
Setelah menerima panggilan dari Daren, Sean langsung bergegas ke tempat kejadian itu.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh lantas Sean langsung menerobos masuk di kerumunan orang banyak, betapa syok nya dia istri tercinta nya berlumuran darah.
"Ahkkk sayang ku...." Teriak Sean Frustasi.
"Tuan muda ambulance sudah datang kami akan mengurus nya" Ucap Daren tegas hampir menangis.
Mereka membawa Alysa masuk ke dalam mobil Ambulance dengan kecepatan tinggi menuju Rumah sakit keluarga besar Alexander. Sedangkan Sean harus membawa anak anak nya terlebih dahulu yang sama syok nya, bahkan Arvin pingsan.
Setelah Mengantar anak anak nya pulang kerumah ia menitip kan nya kepada ibu nya (Citra). Lantas Sean dengan kecepatan tinggi menuju Rumah Sakit.
Setelah sampai didepan ruang operasi jantung Sean tidak karuan,gelisah seperti akan ada sesuatu yang terjadi.
"Tuan" Ucap Daren
"Boss'' Ucap Leo,Lucas,dan Alex.
Sean hanya diam,yang membuat ke empat manusia itu frustasi sendiri boss mereka seperti kehilangan arah.
"Boss dari pada kau hanya melamun,lebih baik kita bantai dalang di balik orang yang sudah menabrak Kaka Ipar" Ucap Alex.
"Benar lebih baik kita bantai habis mereka". Ucap Leo bengis. Dia tidak pernah bosan menganggu kehidupan sang boss mereka dari 10 tahun berlalu selalu membuat rusuh.
Sedangkan Sean wajah nya sudah memerah tangan nya mengepal kuat, sontak ia berdiri dan mengagetkan semua orang yang ada disitu.
"Leo,persiapkan semua nya Hahaha".Ucap Sean tersenyum miring.
"Siap Boss". Ucap Leo bergidik ngeri.
"Setelah tujuh tahun berlalu,ku kira kau sudah menyesal dan mengakui perbuatan bejat mu, ternyata kau menyiap kan rencana busukmu yang membuat ku terpuruk". Batin Sean Murka.
Lantas Sean bergegas pergi melesat ke arah mobil sport nya menuju ke tempat markas nya BLOODY.Sean sungguh terpuruk, dulu dia hampir gila karena sang istri pergi meninggal kan nya ke Australia.Bagaimana jika Istri nya meninggal kan nya untuk selama lama nya.
"Ahkkkkkk". Sean berteriak histeris memikir kan itu.
"Kalian akan menanggung semua nya, akan ku bunuh kalian dengan cara yang paling buruk di dunia ini". Ucap Sean Murka menginjak gas mobil nya melaju secepat mobil itu bisa.
Tiba nya di Markas Bloody ia menyiapkan pedang samurai nya yang sering dia pakai jika ingin menebas musuh musuh nya.
Markas Bloody.
Ruang persenjataan inti bloody.
Kini Sean telah siap dengan perlengkapan nya segera ia pergi ke arah Turki bagian timur, tempat dimana musuh nya selama ini menetatap.
Sean menggunakan mobil sportnya sendirian.
Sedang kan Leo, Lucas dan Alex mereka harus satu mobil untuk berjaga keamanan dibelakang.
Setelah itu Sean memimpin jalan pintas yang sering di gunakan musuh nya itu.Dalam mobil Sean sudah memikir kan matang matang strategi nya.
Sampai nya di Kastil musuh nya yang tidak lain adalah (Prames) bahkan menyebut nama nya saja Sean sudah jijik.
Sean membawa para Bloody sekitar 500 orang.Sedangkan Intinya hanya Sean,Leo,Lucas, dan Alex.
Alex melempar kan bom yang sangat kuat di depan kastil Prames, membuat para anak buah nya keluar semua sekitar 1000 orang.
Sedangkan Prames sedang menikmati sesuatu di tempat tidur nya. Yah dia sedang di puaskan oleh wanita berjumlah lima orang.Tanpa mengetahui sesuatu yang terjadi diluar sana.
Sedangkan Sean sudah membunuh 500 orang dalam dua jam.Sisa nya dia berikan kepada anak buah nya.
TOK TOK TOK.....
"Tuan ini saya Veron" Ucap Veron panik.
Pintu terus di ketuk oleh orang dari luar membuat Prames yakin ada berita penting yang ingin di sampaikan Asisten nya itu.
"Pergilah". Ucap Prames memakai baju.
"Masuk lah Veron". Ucap Prames.
"Tuan...di bawah ada Sean mengamuk serta para bawahannya".Ucap Veron.
"Apa..kenapa cepat sekali dia bertindak, aku kira dia akan menjaga istri nya dulu sampai sembuh,setelah dia lengah baru kita akan menyerang nya SIAL". Ucap Prames Murka.
Penasaran jangan lupa like and coment! ♥️