Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 44


Baru tiga hari Anes pergi kediaman Gavriel terasa begitu dingin dan sepi, tidak ada lagi candaan-candaan dari Ike ataupun suster Kenzie.


Kediaman Gavriel kembali seperti semula saat belum ada Anes di rumah itu, pagi ini Deandra tuntun untuk sarapan lelaki itu memasang wajah datar nya.


"Ke panggil Anes ke." Ucap Dean keceplosan, Ike dan suster saling menatap satu sama lain.


"Lah nona Anes kan sedang tidak ada di rumah tuan, hayoo tuan kangen ya kepada nona." Ucap Ike, Deandra menatap Ike, suster dan Liza yang juga menatap nya.


"Tidak siapa yang merindukan anes." Ucap Dean, lelaki itu memakan sarapan nya dengan tenang.


"Om kangen tante ya om, sama kok om Kenzie juga kangen sama tante." Ucap Kenzie.


"Enggak boy om enggak kangen kok sama tante." Ucap Deandra.


"Ah tuan bisa saja ngelak nya, jujur tidak apa-apa tuan bilang saja kalau tuan kangen kepada nona Anes." Ucap Ike, Dean bangun dari duduk nya dan pergi ke kantor.


"Saya pergi dulu." Ucap Deandra, Ike mengangguk dan tersenyum.


"Tuan muda sudah belum makan nya, kita berangkat ke sekolah yuk sama suster." Ucap suster Kenzie.


"Ayok sus." Ucap Kenzie.


"Mbak Ike Kenzie pergi ke sekolah dulu ya." Ucap bocah tampan itu.


"Iya tuan muda hati-hati ya." Ucap Ike, wanita itu menatap kepergian Kenzie dan suster nya.


"Ike." Panggil Liza, Ike menoleh menatap Liza.


"Iya ada apa nona." Sahut Ike.


"Selama saya pergi apa saja yang dilakukan Anes dan Deandra?" Tanya liza, Ike mengernyit heran kenapa Liza bertanya seperti itu.


"Mana Ike tahu nona, Ike kan tidak 24 jam bersama dengan nona Anes." Ucap Ike


"Maksud saya kalau mereka tidak sedang berada di kamar." Ucap Liza.


"Maaf ya nona Ike gak bisa bilang apa-apa kepada nona, meskipun tuan dan nona muda berada di luar kamar. Ike gak ada hak untuk mengatakan semua itu kepada nona." Ucap Ike, Liza menatap Ike dengan tajam.


"Apa si yang Anes kasih sampai membuat kamu sangat membela Anes." Ucap Liza.


"Nona Anes tidak memberikan apapun nona, tapi Ike ada disini itu untuk melayani nona Anes." Ucap Ike.


"Ike kamu kerja di sini sebelum Anes datang ke sini, bisa-bisanya kamu mengatakan seperti itu." Ucap Liza.


"Maaf nona ini perintah tuan dan nyonya besar, selain itu juga ini permintaan tuan muda." Ucap Ike.


"Ike Dean saja sudah mengusir anes, bisa-bisanya kamu_" Ucapan Liza terhenti.


"Nona tuan muda tidak pernah mengusir nona Anes, nona Anes pergi karena ada urusan pekerjaan." Ucap Ike, Liza tertegun ia berpikir apakah Deandra sudah benar-benar jatuh hati kepada Anes?


Di kantor nya Dean marah-marah tidak karuan kepada para karyawan saat meeting, Joe dan Jordan sampai merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi kepada Deandra.


"De hei come on ada apa, kenapa kamu marah-marah?" Ucap Jordan.


"Kangen sama nona Anes paling, nona Anes kan sudah tiga hari tidak ada di rumah." Ucap Joe.


"Haha serius, baru tiga hari Anes pergi saja kamu sudah uring-uringan seperti ini. Gimana kalau niat kamu membuat Anes keluar dari rumah itu terjadi, dan Anes pergi selamanya dari kehidupan kamu?" Ucap Jordan, Deandra membanting tubuhnya ke atas sofa.


"Bisa diam tidak." Ucap Deandra, Jordan malah semakin gencar menggoda Deandra.


"De Anes kan cantik dia disana pasti banyak juga laki-laki yang lebih tampan dari kamu, kalau Anes melupakan seorang Deandra Gavriel dan mendapatkan bule-bule yang sedang berlibur ke pulau X matilah kamu." Ucap Jordan, Deandra menatap Jordan dengan nyalang.


"Tutup mulutmu atau aku akan mengatakan jika kamu menyetujui perjodohan itu." Ucap Deandra, membuat Jordan kelabakan.


"Baru dua bulan Deandra sudah jungkir balik gara-gara Anes pergi selama tiga hari." Ucap Joe, Jordan tertawa kecil mendengar perkataan Joe.


"Joe cukup kamu yang berbicara aku yang di tatap seperti itu oleh dia." Ucap Jordan, Joe tertawa kecil.


"Nona Anes pergi ke pulau X dan dia menginap di hotel xx, kalau ingin menyusulnya kamu bisa pergi sekarang." Ucap Joe.


"Siapa yang ingin menyusul si." Ucap Deandra.


"Bo*oh banget sumpah kamu marah-marah uring-uringan karena Anes tidak ada Deandra, kamu mau menjadikan para karyawan kamu pelampiasan hah? Besok-besok itu para karyawan langsung mengajukan surat pengunduran diri." Ucap Jordan, Joe mengulum bibir nya menahan tawa.


"Apaan si Jo gak jelas banget." Ucap Deandra kepada Jordan.


"Kamu cinta sama Anes de cinta, masih aja ngelak mau nunggu Anes balik ke rumah orang tuanya dulu baru kamu sadar." Ucap Jordan, Joe tersenyum tipis ia tahu Deandra tidak mungkin mengatakan jika dia sudah mencintai Anes.


"Aku gak cinta dia Jo." Ucap Deandra.


"Bodoamat lah, aku bilang mami saja suruh lamar Anes untuk aku." Ucap Jordan, membuat Deandra melempar bantal sofa kepada Jordan.


"Si*lan gitu-gitu Anes istri aku." Ucap Deandra.


"Kamu kan enggak cinta, kamu cari saja wanita lain yang bisa membuat kamu jatuh cinta. Anes nya buat aku, ikhlas meskipun nanti Anes menjadi mantan istri kamu enggak apa-apa aku terima dia apa adanya." Ucap Jordan, Deandra menatap Jordan dengan nyalang.


(Meskipun Anes mantan istri aku itu cuma status doang Anes nya mah masih utuh gak kurang satupun, si Jordan minta di tendang ke planet lain apa gimana ngomong asal bunyi aja.) Batin Deandra.


"Deal ya kalau enggak tukar dengan wanita yang mau di jodohkan dengan aku." Ucap Jordan.


"Tunggu Anes lahirin anak saya dulu kalau kamu memang mau terima Anes apa adanya." Ucap Deandra, Joe sudah tidak bisa lagi menahan tawa nya.


"Ya kalau begitu wanita itu juga harus punya anak dari aku biar impas." Ucap Jordan.


"Silahkan, kalau Anes punya anak dari saya wajar saya suaminya. Kalau wanita itu punya anak dari kamu, ya mau tidak mau kamu harus menikahinya." Ucap Deandra, Jordan terbelalak benar juga apa yang dikatakan oleh Deandra.


Sementara Joe lelaki itu merasa sakit perut menahan tawa nya, kedua sahabatnya ini benar-benar g*la.


Deandra meskipun seorang CEO dia juga tak kalah g*la dari Jordan, jika kedua orang itu di satukan maka jangan harap ada kewarasan di dalam nya. Terkecuali jika salah satu dari mereka sedang galau, dengan permasalahan yang serius.


"Jomblo ketawa saja kau." Ucap Jordan.


"Mending jomblo tenang daripada kalian yang satu punya istri, eh LDR istrinya pergi yang satu mau di jodohin eh sok-sokan nolak pengen nya ngembat istri temen. Dasar g*la." Ucap Joe, Jordan dan Deandra tercengang mendengar perkataan Joe.


Mereka ingin memarahi Joe tapi apa yang di katakan oleh Joe memang ada benarnya, sudahlah Jordan dan Dean hanya bisa sadar diri saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊