
Mendekati waktu persalinan membuat Nana harus banyak bergerak, tadinya mama Jordan menyarankan Nana untuk operasi sesar saja namun Nana menolak ia ingin melahirkan normal seperti Anes.
Pagi hari Nana sudah terbangun dan berjalan-jalan di halaman rumah yang begitu luas, beberapa pelayan di rumah nya menyapa Nana dengan tersenyum manis.
"Selamat pagi nona." Ucap beberapa pelayan.
"Pagi." Balas Nana, wanita itu duduk berjemur matahari pagi di taman.
"Baik-baik ya sayang sampa tiba saat nya kamu melihat dunia yang indah ini, mama akan selalu menjaga kamu mama janji." Ucap Nana, ia mengelus perut nya.
"Apa yang sedang kamu lakukan pagi-pagi seperti ini hmmm." Ucap Jordan.
"Aku sedang berjemur bukankah mata hari pagi bagus untuk kesehatan." Ucap Nana, Jordan mengangguk dan tersenyum manis.
"Ya benar sekali." Ucap Jordan, ia berjongkok di hadapan Nana dan memijat kaki Nana yang terlihat sedikit bengkak.
"Apa ini sakit?" Tanya Jordan.
"Tidak." Jawab Nana tersenyum manis.
"Jangan banyak bergerak jika kamu lelah istirahat saja." Ucap Jordan.
"Emmm, kamu tidak ke kantor hari ini?" Tanya Nana.
"Aku ada perjalanan bisnis hari ini keluar kota, kamu tidak apa-apa jika aku tinggal sendirian di rumah." Ucap Jordan khawatir.
"Kapan kamu akan pulang?" Ucap Nana.
"Mungkin besok atau lusa, sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan kamu tapi kali ini benar-benar membutuhkan aku, Dean dan Joe." Ucap Jordan, Nana tersenyum dan mengusap wajah tampan suaminya.
"Tidak apa-apa pergi saja aku akan baik-baik saja dirumah." Ucap Nana.
"Jika kamu tidak ingin di tinggalkan aku akan meminta orang lain untuk pergi." Ucap Jordan.
"Bukankah tadi kamu mengatakan jika ini tidak bisa digantikan oleh siapapun, tidak apa-apa pergi saja." Ucap Nana, Jordan berdiri dan sedikit membungkuk untuk menc*um b*b*r Nana dan ******* nya.
"Ayok masuk matahari sudah mulai trik." Ucap Jordan, Nana mengangguk dan masuk kedalam rumah bersama dengan suaminya.
Sementara itu di kediaman Deandra semua orang sedang sarapan, Cya menatap Anes dan Deandra ia merasa senang hidup di tengah-tengah orang baik seperti Anes dan Dean.
"Sayang hari ini aku akan pergi untuk perjalanan bisnis." Ucap Deandra.
"Hmmm, siapa saja yang pergi?" Tanya Anes.
"Kebetulan sekali ini sangat penting dan tidak bisa di gantikan oleh orang lain, jadi harus aku, Joe dan Jordan yang pergi." Ucap Dean, mendengar perkataan Deandra membuat Anes meletakkan sendok nya.
"Jordan? Tapi bagaimana dengan Nana kandungan nya sudah semakin membesar." Ucap Anes.
"Apakah Nana sudah waktunya untuk melahirkan?" Tanya Dean.
"Tidak belum, tapi Nana pasti akan sangat membutuhkan Jordan disampingnya. Bagaimana jika perutnya sakit tengah malam?" Ucap Anes.
"Mungkin aku akan meminta Jordan untuk menyelesaikan pekerjaan nya lebih cepat." Ucap Deandra.
"Sayang bisakah Jordan tidak pergi?" Lirih Anes, Dean menatap sekilas kepada Anes.
"Untuk hari ini Jordan harus ikut pergi dulu, namun jika dia bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu satu hari maka dia boleh pulang lebih cepat." Ucap Dean, Cya menatap Anes yang terlihat khawatir.
"Kak tidak perlu khawatir nanti biar Cya saja yang menemani kak Nana." Ucap Cya, Dean dan Anes menoleh menatap Cya.
"Apakah itu tidak apa-apa? Maksud kakak apakah tidak merepotkan kamu, mungkin kamu ingin bermain dengan teman-teman kamu Cya." Ucap Anes lagi.
"Tidak apa-apa Cya tidak akan pergi kemanapun tenang saja." Ucap Cya, Dean tersenyum melihat Cya yang selalu bersedia untuk membantu Anes dan yang lainnya.
"Thank you girls." Ucap Deandra, Cya mengangguk dan tersenyum manis.
...
Dua hari berlalu hari ini Anes sedang menemani anak-anak nya di ruang keluarga, namun tiba-tiba Alexa menangis membuat Anes tersenyum.
"Aduh anak gadis mommy kenapa menangis sayang." Ucap Anes.
"Nona saya akan mengajak baby Alden." Ucap suster, mengangkat tubuh mungil Alden dan menggendong nya agar bocah itu tak ikut menangis.
"Sama-sama nona." Jawan suster Lia.
"Alexa kenapa sayang kangen Daddy hmm?" Ucap Anes, wanita itu mengajak Alexa ke sudut ruangan untuk melihat bunga.
"Lihat bunganya cantik seperti anak mommy, cantik seperti Alexa nya mommy." Ucap Anes, suster Lia tersenyum melihat Anes yang menggendong Alexa.
"Mau Alexa mau bunga nya hmmm." Ucap Anes, namun Alexa hanya tersenyum saat Anes berbicara.
Di tempat lain tepatnya di kediaman Jordan terlihat Cya yang sedang menemani Nana, pagi-pagi sekali Cya pulang untuk berganti pakaian namun wanita itu kembali pergi untuk menemani Nana.
"Kak Nana ini makan dulu ya." Ucap Cya, menyiapkan makanan untuk Nana.
"Nona tidak perlu repot-repot." Ucap Nana.
"Cya panggil aku Cya not nona." Ucap Cya, Nana tersenyum tipis dan mengangguk.
"Baiklah Cya sebaiknya kamu istirahat kamu pasti lelah." Ucap Nana.
"Aku tidak lelah kak, kakak tenang saja." Ucap Cya.
"Selamat siang semuanya apakah disini ada nona Anes?" Ucap Ike, wanita itu berjalan masuk kedalam rumah Nana dengan membawa makanan.
"Kak Anes dirumah kak." Jawab Cya.
"Ike kira nona juga sedang ada disini." Balas Ike.
"Mungkin kak Anes akan kesini agak sorean, soalnya kan diluar masih panas." Ucap Cya.
"Benar juga, yasudah Cya ini aku bawakan jus untuk kamu." Ucap Ike.
"Aaaaa, makasih kak Ike ku sayang." Ucap Cya.
"Sama-sama gadis cantik, oiya na gimana perut kamu sudah ada rasa sakit?" Tanya Ike.
"Belum ke." Jawab Nana.
"Semoga kamu dan baby kamu sehat ya na, aku akan berdoa agar kalian baik-baik saja sampai melahirkan." Ucap Ike, Nana mengangguk dan tersenyum manis.
"Kak makan dulu nanti keburu dingin gak enak, jangan mengabaikan sesuatu yang pernah hangat." Ucap Cya, Ike dan nana bersorak mendengar perkataan Cya.
"Dia pernah hangat namun kamu mengabaikan nya, dan saat dia mulai dingin kamu memprotes nya." Ucap Ike.
"Asiik-asiik." Ucap Cya, mereka tertawa renyah dengan candaan Cya dan Ike.
"Kenapa jadi melow gini ya." Kekeh Cya.
"Ike jangan mengabaikan Joe yang masih hangat, karena jika sudah dingin kamu yang akan kepanasan karena ingin berdekatan dengannya." Ucap Nana.
"Eaaaaaakkkk, lanjutkan." Ucap Cya, sudahlah sepertinya tidak akan lama lagi Cya akan kehilangan kepolosan nya karena sering bergabung dengan Anes dan antek-anteknya.
"Jangan banyak omong makan dulu tuh makanan, kalau kamu gak mau yasudah aku saja yang makan." Ucap Ike.
"Heeii, gak gitu konsep nya." Kekeh Cya, Ike tertawa sudah lelah LDR sepertinya sampai membuat Ike jadi semakin bar-bar.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊