Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 125


Satu Minggu berlalu hari ini Nana sudah di perbolehkan untuk pulang, dan saat itu Anes yang menjemput Nana bersama dengan supir nya.


Nana menatap Anes yang turun dari mobil, wanita itu tersenyum saat sang nona berjalan mendekati dirinya.


"Sudah siap untuk pulang?" Tanya Anes, kini ibu hamil itu berdiri di samping Nana.


"Sudah nona." Jawab Nana, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


"Nes." Panggil Jordan.


"Iya." Sahut Anes.


"Kamu kesini sama siapa?" Tanya Jordan.


"Sama supir kenapa." Ucap Anes.


"Dean?" Tanya Jordan.


"Oh Dean akhir-akhir ini sedang sibuk." Jawab nya, ya memang karena akhir-akhir ini Dean selalu pulang larut malam saat Anes sudah tidur dan pergi sebelum Anes terbangun.


Sebenarnya hal itu membuat Anes kecewa dengan sikap suaminya, namun mau bagaimana lagi Anes hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada.


"Sibuk?" Tanya Jordan.


"Iya, yasudah ayok na kita pulang sekarang saja." Ucap Anes, Nana mengangguk dan menatap Jordan.


"Saya permisi tuan." Ucap Nana.


"Ah iya hati-hati." Ucap Jordan, lelaki itu menatap kepergian Anes dan Nana dari rumah sakit.


Setelah dari rumah sakit Jordan memutuskan untuk pergi ke kantor, dan ia memasuki ruang kerja Deandra tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kamu sedang sibuk de?" Tanya Jordan.


"Tidak." Jawab Deandra.


"Tapi Anes mengatakan kalau akhir-akhir ini kamu sedang sibuk." Ucap Jordan, Deandra menghentikan kegiatan nya dan menatap Jordan yang duduk di sofa lebih tepatnya di sebelah Joe.


"Dean tidak sibuk dia hanya tidak bisa untuk berdekatan dengan Anes." Ucap Joe, Jordan mengernyit heran.


"Apa maksudnya?" Tanya Jordan.


"Gak usah pura-pura polos saya tahu kamu tidak sepolos itu." Sengit Deandra, Jordan tertawa kecil mendengar perkataan kesal dari bos sekaligus sahabatnya itu.


"Ck, gak apa-apa kali de kalau sekali dua kali." Ucap Jordan yang mengerti.


"Saya tidak bisa melakukan itu Jo, kamu tahu ketakutan terus memenuhi kepala saya saat dokter mengatakan jika kandungan Anes masih rawan untuk mengalami keguguran." Ucap Deandra, Joe menghela nafasnya dan menatap Dean.


"Jadi ini alasan kamu selalu pulang larut malam?" Tanya Joe.


"Hmmm, saya tidak mungkin melakukan itu jika Anes sudah tidur dengan lelap." Ucap Deandra.


"Tapi Anes juga membutuhkan perhatian kamu de, cepat atau lambat dia akan memprotes kesibukan yang kamu buat sendiri." Ucap Jordan.


"Saya tahu tapi setidaknya saya tidak melukai anak saya yang ada di kandungan Anes." Ucap Deandra, Jordan dan Joe hanya bisa mengangguk saja.


...


Malam hari Deandra pulang dari kantor dan masuk kedalam kamar nya, ia melihat Anes yang terlelap dengan memakai lingerie yang membuat nya menelan ludah.


"Cobaan macam apa ini, seandainya dia tidak sedang mengandung sudah aku terkam habis-habisan." Ucap Deandra.


"Kamu sudah pulang?" Tanya Anes, wanita itu mengerjapkan matanya.


"Kamu belum tidur." Ucap Deandra, ia berusaha keras untuk menahan diri nya.


"Aku menunggu kamu pulang." Jawab Anes, Dean tertawa kecil dan mencoba untuk menatap Anes.


"Kenapa?" Tanya Deandra, Anes mencebikan bibirnya membuat Deandra merasa gemas.


"Kamu kenapa si akhir-akhir ini selalu pulang larut malam dan pergi pagi-pagi buta." Ucap Anes.


"Tidak apa-apa aku hanya sedang sibuk saja, kamu tidur ya aku mau mandi dulu." Ucap Deandra, Anes menatap Dean yang menghilang dibalik pintu kamar mandi.


"Dean kamu kenapa si kamu gak tau kalau aku kangen sama kamu, kenapa kamu malah seperti ini." Gumam Anes, wanita itu melihat jam yang menempel di dinding kamar nya.


"Sudah jam 12:00 malam aku lapar lagi, sebaiknya aku membuat makanan saja." Ucap Anes, wanita itu mencoba untuk membuat makanan namun saat sampai di dapur tidak ada makanan yang ia inginkan.


"Aku sedang tidak menginginkan ini." Gumam Anes, ia menatap ponselnya apakah Anes harus meminta bantuan kepada Joe?


Wanita itu menatap tangga ia tidak ingin merepotkan Deandra, karena akhir-akhir ini sikap Dean juga sedikit berbeda.


*Panggilan telepon*


Joe: Hallo siapa ini, tidak tahukah aku sedang beristirahat.


Mendengar suara Anes Joe langsung terbangun dan duduk di tempat tidur nya, ia mengusap wajah nya*.


Joe: Nona ada apa menelpon malam-malam seperti ini.


Anes: Aku ingin meminta tolong apa boleh?


Joe: Tentu saja apa yang nona inginkan?


Anes: Joe aku ingin memakan martabak keju malam ini, bisakah kau membelikannya untukku.


Joe: I_iya nona saya akan membelikannya untuk anda.


Anes: Terimakasih Joe maaf sudah merepotkan.


Joe: Tidak perlu sungkan nona.


Anes mematikan panggilan telepon nya, Dean yang saat itu baru keluar dari kamar mandi menatap tempat tidur yang kosong.


Ia tahu mungkin istrinya itu sedang berkeliaran untuk mencari makanan, Dean mengambil ponsel nya dan menghubungi Joe.


*Panggilan telepon*


Deandra: Joe tolong kamu hubungi Anes dan tanya apa yang dia inginkan.


Joe: *Nona sudah menghubungi saya sebelumn anda menghubungi saya tuan, ini saya sedang dijalan untuk mencari martabak yang nona inginkan.


Deandra mengernyit kali ini ia merasa Anes malah seperti terbiasa tanpa dirinya, padahal Anes tidak memperlihatkan jika ia menjauhi Deandra*.


Deandra: Baik.


Dean mematikan panggilan telepon nya dan berjalan keluar dari kamar, ia menatap Anes yang duduk di ruang tengah dengan menonton televisi.


"Sedang apa?" Tanya Deandra.


"Tidak ada hanya sedang menonton saja." Balas Anes.


"Ada yang kamu inginkan?" Tanya Deandra, lelaki itu duduk di sofa dan merengkuh tubuh Anes.


"Tidak ada juga kamu belum mengantuk." Ucap Anes.


"Aku tidak bisa tidur." Ucap Dean, Anes tertawa kecil melihat wajah tampan suaminya.


"Iyakah?" Tanya Anes menangkup wajah tampan Deandra, Dean mengangguk dan tersenyum manis.


"Hmmm." Balas Deandra, Anes mendekatkan wajahnya dengan wajah Deandra hal itu membuat Deandra terdiam


Dan Anes memgecup b*b*r Deandra hingga membuat Dean terbawa suasana, sampai akhirnya Deandra menghentikan kegiatan nya saat menyadari jika Anes sedang mengandung.


"Aku akan menghubungi Joe agar cepat kemari, kau sedang memintanya untuk membeli martabak bukan." Ucap Deandra, Anes yang saat itu sangat sensitif hanya mengangguk dengan menahan tangis nya saja.


Semenjak hamil Anes hanya ingin berada dalam pelukan Deandra, Anes juga menginginkan Dean untuk memu*skan nya namun sepertinya Dean tidak menyadari itu.


"Mau minum?" Tanya Deandra.


"Boleh." Jawab Anes, Dean tersenyum dan pergi ke dapur. Di dapur Deandra memegang dada nya dan meneguk minuman kaleng yang dingin.


"Dean tahan de ingat Anes sedang mengandung sabar de sabar, ini demi kedua anak kamu." Ujar nya, ia menenangkan dirinya sebelum kembali duduk disamping Anes.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊