
Sudah satu Minggu Anes dan Deandra berlibur, ini sudah saat nya Dean dan Anes pulang. Anes meminta untuk pulang besok kepada Deandra, dan tentu saja lelaki itu akan mengabulkan keinginan istrinya.
"Kenapa lagi, hmmm?" Ucap Deandra.
"Sebelum pulang pengen jualan keluar dulu." Ucap Anes.
"Yasudah bersiaplah." Ucap Deandra.
"Gak apa-apa emang?" Tanya Anes.
"Ya gak apa-apa lah, memangnya kenapa." Ucap Deandra.
"Kamu gak capek?" Tanya Anes, Dean tersenyum dan mengelus kepala Anes.
"Enggak, kalau untuk kamu gak ada kata capek." Ucap Deandra, Anes tersenyum manis karena selama berlibur Deandra benar-benar memberikan pembuktian yang membuat Anes yakin dan percaya kepada suaminya itu.
"Baiklah." Ucap Anes, wanita cantik itu langsung berlari ke kamar nya untuk mengambil tas.
Setelah itu Anes sudah berdiri lagi di hadapan Deandra, Anes tersenyum manis kepada suaminya dan itu malah membuat Deandra merasa gemas.
"Senyum terus kaya nya gak usah pergi si, kita balik ke kamar aja." Ucap Deandra.
"Loh kenapa?" Tanya Anes, Deandra mendekati Anes dan memegang tengkuknya Dean mendekatkan wajahnya dan m*l*m*t b*b*r Anes.
Anes terbelalak karena Deandra tidak memberikan aba-aba, seperti biasa Anes selalu kehabisan nafas jika beradu dengan suaminya.
"Emmmhh." Lenguh Anes, wanita itu memukul dada bidang Dean.
"Kebiasaan." Ucap Deandra, tersenyum tipis dan mengusap bibir Anes.
"Kamu yang kebiasaan gak ngasi aba-aba." Ucap Anes.
"Yakali harus bilang si Aneska, udah kaya anak kecil minta jajan permen dong." Ucap Dean, Anes mencebikan bibirnya membuat Deandra menatap Anes.
"Gak usah pergi lah balik kamar aja yuk." Ucap Deandra.
"Aaahh Dean mah." Lirih Anes.
"Sayang dulu dong." Ucap Dean.
"Iya sayang ayok pergi keluar yok." Ucap Anes, melihat Anes yang sangat ingin pergi keluar Deandra pun akhirnya menuruti keinginan Anes.
"Yasudah ayok." Ucap Dean, lelaki itu merangkul pinggang ramping Anes.
Dean dan Anes pergi keluar menggunakan mobil nya, sesampainya di suatu tempat yang begitu ramai Anes meminta untuk turun.
"Aku mau beli itu." Ucap Anes.
"Gak, itu di pinggir jalan cari yang di restoran saja." Ucap Deandra.
"Enggak mau aku maunya yang itu." Ucap Anes.
"Aneska itu gak steril, kita cari tempat lain saja ya." Ucap Dean lagi.
"Aku maunya yang itu sayang." Ucap Anes, wanita itu sedikit memaksa dan membuat Dean tak bisa berkutik lagi karena Anes memanggil nya sayang.
"Yasudah kita parkir mobil dulu." Ucap Dean, Anes mengangguk ia tak percaya Dean yang duku keras kepala, suka semaunya sendiri sekarang menjadi patuh dan memberikan apa yang Anes inginkan.
Setelah turun dari mobil Anes berjalan menuju penjual itu, Anes membeli jajanan itu selain ingin Anes juga ingin berbagi.
Karena menurut Anes pedagang kaki lima yang berada di pinggir jalan itu lebih membutuhkan, kita tidak membeli banyak pun mereka sudah bersyukur apalagi kalau kita membeli banyak.
Berbeda dengan makan di sebuah restoran mewah, pemilik restoran saja sudah dapat dipastikan bahwa mereka berasal dari keluarga yang berkecukupan dan bisa dibilang kaya.
"Kamu mau?" Tanya Anes.
"Enggak kamu makan sendiri saja." Ucap Deandra.
"Kok gitu, makan ya berdua sama aku." Ucap Anes, Dean menatap mata Anes sudahlah iya kan saja Dean daripada tidak dapat jatah untuk adu kekuatan kan.
"Hmmm." Balas Deandra.
Saat sedang makan Dean menatap Anes, ia ingin membicarakan sesuatu dengan Anes. Dean tidak ingin membuat Intan terus berharap tentang dirinya.
"Nes." Panggil Deandra.
"Hmmm, kenapa?" Sahut Anes.
"Kamu untuk apa menemui Intan?" Tanya Anes, Dean meraih tangan Anes dan menggenggam nya.
"Aku ingin mengatakan jika aku sudah menikah, dan aku tidak mau dia terus menunggu aku. Aku juga tidak mau dia memandang jelek kamu, tapi kalau kamu tidak mengijinkan aku tidak akan bertemu dengan Intan." Ucap Deandra, Dean tahu Anes wanita yang dewasa dan bijak mangkanya Dean berbicara lebih dulu kepada Anes.
"Pergi saja tubuh apa-apa." Ucap Anes.
"Kamu tidak marah?" Tanya Dean.
"Tidak." Jawab Anes.
"Aku ingin kamu ikut bersama dengan aku." Ucap Deandra.
"Untuk apa?" Tanya Anes.
"Agar tidak ada kesalahpahaman antara aku dan kamu, aku bukan tidak percaya kalau Intan orang baik. Aku hanya takut ada orang lain yang memanfaatkan pertemuan aku dengan Intan." Ucap Deandra, Anes tersenyum dan mengangguk.
"Baik aku akan ikut dengan kamu, sekarang kamu makan ya." Ucap Anes, Dean tersenyum dalam hatinya lelaki itu berterima kasih kepada mama dan papa nya yang memaksa Dean untuk menikahi Anes.
Setelah selesai makan Anes berdiri di samping jalan, dan seperti biasa Dean selalu memotret Anes. Dean terlihat seperti seorang kakak yang sedang menjaga adik nya.
Sudah puas berjalan-jalan malam Dean dan Anes pun memutuskan untuk pulang, Anes turun dari mobil di gendong oleh Deandra.
Lelaki itu langsung merebahkan tubuh Anes di sofa, ia membuka pakaian Anes dan melemparkannya ke sembarang arah.
"Euunng*hhh, sayang_hh." Lirih Anes, Deandra terus melakukan kegiatan nya. Ia kembali menggendong tubuh Anes ke kamar dan merebahkan istrinya di tempat tidur, Anes dan Dean pun beradu kekuatan.
Dean membuat Anes berada di atas nya, Anes yang tidak terbiasa pun terdiam membuat Deandra tertawa geli.
"Kenapa diam?" Tanya Dean.
"Ya aku harus apa?" Ucap Anes balik bertanya.
"Yaampun Aneska." Ucap Deandra, lelaki itu menarik tangan Anes dan memeluk nya.
"Aku harus apa?" Tanya nya.
"Kayang." Ceplos Deandra.
"Ngarang." Ucap Anes, Deandra pun memposisikan Anes di bawah tub*h nya dan memulai kembali kegiatan yang tertunda.
Tepat pukul 01:00 Anes merasa lapar setelah melakukan olah raga malam bersama suaminya, ia berjalan keluar kamar dan mencari camilan. Sementara Deandra lelaki itu mengikuti Anes dari belakang.
"Kamu kenapa ngikutin aku." Ucap Anes.
"Memangnya kenapa tidak boleh?" Tanya Dean.
"Bukan gitu, aku jadi kaya mommy yang diikuti oleh anak nya." Ucap Anes.
"Kamu kan memang mommy, mommy dari anak-anak kita nanti." Ucap Dean, memeluk Anes dari belakang dan mengelus perut rata Anes.
"CK, dasar." Ucap Anes.
"Sayang cepat masuk kedalam perut mommy ya nak, Daddy gak sabar untuk menunggu kamu." Ucap Deandra.
"Nunggu anak udah kaya nunggu kang cilok ya wak, jangan cuma di tunggu Dean tapi berdoa juga semoga kita cepat dikasi kepercayaan untuk memiliki baby." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan tersenyum.
Sebahagia inikah Dean setelah menyatakan perasaan nya kepada Anes, dan setelah menjadikan Anes istri Dean yang seutuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊