Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 146


Karena semua sudah selesai kini tinggal acara pesta pernikahan, Anes dan Aleta memutuskan untuk pergi ke kamar untuk beristirahat. Sementara mommy dan keluarga yang lain sudah kembali ke rumah masing-masing, dan sekarang kedua ibu hamil itu sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur di temani oleh Ike dan suster.


"Ike." Panggil Aleta, Ike yang sedang duduk di sofa menoleh menatap Aleta.


"Iya nona." Sahut Ike.


"Kamu gak kalah cantik dari Nana apa kamu gak kepikiran untuk menikah juga?" Tanya nya, Anes yang saat itu sudah terlelap kembali membuka matanya.


"Nona bercanda nih pasti, lagian siapa si yang gak mau nikah nona Ike juga mau nikah tapi kan belum ada calon nya." Ucap Ike.


"Calon nya Ike masih dalam perjalanan nona." Balas suster.


"Mbak gak boleh gitu orang calon mbak saja masih ada dalam pelukan orang lain mungkin." Ucap Ike, Anes dan Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Ike.


"Saya tidak mau menikah ke saya ingin mengurus anak tuan dan nona muda saja." Ucap suster dengan wajah bahagia nya.


"Kenapa?" Tanya Aleta.


"Jangan bilang mbak mau mengurus anak tuan dan nona setelah itu mbak nikahi mereka, waaah gak cocok itu mbak cocoknya jadi Oma nya mereka." Ucap Ike, suster Anes dan Aleta tertawa Ike benar-benar sangat meresahkan.


"Hei saya juga sadar umur Ike yakali mau nikahi anak yang bahkan saya tahu saat masih ada dalam kandungan mommy nya, ngarang nih." Ucap suster, Aleta menggelengkan kepalanya.


Pantas saja Anes betah di rumah ternyata Ike dan suster itu sangat menyenangkan jika di ajak berbincang, Ike menatap Anes yang kembali terlelap wanita itu bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Anes.


Aleta dan suster memperhatikan Ike yang melepaskan flat shoes yang dipake oleh Anes dengan hati-hati, setelah itu Ike menyelimuti tubuh Anes Aleta tersenyum manis melihat kepedulian Ike.


"Nona mau kembali ke acara pesta jam berapa?" Tanya Ike.


"Entahlah mungkin jam 7 malam ke saya ingin tidur dulu." Ucap Aleta, Ike mengangguk dan kembali duduk di sofa.


"Mbak Ike juga ngantuk." Ujar nya.


"Kalian tidur saja tidak apa-apa toh Anes juga tidur kan, tapi usahakan kalian bangun saat Anes juga terbangun." Ucap Aleta.


"Baik nona terimakasih banyak." Ucap Ike, akhirnya merekapun terlelap karena merasa terlalu lelah.


Sementara itu di pesta Deandra merasa jengah karena banyak para petinggi-petinggi yang mencoba untuk menarik perhatian nya, Joe yang mengerti jika Dean sudah merasa tak nyaman pun meminta Dean untuk kembali ke kamar saja.


"Maaf tuan x tuan muda Gavriel harus kembali ke kamar nya dulu." Ucap Joe.


"Oh ya silahkan tuan silahkan selamat beristirahat anda pasti merasa lelah." Ujar nya, Dean hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


Saat masuk kedalam kamar nya Deandra terkejut melihat Aleta, Ike dan suster yang terlelap di sana. Deandra tersenyum manis saat melihat Anes yang meringkuk seperti bayi.


"Kasihan pasti lelah sekali." Gumam Deandra, ia ingin tidur dengan memeluk Anes tapi ada Aleta di samping Anes.


"Biarkan saja mereka tidur kasihan karena sudah bekerja sejak kemarin." Ucap Dean menatap Ike dan suster yang terlelap di sofa.


Dean keluar dari kamar dan meminta kunci kamar lain untuk dirinya sendiri, lelaki itu memutuskan untuk beristirahat di kamar yang berbeda dengan Anes.


...


Jam 7 malam Anes menggeliat kecil dan membuka matanya, ia melihat Aleta yang tidur dengan memeluk dirinya dan melihat Ike yang juga baru terbangun.


"Nona anda mau mandi Ike akan menyiapkan air hangat untuk nona." Ucap Ike, Anes mengangguk ia akan bersiap-siap untuk menemui Nana yang masih terpajang sebagai ratu dalam satu hari.


Anes sudah selesai mandi dan bersiap-siap, wanita itu melihat suaminya yang masuk kedalam kamar dan mengecup kening nya.


"Sudah bangun." Ucap Deandra.


"Emmmh." Balas Anes.


Setelah semua orang selesai bersiap-siap merekapun kembali ke acara pesta, disana sangat ramai dengan tamu undangan Anes tersenyum saat ia melihat Nana.


"Nona dan tuan silahkan duduk." Ucap Ike, Anes dan Deandra pun duduk.


Dari kejauhan mereka melihat Intan yang juga baru datang, ya mungkin Jordan mengundang Intan karena wanita itu masih ada kontrak kerja sama dengan perusahaan milik Deandra.


"Jordan selamat ya saya tidak menyangka kamu menikah secepat ini." Ucap Intan.


"Hmmm, thank you tan." Balas Jordan.


"Nona Anes dimana ya saya tidak melihat nya." Ucap Intan.


"Ada di pojok kanan nona." Ucap Nana menunjuk meja yang di tempati oleh Anes, Deandra, Joe, Ike dan suster.


"Oh, oke makasih kalau begitu saya kesana dulu. Happy wedding untuk kalian bahagia selalu." Ucap Intan, Jordan dan Nana mengangguk dan tersenyum tipis.


"Selamat malam nona, tuan, Joe apa kabar." Ucap Intan menyapa.


"Kabar baik Intan, kamu kesini sendiri?" Tanya Anes.


"Ah iya saya sendiri nona, emmm bolehkah saya bergabung dengan nona saya tidak mengenal orang-orang yang ada disini." Ucap Intan.


"Ah ya silahkan duduk." Ucap Anes, Intan yang saat itu akan duduk di samping Joe tidak jadi karena Joe tiba-tiba saja menarik tubuh kecil Ike yang saat itu duduk di samping suster dan kini duduk di sampingnya.


"Aaash." Desis Ike, Anes dan Deandra tertawa kecil melihat Ike dan Joe.


"Ini kenapa Ike di tarik-tarik si mentang-mentang tubuh Ike kecil." Ucap Ike.


"Maaf maksud saya nona Intan akan duduk." Ucap Joe.


"Maaf saya tidak sengaja." Balas Joe, Anes dan Deandra menggelengkan kepalanya begitupun dengan suster.


"Saya gak di tarik juga tuan Joe." Ucap suster mengejek.


"Tadi niat saya mau tarik kamu tapi tubuh kamu terlalu besar." Ujar nya, suster mendengus mendengar perkataan Joe sementara Intan dan Anes tertawa.


Setelah selesai berbincang mereka menghampiri Nana dan Jordan, sementara Intan masih duduk di tempat nya karena ia sudah memberikan selamat kepada sepasang pengantin baru itu.


"Selamat Nana Ike ngucapin nya dua kali nih tadi siang dan sekarang." Ucap Ike.


"Selamat Jo jamgan lupa live nanti malam." Ucap Joe.


"G*la kau ya." Ucap Jordan, Deandra dan Anes tertawa.


"Kan biar sekalian aku belajar Jo, ingat jangan pernah pelit untuk berbagai ilmu pengetahuan." Ucap Joe, Jordan menendang kaki Joe.


"Tidak untuk yang ini bro ini privasi, Deandra saja tidak live jadi untuk apa kita live." Ucap Jordan.


"Dia bos nya bro jantan macam-macam, salah ngomong sekali saja tidak turun gaji kau satu tahun." Ucap Joe, Jordan menutup mulutnya dan tersenyum manis kepada Deandra.


"Selamat Jo buktikan kalau kamu pria sejati." Ucap Deandra, membuat Joe tercengang mendengar perkataan kedua sahabatnya.


"Ini apa si orang tuh ngucapin selamat sambil ngasih cek gitu ya, atau gak tiket liburan ini minta bukti masalah pria sejati." Ucap Jordan, merekapun tertawa bersama.


Perkara mengucapkan selamat saja bisa seheboh itu antara Jordan dan kedua sahabatnya, bagaimana jika nanti jika mereka semua sudah memiliki anak kebayang gak tuh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jordan



Nana



Deandra



Aneska



Joe



Ike



Suster/Lia



Intan



Aula pernikahan



Guys itu anggap saja perut Anes nya buncit ya, soalnya nyari visual ibu hamil susah jadi harap di maklumi 😁


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊***