
Keesokan harinya Anes memutuskan untuk pergi ke supermarket bersama dengan Ike dan suster, ia ingin berbelanja beberapa keperluan di rumah nya.
Anes berjalan melihat-lihat barang apa yang akan ia beli, saat Anes memilih beberapa bahan wanita itu meminta tolong Ike untuk mengambilkan bahan-bahan makanan untuk stok di rumah nya.
"Ike kamu bisa pergi ke tempat lain dan cari bahan-bahan dapur yang kamu butuhkan." Ucap Anes.
"Baik nona, mbak kamu temani nona saja ya Ike bisa sendiri kok." Ucap Ike, suster mengangguk dan tersenyum.
"Iyalah mana mungkin saya meninggalkan nona." Ucap suster, Ike pun tertawa kecil mendengar nya.
"Sus tolong ini dan ini dimasukan kedalam troli ya." Ucap Anes, suster mengangguk.
"Baik nona." Jawab nya.
Sementara itu Ike sedang sibuk mengambil beberapa bahan yang ia butuhkan, saat Ike membawa banyak barang di tangan nya yang akan ia letakkan ke troli tanpa sengaja seseorang menabrak nya.
Bruk...
"Awhhh." Pekik Ike, wanita itu terjatuh dan duduk di lantai.
"Kamu gak apa-apa?" Tanya seorang lelaki.
"Mas kalau jalan hati-hati dong." Ucap Ike, wanita itu mendongak dan mengaga saat melihat Joe yang berdiri di hadapannya.
"Ike."Ucap Joe.
"Tuan Joe." Balas Ike.
"Kamu gak apa-apa ayok bangun." Ucap Joe membantu Ike untuk berdiri.
"Gak apa-apa gimana orang badan Ike sampai mental kok gak apa-apa." Ucap Ike, Joe tertawa kecil ia tidak sengaja karena sedang buru-buru.
"Maaf-maaf saya tidak sengaja." Ucap Joe.
"Lagian tuan ngapain ada disini sudah berhenti menjadi orang kepercayaan tuan muda." Cibir Ike, mengambil barang-barang yang terjatuh di lantai di bantu oleh Joe.
"Justru itu tadi saya buru-buru untuk mencari keberadaan nona, tuan bilang nona ikut belanja bersama kamu." Ucap Joe.
"Iya emang lagi belanja nona ada disana dengan Mbak Lia." Ucap Ike, setelah meletakkan semua belanjaan nya di troli.
"Hmmm, apa sakit?" Tanya Joe.
"Tidak Ike tidak apa-apa." Jawab nya.
"Loh Joe kamu ada disini juga?" Tanya Anes, ya wanita itu berniat untuk menghampiri Ike dan malah bertemu dengan Joe.
"Iya nona karena tuan sedang sibuk jadi dia meminta saya untuk menjaga nona." Ucap Joe, Anes mengangguk dan menatap Ike yang memanyunkan bibirnya.
"Ike kamu kenapa?" Tanya Anes, Joe ikut menatap wajah Ike.
"Maaf nona tadi saa tidak sengaja menabrak nya hingga membuat Ike terjatuh." Ucap Joe, Anes dan suster tertawa kecil lalu mengusap punggung Ike.
"Kamu gak apa-apa? Apakah ada yang luka?" Tanya Anes, Ike menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Ike gak apa-apa nona." Ucap Ike.
"Yasudah ini saya dan suster sudah menemukan barang-barang yang dibutuhkan, kamu tolong bayar ya." Ucap Anes menyerahkan sebuah kartu unlimited kepada Ike.
"Baik nona." Balas Ike, wanita itu mendorong troli belanjaan yang terlihat penuh.
Dan masih ada beberapa troli lagi di belakang Anes, Joe yang melihat itu langsung membantu Ike membawa semua troli belanjaan ke depan meja kasir.
"Nona sebaiknya kita menunggu diluar agar nona bisa duduk." Ucap suster, Anes mengangguk dan merekapun berjalan keluar dari supermarket.
Sementara itu di tempat lain terlihat Nana yang sedang berjalan-jalan di mall dengan mami mertuanya, karena merasa lamar merekapun memutuskan untuk pergi ke restoran terlebih dahulu.
Saat masuk kedalam restoran Nana seperti melihat orang yang dikenal nya, Nana menatap dalam-dalam orang itu ia takut salah orang.
"Eee mi Nana ijin ke toilet sebentar ya." Ucap Nana.
"Oh iya sayang tidak apa kok." Ucap mami, Nana bangun dari duduknya ia berjalan dengan hati-hati ke meja Intan dan Yuna Nana duduk di belakang kedua wanita itu dan memvideokan keduanya.
"Saya dengar kamu pernah dekat dengan Deandra." Ucap Yuna, Intan menoleh menatap Yuna yang duduk di sampingnya.
"Hmmm memangnya kenapa?" Ucap Intan.
"Saya juga dekat dengan Jordan." Ucap Yuna, Intan tertawa kecil mendengar perkataan Yuna.
"Lalu apa hubungannya dengan saya?" Ucap Intan, Yuna tersenyum sinis dan menatap Intan.
"Saya mau menawarkan kerja sama kepada kamu." Ucap Yuna.
"Kerja sama apa kamu mau minta saya jadi brand apa." Ucap Intan.
"Buka itu maksud saya Intan, saya mau mengajak kamu bekerja sama untuk mengh*ncurkan Anes dan Nana agar kamu bisa mendapatkan Deandra dan aku mendapatkan Jordan." Ucap Yuna, Nana menutup mulutnya ternyata Yuna benar-benar tidak bisa di sepelekan.
"Kamu tidak salah mengajak saya untuk bekerja sama dengan kamu?" Tanya Intan menatap Yuna dengan datar.
"Tentu saja karena saya tahu sampai saat ini kamu masih mencintai Deandra." Ucap Yuna.
"Yuna kamu ini sudah seperti seorang peramal." Ucap Intan tertawa kecil.
"Bukankah benar." Ucap Yuna, Intan terlihat menggelengkan kepalanya.
"Tidak semua yang kamu katakan itu salah, saya sudah tidak peduli tentang Deandra dan nona Anes. Satu lagi saya ini seorang model jadi banyak laki-laki yang menginginkan saya tanpa merebut suami orang." Ucap intan.
"Kau yakin tidak menginginkan Deandra." Ucap Yuna.
"Kau tahu Yuna Deandra itu lelaki yang akan menjadi seorang ayah, bagaimanapun kamu atau orang lain berniat menjauhkan Dean dari nona Anes itu tidak akan pernah berhasil. Intinya gini kamu itu terlalu menyepelekan nona Anes, setelah kejadian penculikan apa kau pikir Deandra akan membiarkan istrinya kemana-mana seorang diri?" Ucap Intan, Yuna terdiam mendengar perkataan intan.
"Kita bisa menyamar ke rumah nya." Ucap Yuna dengan bo*oh nya.
"Bo*oh boleh tapi jangan di borong semua, kau di kediaman Deandra sudah pasti sangat ketat ada pendeteksi wajah disana. Belum apa-apa kau sudah terb*nuh duluan, sudahlah aku tidak ada waktu untuk melayani kamu dan aku juga tidak mau menghancurkan karierku hanya karena rencana kamu itu." Ucap Intan, Yuna terdiam dan berpikir apakah kediaman Deandra seketat itu dari mana intan tahu jelas saja dari kantor Deandra.
Intan berpikir pantas saja selama ini tidak ada penyusup ke kantor Dean karena selain sidik jari di kantor itu juga para karyawan wajib mendeteksi wajah nya, dan yang bisa masuk hanya karyawan jika ada orang asing maka ia harus melapor dan membuat janji dengan Deandra jika tidak maka alaram perusahaan akan berbunyi ya begitulah entah Deandra membuat perusahaan dalam konsep apa sayapun tak mengerti.
Setelah Intan pergi Nana kembali ke mami Jordan, wanita itu tersenyum kikuk karena meninggalkan mami terlalu lama.
"Maaf mi Nana lama." Ucap Nana.
"Tidak apa-apa sayang ibu juga makanan nya baru datang." Ucap mami, Nana tersenyum dan merekapun menyantap makanan nya bersama-sama.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊