
"Wanita itu benar-benar menyebalkan." Ucap Ike, saat mereka sedang duduk di ruang keluarga Deandra dan Anes datang ini sudah larut malam karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Anes dan Dean masuk lalu menemui Ike dan Joe, wajah Anes dan Dean sangat terlihat jelas jika mereka mengkhawatirkan kedua anaknya.
"Nona." Ucap Ike.
"Ike dimana anak-anak?" Tanya Anes.
"Mereka tertidur di kamar Ara." Ucap Joe, Anes dan Dean menatap Joe dan Ike.
"Bolehkah kami membawanya pulang?" Tanya Anes.
Tentu saja nona." Jawab Ike, ia pun mengantar Anes dan Dean ke kamar Arandita.
"Ssstt sayang." Desis Anes saat ia mengangkat tubuh mungil Alexa, dan Dean mengangkat tubuh mungil Alden.
"Joe terimakasih banyak karena kamu mau menjaga Alexa dan Alden." Ucap Deandra.
"Tidak masalah Dean mereka juga sama seperti anakku." Ucap Joe.
"Maaf karena kami selalu merepotkan kalian, Ike maaf karena saya selalu merepotkan kamu padahal kamu sudah tidak bekerja dengan saya." Ucap Anes merasa tidak enak hati.
"Nona jangan bicara seperti itu saya mohon, nona sudah seperti kakak untuk saya." Ucap Ike, Anes tersenyum tipis dan merekapun pamit untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Untung saja rumah Joe berada sebelum rumah Deandra, Anes memeluk tubuh Alexa dalam pangkuan nya sementara Alden di tidurkan di kursi belakang.
"Sayang tenang Liza tidak akan tahu kehadiran Alexa." Ucap Deandra.
"Semoga saja." Balas Anes, Deandra mengangguk dan tersenyum manis.
Dean lelaki itu langsung membawa tubuh Alden ke kamar nya begitu sampai di rumah, dan setelah nya Cya datang menghampiri Dean dan Anes.
"Aku tidak yakin jika kak Liza sudah benar-benar berubah." Ucap Cya.
"Apa yang membuat kamu tidak yakin?" Tanya Anes.
"Kak gelagat nya sangat jelas jika dia sedang mencari tahu sesuatu, feeling ku dia mencari tahu kebenaran tentang Alden dan Alexa. Setelah Kenzie aku tidak ingin kehidupan kedua adikku tidak tenang, aku akan berusaha melindungi Alexa dan Alden." Ucap Cya, Dean dan Anes terdiam mendengar perkataan Cya.
Cya yang dulu hanya seorang gadis remaja yang manja apa-apa selalu bergantung kepada mami dan papi nya, lalu tak lama ia kehilangan dua sayap nya sekaligus itu membuat Cya sangat terluka sampai Cya selalu bergantung kepada Anes.
Ya Anes kakak ipar yang bersikap seperti kakak kandung nya, Anes dan Dean bukan tidak percaya namun ia lebih mengkhawatirkan mengenai karier Cya karena Cya terlihat sangat tertutup kepada orang asing.
Namun siapa sangka jika gadis remaja itu kini sudah menjadi wanita dewasa yang sukses, ia berhasil menjadi CEO cantik di perusahaan mendiang orang tuanya hal itu sangat membuat Anes dan Deandra bangga atas usaha Cya.
"Kamu tidak perlu khawatir kakak akan memastikan keamanan dan kenyamanan twins." Ucap Anes.
"Tidak hanya kakak aku juga akan melakukan itu, aku tidak akan membiarkan kak Liza atau anaknya mendekati twins. Jangan sampai kecolongan kita semua tahu bagaimana licik nya wanita itu." Ucap Cya, Anes dan Deandra menganga kenapa Cya seperti sangat membenci Liza.
...
Keesokan harinya Alden dan Alexa terbangun dua bocah yang berada di kamar yang berbeda itu tercengang saat menyadari jika dirinya sudah ada di kamarnya, ia menatap sekeliling ruangan untuk memastikan ternyata benar itu adalah kamar pribadi mereka.
"Mommy." Teriak Alden dan Alexa secara bersamaan.
"Mommy." Panggil Alexa dan Alden mengetuk pintu kamar mommy nya.
"Hey ada apa kenapa berteriak pagi-pagi seperti ini?" Tanya Cya yang keluar dari kamar nya, saat mendengar teriakan Alden dan Alexa.
"Kak bagaimana keadaan Oma dan opa? Semalam kakak menyusul mommy dan Daddy kan." Ucap Alexa.
"Hmmm, aku memang menyusul mereka Alexa Alden." Ucap Cya mengelus kepala kedua adiknya.
"Lalu apakah Oma dan opa baik-baik saja?" Tanya Alden.
"Ya mereka baik-baik saja kalian tidak perlu khawatir, lebih baik sekarang kalian mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah." Ucap Cya, Alexa dan Alden pun mengangguk dan kembali berlari ke kamar nya.
"CK, menggemaskan sekali." Kekeh Cya.
Setelah selesai mandi Alexa menyiapkan buku pelajaran untuk hari ini di bantu oleh suster nya, tunggu dimana tempat pensil kesayangan nya.
"Sus dimana tempat pensil ku?" Tanya Alexa.
"Tempat pensil yang mana nona." Jawab suster Lia, ia bingung karena begitu banyak tempat pensil milik Alexa.
"Mungkin di kamar tuan Alden." Ucap suster, yang sudah tahu kelakuan kedua anak nona nya itu.
"Dimana tempat pensil milikku." Ucap Alexa saat sampai di kamar Alden.
"Mana aku tahu." Jawab Alden pura-pura tidak tahu.
"Alden." Pekik Alexa.
"Baiklah-baiklah ikut denganku." Ujar nya, Alden mengajak Alexa ke kolam ikan dan menunjukkan tempat pensil Alexa yang dijadikan wadah umpan ikan.
Alexa mengepalkan tangannya dan menatap tajam Alden, Alexa berjongkok dan menarik kaki Alden sampai lelaki itu terjatuh.
"Kemari kau." Teriak nya.
"Tidak mau apa yang kamu lakukan." Pekik Alden.
"Lepas." Teriak Alexa menarik sepatu Alden dan berhasil.
"Alexa jangan macam-macam." Ucap Alden.
"Aku tidak peduli." Balas Alexa, ia berlari kedalam rumah dengan mebawa sepatu Alden.
Alexa pergi ke samping kolam disana ada aquarium besar berisi ikan-ikan mahal kesayangan Daddy nya, Alexa naik ke atas kursi dan memasukkan sepatu Alden kedalam situ.
"Alexa mat*lah kau." Teriak Alden, ia menatap nanar sepatunya.
"Bayangkan bagaimana reaksi Daddy Alden, bahkan harga sepasang sepatumu tidak bisa membeli satu ikan kesayangan Daddy." Ucap Alexa.
"Kalian sedang apa?" Tanya Cya, wanita itu terbelalak saat melihat sepatu Alden di dalam aquarium.
"Haaa, Alexa kenapa kau melakukannya." Pekik Cya.
"Alden yang mulai lebih dulu." Ucap Alexa.
"Nyali mu begitu besar Alexa itu kesayangan Daddy kamu, harganya ahhh bahkan tas branded ku kalah dengan harga ikan itu." Ucap Cya, Alexa hanya mengedikan bahu saja.
"Kak bagaimana ini?" Tanya Alden.
"Tenang kakak akan mengambil nya." Ucap Cya, Alexa tertawa melihat kepanikan Cya dan Alden.
"Daddy." Teriak Alexa, tolong Alden ingin sekali menenggelamkan adik kembarnya nya itu.
"Ya girls." Sahut Deandra saat lelaki itu berjalan mendekati anak-anak nya.
"Alexa apa kau ingin membun*hku?" Desis Cya yang sedang berusaha mengambil sepatu Alden.
"Kalian sedang apa?" Tanya Dean, bersyukur Cya berhasil mengeluarkan sepatu Alden dari sana.
"Tentu saja melihat ikan." Jawab Cya, Alexa menoleh dan memelototkan matanya saat melihat sepatu Alden sudah tak ada disana.
"Kak kau_" Ucap Alexa, Deandra mengernyit.
"Aku cantik ya aku memang cantik." Balas Cya, lalu berjalan masuk kedalam rumah sementara Alexa mengerucutkan bibirnya membuat Cya tertawa gemas kepada Alexa.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊