alexa yakin saat ini Alden pasti akan memberikan pelajaran kepada Bian.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
Maaf akhir-akhir ini jarang up, karena memang badan aku lagi kurang fit. Sekarang aku usahakan untuk terus hadir, sekali lagi maaf gaesπ***