
"Tapi mereka anak saya bukan adik saya sorry." Ucap Deandra, kas*r itu terlihat terkejut dengan perkataan Deandra.
"H_hah anak?" Tanya nya, Dean mengangguk membenarkan sampai tiba-tiba Alexa dan Alden muncul di belakang Deandra.
"Kenapa kamu menatap Daddy ku terus?" Tanya Alexa dengan tatapan tajam nya kepada wanita itu.
"Daddy, jadi mereka benar-benar anak anda." Ujar nya tersenyum manis, Deandra hanya mengangguk tanpa ekspresi.
"Kami memang anaknya kenapa kau terus berbicara dengan Daddy ku." Ucap Alexa, ia kesal saat ada orang yang menggoda Daddy nya.
"Daddy kamu sangat tampan nona." Ujar kas*r itu, membuat Deandra merasa tak nyaman.
"Tentu saja mommy ku juga sangat cantik jika kau ingin tahu." Balas Alexa.
"Benarkah." Ujar nya.
"Kau aku tidak akan mau berbelanja kesini lagi karena kamu banyak berbicara kepada Daddy ku." Teriak Alexa, membuat beberapa pengunjung menatap ke arah mereka si kas*r pun hanya bisa menunduk saja.
"Girls sudah ayok pergi." Ucap Deandra mengajak pergi kedua anaknya.
"Kau jangan berbicara dengan Daddy lagi, kau tidak cantik yang cantik hanya mommy ku." Teriak Alexa, membuat Deandra tertawa sementara Alden hanya memberikan tatapan tajam kepada pegawai mini market itu.
"CK, cukup kita sudah keluar dari sana." Ucap Deandra.
"Kau nakal dad." Ucap Alexa, kini mereka sedang berjalan menuju mobil.
"Hmmm, kenapa Daddy yang nakal?" Tanya Deandra.
"Karena Daddy berbicara dengan nya." Ucap Alexa, yaampun tolong putrinya ini begitu polos sampai membuat Deandra ingin tertawa.
"Sudah membeli ice cream nya." Tanya Anes saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Hmmm." Balas Dean tersenyum manis, Anes bingung dan menatap ke kursi belakang melihat kedua anaknya yang cemberut.
"Kalian kenapa cemberut kan sudah membeli ice cream nya." Ucap Anes.
"Daddy nakal mom." Adu Alexa, sementara Alden ia meraih ice cream yang di beli nya.
"Nakal memangnya kenapa Daddy kalian?" Ucap Anes lalu mengalihkan pandangan nya kepada Deandra.
"Daddy tidak nakal sayang sungguh." Ucap Deandra.
"Daddy berbicara dengan wanita lain dan wanita itu mengatakan jika kami adalah adik Daddy, dia juga mengatakan kalau Daddy sangat tampan aku tidak ingin berbelanja kesini lagi." Cerocos Alexa, membuat Anes tercengang dan menatap suaminya yang tengah fokus mengemudi.
"Sayang tidak seperti itu." Ucap Deandra, Alexa benar-benar membuat Dean sangat tertekan.
"Apa kau mengenalkan anak-anak kamu sebagai adik kamu honey." Ucap Anes, Deandra menelan saliva nya.
"Tidak honey dia tiba-tiba mengatakan jika adik-adik ku lucu, apakah aku terlihat seperti belum memiliki anak." Ucap Deandra malah bercanda.
"Siapa yang bilang begitu apakah mereka bu*a, jelas-jelas kau sudah terlihat tua bahkan terlihat seperti orang yang sudah memiliki cucu." Sengit Anes, Deandra terbelalak mendengar perkataan istrinya.
"Sayang kenapa kamu ikut marah." Ucap Deandra frustasi.
"Siapa yang marah aku tidak marah." Ucap Anes.
"Mom jangan biarkan Daddy pergi sendirian jika tidak akan banyak wanita yang berbicara dengan nya." Ucap Alden, Anes menatap sinis suaminya.
"Sayang berbicara itu tidak apa-apa, kalau orang bertanya tentu saja kita harus menjawab nya." Ucap Deandra.
"Tapi wanita itu juga terus menatap Daddy aku tidak suka." Ucap Alexa, Anes hanya bisa memanyunkan bibirnya saja.
"Jangan marah aku tidak akan tertarik kepada siapapun selain kepada kamu." Ucap Deandra, saat Dean berusaha membujuk Anes Alexa dan Alden fokus dengan ice cream nya.
...
Sementara itu di kediaman Joe terlihat jika Ara sedang di dapur ia menatap Ike yang sedang sibuk memasak untuk makan malam, karena merasa bosan Ara berjalan-jalan di sekitar dapur.
"Apa itu." Ujar nya melihat sesuatu di sebuah toples besar.
"Aaaa apakah itu mainan." Ujar nya, tanpa ragu Ara berniat untuk mengambil nya menggunakan kursi.
"Sayang sedang apa?" Tanya Ike.
"Sedang bermain mommy masak saja." Ucap Ara.
"Baiklah hati-hati." Ucap Ike, Ara mengangguk dan melanjutkan kegiatan nya.
"Aku akan mendapatkan kamu." Gumam Ara, gadis kecil itu menarik toples yang berisi kacang hijau yang sedang di rendam air.
"Arandita." Pekik Ike, Joe yang mendengar itu langsung berlari ke dapur dan tercengang melihat keadaan putrinya yang kacau karena basah kuyup.
"Sayang." Lirih Joe.
"Nona." Lirih suster menatap nanar Ara.
"I'm sorry." Lirih nya, Ike menghela nafas panjang dan mengangguk.
"Tidak apa-apa tapi tolong kamu masuk dan jangan bermain di dapur, khawatir nanti kamu akan berjongkok di atas kompor." Ucap Ike dengan gregetan.
"Hmmm baiklah." Ucap Ara, Joe mengulum bibir nya menahan tawa.
"Nona saya akan merapikan nya." Ucap pelayan Ike.
"Maafkan Ara karena merepotkan kamu." Ucap Anes.
"Tidak apa-apa nona." Ujar nya tersenyum manis, Ike merengut masam kenapa putrinya benar-benar meresahkan.
"Nona apakah kita mau mengganti kacang hijau nya dengan yang baru?" Tanya pelayan itu.
"Hmmm tolong diganti saja yang itu pasti sudah kotor." Ucap Ike, pelayan pun mengangguk.
Di kediaman Jordan Ardan sedang melukis entah benar melukis atau hanya melakukan corat-coret karena merasa bosan, Nana berjalan mendekati putranya yang sedang fokus.
"Ar apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Nana.
"Menggambar." Jawab nya.
"Benarkah wahh pintar sekali putra mam_" Ucapan Nana terhenti saat melihat benda yang digunakan untuk menggambar oleh Ardan.
"Yaaaakkkkk, Ardan Aditia kenapa kau menggambarkan menggunakan lipstik mami?" Teriak Nana.
"Ini bukan lipstik mi aku menemukan nya di meja." Ucap Ardan.
"Ardan itu lipstik mami." Ucap Nana menahan amarahnya.
"Kau menemukan nya di meja mi." Ucap Ardan.
"Meja mana?" Tanya Nana.
"Meja di kamar mami tentu nya." Ucap Ardan santai Nana menatap nanar lipstik yang sudah tak berbentuk di tangan putranya, Jordan yang saat itu baru keluar dari ruang kerja nya menghampiri Nana dan Ardan.
"Ada apa sayang?" Tanya Jordan.
"Lipstik ku." Ucap Nana, Jordan menoleh dan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh putranya.
"Ardan apa yang kamu lakukan?" Tanya Jordan.
" Aku sedang bermain apakah papi tidak melihat nya." Ucap Ardan, Jordan menarik Nana dan menenangkan istrinya.
"Kita beli lagi nanti oke." Ucap Jordan.
"T_tapi itu lipstik limited edition dan yang berhasil memiliki nya hanya aku, nona dan Ike." Lirih Nana, Jordan terbelalak mendengar nya bagaimana ini.
"Kita beli yang lain mau." Ucap Jordan.
"Tidak aku mau lipstik ku." Lirih nya.
"Kita beli yang lebih bagus lagi." Ucap Jordan terus membujuk Nana.
"Tidak mau." Ucap Nana berhasil membuat Jordan frustasi, lelaki itu bingung harus bagaimana sementara Nana hanya bisa menatap kasihan kepada lipstik miliknya.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊