
Malam hari Cya dan Anes duduk di meja makan bersama dengan Alden dan Alexa, Anes hanya diam saja tidak berbicara namun Anes tetap mengambilkan makanan untuk Cya dan kedua anaknya.
"Mom Daddy kapan pulang?" Tanya Alexa.
"Tadi Daddy menelpon mungkin akan pulang terlambat, kenapa sayang." Ucap Anes.
"Gak apa-apa si nanya doang (aku gak tahan sama situasi seperti ini, dad plis pulang dad pulang)." Ucap Alexa dan membatin.
Alden dan Alexa saling menatap satu sama lain, sepertinya si kembar tidak tahan dengan sikap mommy dan Cya yang hanya diam dan mengunyah makanan.
...
Hari-hari terus berlalu sudah satu Minggu Anes dan Cya tak bertegur sapa, Anes berpikir dengan diam itu akan membuat Cya merasa jika Anes benar-benar menyayangi nya.
Namun ternyata selama seminggu ini Cya suka sekali pulang larut malam dan pergi lagi, seperti malam ini Cya baru saja pulang dari kantor pukul 10 malam dan langsung mandi lalu berniat untuk pergi lagi pukul 11 malam.
"Mau kemana kamu?" Tanya Anes.
"Pergi." Jawab Cya.
"Ke club lagi? Sama laki-laki itu hmmm." Ucap Anes, Cya menoleh menatap Anes.
"Kakak kenapa si kak kaya gak suka banget sama X kenapa?" Teriak Cya, Anes menatap tajam Cya.
"Ya gimana kakak mau suka kalau dia bikin kamu seperti ini." Balas Anes.
"Bikin Cya seperti ini? Seperti ini gimana maksud kakak?" Tanya Cya lagi, Anes menggelengkan kepalanya dan memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Cya cukup masuk ke kamar kamu sekarang." Ucap Anes, teriakan Anes membuat Alexa dan Alden terbangun lalu berlari ke bawah untuk melihat apa yang terjadi.
"Mom." Panggil Alexa dan Alden.
"Gak Cya gak mau." Ucap Cya.
"Jangan ngelawan masuk ke kamar kamu sekarang." Teriak Anes lagi.
"Kak Cya gak mau, kakak gak bisa dong larang-larang Cya kaya gini. Katanya kakak gak suka sama cowok Cya yaudah kakak gak usah ikut campur dalam urusan pribadi Cya." Ucap Cya, Anes mengepalkan tangannya dan menatap Cya.
"Kak kenapa kakak ngomong kaya gitu ke mommy?" Ucapa Alexa.
"Kak sebaiknya kakak masuk sekarang." Ucap Alden.
"Gak aku gak mau." Ucap Cya membalikkan tubuhnya, belum sempat sampai ke pintu utama Anes kembali bersuara.
"Kamu ingin pergi dan akan terus bersikap keras kepala seperti ini?" Ucap Anes.
"Cya cuma pengen pergi keluar apa salah nya?" Lirih Cya.
"Baik kamu ingin pergi dan tidak ingin saya ikut campur dalam urusan pribadi kamu bukan?" Ucap Anes mulai berbicara formal, Cya membalikkan tubuhnya menatap Anes.
"Saya?" Tanya Cya.
"Pergi saja Lucya pergi sekarang juga karena saya tidak akan pernah ikut campur dalam urusan pribadi kamu, dan satu lagi jangan pernah kembali ke rumah ini karena rumah ini milik saya." Tegas Anes, Cya mematung mendengar perkataan Anes.
"Kak-ak." Lirih Cya.
"Kamu ingin pergi menemui lelaki itu maka pergilah bawa semua barang-barang kamu, dan jangan pernah menemui saya jika dia mulai mencampakkan kamu." Teriak Anes, air mata Anes menetes dengan perkataan yang keluar dari mulutnya.
Sakit yang Anes rasakan saat ini, ia berharap Cya tidak akan pergi dan terus mendengarkan nya. Semua ini Anes lakukan untuk menggertak Cya saja tidak lebih.
"Sayang ada apa ini?" Tanya Dean yang baru saja pulang.
"Urus adik kamu sendiri, saya tidak mau lagi ada urusan dengan dia apapun itu!" Ucap Anes, ia mengusap air matanya dan berlari ke kamar.
"Mom." Panggil Alexa, gadis cantik itu menatap nanar sang mommy yang membanting pintu kamar dengan keras.
"Kakak keterlaluan, kurang baik apa mommy aku sama kakak? Kurang sayang apa mommy sama kakak hmmm, semua yang mommy lakukan untuk kebahagiaan kakak. Dan satu lagi aku dan Alden rela berbagi perhatian dan kasih sayang mommy hanya dengan kakak saja." Ucap Alexa.
"Xa apa yang kamu katakan?" Tanya Deandra.
"Tanyakan saja kepada adik Daddy, pokoknya aku gak akan mau bicara dengan kakak sebelum kakak berbaikan sama mommy." Ucap Alexa, dan berlalu pergi dari hadapan Cya dan Dean begitupun dengan Alden.
"Katakan malam ini kamu bertengkar hebat dengan kakak kamu?" Ucap Dean, Cya menunduk menandakan jika apa yang dikatakan oleh Dean adalah kebenaran.
"Hiks." Isak tangis Cya.
"Lagi Lucya? Kamu berniat untuk keluar malam lagi?" Ucap Dean, lelaki itu melipat kedua tangannya di dada.
"Kak aku hanya ingin menenangkan diri." Ucap Cya.
"Kamu ingin menenangkan diri tanpa tahu apakah kakak kamu tenang atau tidak? Kamu tahu seminggu ini Anes gak pernah tidur karena khawatir dengan keadaan kamu." Ucap Deandra, membuat Cya mendongak menatap Dean.
"Kami melarang kamu bersama dengan dia karena kami tahu dia bukan orang yang baik, tapi kamu? Kamu malah terus pergi dengan nya, kamu ini kenapa Cya? Harusnya kamu sadar jika kamu hanya di manfaatkan oleh dia untuk merebut semua perusahaan milik orang tua kamu." Geram Dean.
"Kak." Lirih Cya.
"Percaya atau tidak itu terserah kamu aku tidak bisa apa-apa, karena Anes pun yang sudah jelas sangat menyayangi kamu tidak kamu percaya." Ucap Deandra, lelaki itu pergi meninggalkan Cya yang berdiri mematung di tempatnya.
Dean masuk ke kamar dan melihat Anes yang menutupi tubuhnya dengan selimut, Dean tahu jika Anes sedang menangis dalam diam.
"Maafkan Cya yang sudah menyakiti perasaan kamu." Ucap Deandra.
"Aku jahat sayang sama Cya, aku terlalu kasar sampai minta dia pergi dari rumah." Lirih Anes dibalik selimut nya.
"Tidak honey apa yang kamu lakukan itu sudah benar." Ucap Deandra.
"Tapi bagaimana jika Cya benar-benar pergi dari rumah?" Ucap Anes terbata-bata, Deandra tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.
"Kan yang minta Cya pergi kamu, kenapa jadi kamu juga yang takut kalau Cya benar-benar pergi." Kekeh Dean.
"Aku cuma ngancem dia doang loh, tapi kalo dia beneran pergi gimana?" Tangis Anes pun pecah membuat Dean mendudukkan Anes.
"Cya tidak akan pernah pergi kemana-mana." Ucap Dean, menghapus air mata di pipi Anes.
"Maapin aku karena tadi bentak-bentak Cya, aku cuma kesal karena dia selalu keluar malam bahkan tidak mempedulikan kesehatan nya." Lirih Anes, Deandra tertawa dan menempelkan hidung nya dengan hidung mancung Anes.
"Tidak apa-apa aku tau semua yang kamu lakukan itu untuk kebaikan Cya, sudah jangan di pikirkan lagi lebih baik kamu istirahat oke. Aku mau mandi dulu." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan mencoba untuk memejamkan matanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊