Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 70


Deandra membalikkan tubuhnya menatap Anes yang masih mematung, Dean menggelengkan kepalanya ia merasa lucu melihat Anes yang tidak tahu sedang memikirkan apa.


"Kenapa melamun?" Tanya Deandra.


"Eh, i_iya maaf." Ucap Anes, wanita itu langsung berlari kecil menghampiri Deandra.


Kini Dean dan Anes sudah berada di dalam villa, Anes menatap sekeliling villa yang terlihat jelas jika interior villa itu selera Deandra.


Dean mengajak Anes ke kamar yang akan mereka tempati, Anes menatap kamar yang bernuansa abu itu.


"Ini pasti kamar yang sering kamu tempati kan." Ucap Anes.


"CK, tidak sekarang kamar ini juga menjadi kamar yang kamu tempati." Ucap Deandra, Anes terdiam kenapa melihat Dean baik seperti itu membuat Anes semakin takut.


"Dean jangan bersikap baik kepada aku." Ucap Anes.


"CK, lalu aku harus bagaimana? Apakah aku harus membentak dan memukul kamu." Ucap Deandra, Anes menggelengkan kepalanya.


"Ya tidak seperti itu juga." Ucap Anes.


"Mandi dan istirahat lah, aku keluar sebentar." Ucap Deandra, Anes mengangguk wanita itu berjalan menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi Anes langsung berjalan menuju walk in closet, Anes terkejut karena melihat banyak pakaian untuk nya.


Saat Anes sedang memilih pakaian tiba-tiba saja Deandra masuk kedalam, dan membuat Anes terkejut.


"Kamu sudah selesai?" Tanya Dean, Anes terlonjak kaget dan memegang erat handuk nya.


"Be_belum." Jawab Anes gugup, si*l kenapa Anes malah menjadi gugup. Biasanya ia selalu mengomel jika Dean tiba-tiba muncul di hadapan nya.


Deandra menatap kaki jenjang Anes dan bahu putih mulus milik Anes, Deandra menelan saliva nya ternyata bahu putih mulus Anes sama dengan yang ia lihat dalam mimpi.


"Cepat kita akan makan malam." Ucap Deandra.


"Makan malam dimana?" Tanya Anes.


"Diluar." Ucap Deandra, Anes mengangguk ia memakai pakaian yang membuat nya nyaman.


Anes memoles wajah nya dengan make-up tipis, setelah selesai Anes berjalan keluar dari kamar.


"Ayok." Anak Anes, Deandra menatap Anes dari atas sampai bawah.


(Ini beneran Anes apa bukan si, kenapa cantik banget) Batin Deandra, Dean meraih tangan Anes dan mengajak nya pergi.


"Dean." Panggil Anes menghentikan langkah kaki nya.


"Ada apa?" Tanya Dean.


"Kita jalan kaki saja ya gak usah naik mobil." Ucap Anes, Deandra terbelalak mendengar perkataan Anes.


"Gak, kita naik mobil dulu setelah sampai baru jalan." Ucap Dean.


"Iyalah jalan, dikira mobil nya mau di bawa masuk kedalam restoran apa." Ucap Anes, Deandra tersenyum.


"Yasudah ayok." Ucap Deandra, mau tak mau Anes pun menuruti kepada lelaki itu.


Anes menatap jalanan yang terlihat ramai, senyum nya mengembang hal itu membuat Deandra ikut tersenyum.


(Malam ini nes malam ini saya akan mengaku kalah kepada kamu, malam ini saya akan mengakui kesalahan dan kekalahan saya. Saya kalah atas hati saya karena saya telah mencintai kamu, saya telah mencintai wanita pilihan mama dan papa.) Batin Dean, mobil Dean berhenti di sebuah restoran mewah.


"Sudah sampai?" Tanya Anes.


"Sudah." Ucap Deandra.


"Cepat kali." Ucap Anes, tingkah lucu Anes selalu membuat Deandra tersenyum.


"Ayok." Ucap Dean, lelaki itu membukakan pintu mobil dan mengulurkan tangannya kepada Anes.


"Hmmm." Balas Anes menerima uluran tangan Deandra, lihatlah baru sehari Dean berhasil membuat Anes jinak.


Sebenarnya Dean tahu Anes wanita baik dan lembut jika melihat perlakuan Anes kepada Kenzie, Anes akan galak kepada orang yang mengusik nya.


Deandra mengajak Anes ke lantai dua disana hanya ada Deandra dan Anes, Deandra mempersilahkan Anes untuk duduk di kursi.


Sebenarnya prasaan Anes sedang tidak karuan, tapi Anes mencoba untuk menyembunyikan nya dari Deandra.


(Aku tidak munafik aku suka malam ini, aku juga suka langit yang cerah dan terlihat indah. Aku juga tidak bisa menyangkal jika Deandra adalah laki-laki pertama yang memperlakukan aku seperti ini, meskipun aku belum sepenuhnya yakin dan percaya. Tapi malam ini setidaknya aku tahu, jika aku wanita yang dia ajak untuk melihat langit yang indah.) Batin Anes.


Setelah selesai makan malam kedua orang itu saling bertatapan, Deandra bangun dari duduknya dan membuat Anes ikut bangun dari duduk nya.


"Kenapa?" Tanya Anes, Dean tersenyum come on Dean kesampingkan dulu ego kamu untuk saat ini. Untuk Anes dan demi Anes.


"Kamu tahu jika saya pernah berkata kalau saya tidak akan pernah mencintai kamu, saya juga mengatakan jika saya akan membuat kamu pergi dari rumah." Ucap Deandra, membuat Anes tertegun apakah Dean akan memintanya untuk pulang dan akan mengakhiri pernikahan keduanya.


"Hmmm." Balas Anes.


"Saya kalah." Ucap Deandra, Anes menatap Deandra dengan bingung.


"Maksudnya?" Tanya Anes.


"Saya kalah karena saya takut kamu pulang, saya takut kamu pergi dari rumah. Yang lebih membuat saya kalah adalah karena saya lebih dulu mencintai kamu." Ucap Deandra, Anes terdiam ia mencoba untuk mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut Deandra.


"Aneska Devira Quenby Abrisham, saya memang menikahi kamu tanpa cinta. Dan saya mengakui kesalahan saya yang selalu berkata kasar kepada kamu, saya tidak pernah memperhatikan kamu. Saya juga selalu membuat kamu kesal dan marah, saya akui bahwa kesalahan saya terhadap kamu itu terlalu banyak. Tapi untuk malam ini saya menyadari jika saya tidak bisa tanpa kamu, saya mencintai kamu nes. Saya tidak peduli bagaimana tanggapan kamu terhadap saya, malam ini saya Deandra Gavriel mengakui prasaan saya dengan jujur." Ucap Deandra, Anes menatap Deandra dengan sendu tiba-tiba saja air matanya menetes.


"Kamu gak bercanda kan Dean, bercanda kamu gak lucu." Lirih Anes.


"Saya serius dan saya tidak bercanda nes, saya mencintai kamu saya ingin kamu membuka sedikit hati kamu untuk saya." Ucap Deandra, Anes semakin terisak ia tak menyangka jika Anes berhasil membuat Deandra jatuh cinta.


"Kenapa nangis hmmm." Ucap Dean.


"Kamu nya jahat, kemarin gak pernah bilang cinta." Ucap Anes.


"Sekarang saya bilang kalau saya cinta kamu." Ucap Dean, Anes menggelengkan kepalanya ini terasa mimpi untuk Anes.


Deandra tertawa kecil dan menarik Anes kedalam pelukannya, Anes membalas pelukan Deandra. Dan saat itu Dean gunakan untuk menceritakan tentang dirinya dan intan.


"Ada yang ingin saya katakan lagi kepada kamu." Ucap Deandra.


"Apa?" Tanya Anes.


Dean menjelaskan semua yang terjadi Antara dirinya dan Intan, Dean juga mengatakan Intan sempat meminta Dean untuk menunggu nya. Jika saat itu mama tidak menjodohkan Dean dengan Anes, mungkin saat ini Dean masih menjadi laki-laki yang kurang kerjaan karena rela menunggu Intan.


Anes menatap Deandra dengan intens, Dean juga menatap Anes dengan intens kedua orang itu sedang saling menatap.


"Jadi karena ini kamu menjaga jarak dari aku, karena ini juga kamu bersikap kasar selama ini?" Ucap Anes, Anes yang semula senang karena Dean sudah mengakui prasaan nya kini merasa ragu saat Dean mengatakan jika ia memiliki komitmen dengan Intan.


"Nes plis saya tidak mencintai Intan." Ucap Deandra, Anes mencoba untuk melepaskan pelukan nya.


"Tapi kamu rela menunggu Intan dan bersikap kasar kepada istri kamu, oh atau karena kepulangan Intan kamu tiba-tiba baik dan posesif kepada aku." Ucap Anes, Deandra menunduk menggenggam tangan Anes.


"Maafin saya nes." Ucap Deandra.


"Jahat kamu jahat Deandra, kamu tahu bagaimana perasaan saya yang terluka tapi pura-pura kuat. Saya tidak menangis karena tidak ada gunanya bagi saya menangisi laki-laki yang mencintai wanita lain." Ucap Anes, wanita itu melepaskan pelukan Deandra.


"Maafkan saya, saya salah nes saya melukai kamu bahkan saya tidak memberi kenyamanan untuk kamu. Harusnya saya sebagai suami menjaga dan melindungi kamu." Ucap Deandra, air mata Anes kembali menetes hal itu membuat hati Dean sakit dan langsung merengkuh tubuh Anes.


"Maafkan saya, saya tidak ingin kehilangan kamu nes." Ucap Dean, Anes terdiam ia tak percaya jika saingan nya adalah model nya sendiri.


"Bagaimana dengan Intan Dean, dia yang lebih dulu mengenal kamu." Lirih Anes.


"Saya tidak mencintai Intan nes, yang saya inginkan sekarang hanya kamu. Kamu wanita yang menerima saya dan tidak pernah mempedulikan perbuatan saya yang menyakiti kamu." Lirih Deandra, Anes tersenyum tipis akhirnya Anes merasa bangga kepada dirinya sendiri karena bisa meluluhkan hati seorang Deandra Gavriel.


.


.


.


.


.


Kamar Deandra dan Anes



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊