
Di sebuah restoran mewah terlihat Deandra yang baru saja selesai meeting dengan klien nya, Dean berjabat tangan dengan klien nya sebagai rasa terima kasih karena klien nya mau bekerja sama dengan Deandra.
"Terimakasih tuan karena bersedia untuk menjalin hubungan kerja sama dengan kami." Ucap Joe, Jordan pun ikut mengangguk menyetujui perkataan Joe.
"Ah, justru saya yang berterima kasih karena tuan Gavriel bersedia untuk menerima saya menjadi rekan bisnis nya." Ujar nya.
"Tidak tuan ini benar-benar menjadi sebuah kebanggaan untuk saya dan perusahaan saya, karena tuan bersedia bekerja sama dengan kami." Ucap Dean, klien Dean pun mengangguk dan tersenyum manis kepada Dean, Joe dan Jordan.
"Baiklah, tapi tuan sata dengar anda memiliki seorang putri." Ucap nya.
"Putri? Benar tuan saya memang memiliki seorang putri." Ucap Deandra.
"Putri anda pasti sangat cantik tuan, meskipun saya belum pernah melihat nya tapi melihat siapa ayah dan ibunya saya saking putri anda pasti cantik." Ujar nya, Dean tertawa kecil mendengar perkataan klien nya.
"Anda bisa saja tuan, tapi memang putri saya sangat luar biasa kehadirannya membuat saya sangat tidak tenang karena takut jika banyak yang mendekati putri saya." Ucap Deandra, klien nya pun tertawa mendengar perkataan Dean.
"Haha, benar sekali tuan memiliki anak perempuan memang memberikan kekhawatiran yang sangat besar untuk kita sebagai orang tua." Ucap klien nya.
"Tenang saja tuan Deandra sangat menjaga ketat putri nya, tidak mudah mendekati putri Dean." Ucap Jordan.
"Benarkah, saya senang mendengar nya jika begitu." Ujar nya.
"Maaf tuan kenapa anda merasa senang?" Ucap Joe heran, begitupun dengan Dean.
"Haha, saya harap putra saya bisa bertemu dan menjalin hubungan dengan putri tuan Dean tanpa harus di jodohkan." Ujar nya membuat Joe, Jordan dan Dean tercengang.
"Jadi maksudnya anda ingin putra anda bersama putri Dean bersama?" Ucap Jordan, ia sedikit tersenyum mendengar perkataan klien nya.
"Hmmm, jika mereka berjodoh saya harap bisa begitu. Saat ini putra saya sedang melanjutkan studi nya di luar negeri." Ujar nya.
"Jika keduanya bertemu tanpa sengaja dan bisa bersama mungkin bisa saya pertimbangkan tuan, tapi kalau untuk di jodohkan saya belum kepikiran sampai kesana." Ucap Dean, klien nya tertawa kecil mendengar perkataan Dean.
"Tenang saja tuan saya juga tidak ingin memaksa putra saya." Ujar nya, setelah selesai menandatangani kontrak kerja sama, dan berbincang-bincang Deandra, Joe dan Jordan pun memutuskan untuk kembali ke kantor.
Dalam perjalanan menuju kantor Jordan dan Joe terus saja tertawa mengingat percakapan tadi, sementara Dean hanya diam saja dan tidak menganggap serius hal itu.
"Gak nyangka si Alexa cuek-cuek bisa memikat hati para pengusaha untuk jadi mertua nya." Ucap Jordan.
"Itu artinya Alexa pembawa rejeki untuk Dean dan Anes." Ucap Joe.
"Waah benar, mana yang pengen si Alexa jadi menantu nya klien-klien besar semua." Ucap Jordan, Joe pun tertawa kecil dan Dean hanya bisa menghela nafas nya.
Sementara itu di kediaman Nana terlihat Anes dan Ike yang sedang duduk di sofa menatap Aluna, Anes memegang kening Aluna dan menatap nya penuh kasih.
"Aluna makan yuk tante suapin deh mau gak." Ucap Anes.
"Jangan gitu dong kasihan mami Aluna, gini deh Aluna mau apa tante beliin yang penting Aluna mau makan." Ucap Anes, mata Aluna membulat sempurna saat mendengar perkataan Anes.
"Apa aja yang Aluna mau Tante beliin?" Tanya nya.
"Hmmm, apapun yang Aluna mau akan Tante beliin hanya untuk Aluna." Ucap Anes, Aluna pun tersenyum dan terduduk dari posisinya yang semula berbaring di sofa.
"Aluna mau beli sepatu keluaran terbaru Tante." Ujar nya.
"Tante beliin tapi Aluna makan." Ucap Anes, dengan senang hati Aluna mengangguk.
"Baik mami Aluna mau makan sekarang." Ucap nya, Nana tercengang karena tadi Aluna tidak mengatakan apa-apa kepadanya.
"Tadi pas mami tanya Aluna mau apa tapi Aluna gak bilang apa-apa sama mami." Ucap Nana.
"Sudah na gak apa-apa yang penting Aluna mau makan." Ucap Anes.
"Iya na gak apa-apa, si Aluna pengen nya Anes yang beli kali." Ucap Ike, Anes tertawa kecil mendengar nya.
"Nah iya sudah gak apa-apa." Ucap Anes.
"Tapi itu mahal nes seharga motor nes." Ucap Nana.
"Enggak apa-apa Nana, sudah kamu ambilin makan dulu Aluna nya mumpung dia mau." Ucap Anes, Nana pun mengangguk dan pergi ke dapur.
Sebenarnya Nana merasa tidak enak hati karena Aluna meminta barang mahal kepada Anes, namun mau bagaimana itu keinginan putrinya bersyukur Anes juga baik tidak merasa keberatan dengan permintaan Aluna.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊