
Malam hari Steven dan Nia datang ke rumah sakit untuk menjenguk Anes dan baby kembar nya, saat itu ada Deandra, Ike, suster dan Cya yang sedang menemani Anes.
Karena besok Cya libur sekolah gadis cantik itu ingin menginap menemani sang kakak, dan Dean mengijinkan nya dengan suara harus di temani oleh Ike dan suster.
Kamar rawat Anes cukup besar dan Dean meminta para perawat untuk menyiapkan satu kamar lagi, dan Cya akan tidur disana bersama dengan suster dan Ike.
"Kak bayi nya kata saudara kak Anes tadi mirip kakak semua." Ucap Cya, ia menatap wajah percaya diri Deandra.
"Tentu saja aku Daddy nya." Ucap Deandra, Anes terlihat mencebikan bibirnya.
"Tapi kenapa tidak mirip kak Anes satu bukankah anak kalian laki-laki dan perempuan, lagi pula kak Anes yang mengandung nya." Ucap Cya.
"Tapi aku yang bekerja keras untuknya agar hadir di dunia ini." Ucap Deandra, Ike dan suster tertawa kecil mendengar perkataan tuan muda nya.
"Mana ada jelas-jelas kak Anes yang bekerja keras untuk melahirkan nya, apa kakak lupa jika kemarin kak Anes kesakitan." Ucap Cya, Deandra tersenyum Cya ini suka bergaul dengan teman-teman nya namun masih saja polos.
Saat mereka sedang berbincang pintu kamar rawat Anes terbuka dan menampakan Steven juga Nia, kedua sejoli itu sudah mendengar perdebatan Deandra dan Cya.
"Hai nes." Sapa Nia.
"Hai." Balas Anes sewajarnya.
"Kau ada disini Dean." Ucap Steven, Dean mengangguk dan menatap datar Steven.
"Tentu saja aku disini mereka anak dan istriku kalau kau lupa." Ucap Deandra, Steven tersenyum dan mengangguk menanggapi perkataan Deandra.
Deandra adalah anggota keluarga yang paling di takuti di keluarga besar Gavriel, lelaki itu bahkan tak segan-segan memenjarakan saudaranya di markas bawah tanah.
Maka dari itu jika ada Deandra Steven ataupun saudaranya yang lain tak akan berani berulah, dalam keluarga Gavriel papa dan mama Deandra lah yang paling kaya hingga di segani oleh semua orang.
"Kau melahirkan anak kembar nes." Ucap Nia terlihat begitu terkejut.
"Hmmm." Balas Anes.
"Bukankah itu lucu." Ucap Cya, Nia menggelengkan kepalanya menatap kedua bayi itu.
"Bagaimana kau akan merawat nya hmmm, apa kau tidak berniat untuk memberikan salah satunya kepada orang yang ingin memiliki anak." Ceplos Nia, hal itu membuat Cya, Ike, suster dan Steven memelototkan matanya.
"Nia apa maksud kamu? Ini anakku jadi untuk apa aku memberikannya kepada orang lain." Ucap Anes, melihat Anes yang sedikit tersinggung Deandra pun langsung mendekati istrinya.
"Kau tak perlu khawatir Nia dua anak tidak akan merepotkan bagi kami, bukankah kami bisa mempekerjakan 10 sampai 20 suster untuk merawatnya. Bahkan kalau harus kembar tiga atau lima anak pun kami tak akan kerepotan." Ucap Deandra, membuat Ike, suster dan Cya menelan saliva nya.
"Ah bukan itu maksudku Dean, maksudku bukankah setiap anak butuh banyak kasih sayang." Ucap Nia.
"Tentu saja dan kami bisa memberikan kasih sayang dan cinta untuk anak kami." Ucap Deandra.
"Ya aku tahu kalian orang-orang yang mampu." Ucap Nia.
"Apakah anak kalian sepasang?" Ucap Steven.
"Hmmm." Balas Deandra.
"Mereka sangat lucu dan menggemaskan." Ujar Steven, lelaki itu menatap dua bayi yang sedang terlelap di boks bayi.
"Maka segeralah minta agar istrimu mau memiliki anak, bekerja dan banyak uang saja tidak cukup untuk memperkuat pernikahan kalian." Sindir Deandra, Nia terdiam mendengar perkataan Deandra.
"Tapi bukankah kak Nia belum mau memiliki anak." Ucap Cya.
"Kenapa?" Tanya Anes.
"Katanya masih ingin mengejar karier." Balas Cya, Nia tersenyum bangga karena Cya mengatakan itu.
"Ya aku tidak ingin hanya bergantung kepada suamiku saja, bukankah sebagai wanita aku juga harus memiliki beberapa usaha." Ucap Nia.
"Tentu saja seperti istriku usahanya dimana-mana, tanpa aku memberi uang pun dia tidak akan kesulitan." Ucap Deandra, Cya ingin tertawa mendengar perkataan Deandra.
"Mbak Ike tolong bungkam mulut kak Dean aku tidak tahan ingin tertawa." Bisik Cya.
"Apakah tuan muda sedang datang bulan, kenapa sensitif sekali." Balas Ike berbisik kepada Cya.
"Bukan datang bulan ke lebih tepat nya rada sensitif karena satu bulan lebih tuan tidak bisa mendekati nona." Bisik suster yang mendengar perkataan Ike dan Cya.
"Anes bisa seperti itu meskipun dia memiliki dua anak bayi." Ucap Deandra, Steven dan Anes menggelengkan kepalanya dan memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Sayang bisa tolong ambilkan aku minum." Ucap Anes, berharap perdebatan sengit antara Deandra dan Nia berhenti.
Dan dengan polos Cya mengambil air minum lalu berjalan memberikannya kepada Anes, Anes menatap nanar botol minum yang di pegang oleh Cya.
"Ini kak." Ujar nya, Ike dan suster tertawa kecil melihat itu.
"Terimakasih sayang." Ucap Anes kepada Cya.
"Sama-sama." Jawab nya dengan manis.
"Steve Nia duduk lah nanti Ike akan membawakan minuman dan makanan untuk kalian, terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk menjenguk aku dan anakku." Ucap Anes.
"Baiklah." Ucap Steven, lelaki itu duduk diikuti oleh Deandra sementara Nia masih berdiri di samping Anes.
"Kenapa?" Tanya Anes.
"Tidak aku hanya berpikir jika anakmu sangat mirip dengan Deandra." Ucap Nia, Anes tersenyum tipis kepada Nia.
"Ya banyak yang mengatakan seperti itu." Balas Anes.
"Kata orang-orang kalau anak mirip Daddy nya itu berarti kak Dean yang menyukai kakak lebih dulu." Ucap Cya.
"Dari mana kamu tahu?" Sahut Deandra.
"Cya mengatakan kata orang bukan kata Cya." Ujar nya, suster tertawa lagi Dean benar-benar meresahkan.
"Tuan ini minuman nya silahkan diminum dan ini makanannya_" Ucapan Ike terhenti karena Dean memotong nya.
"Silahkan dimakan." Ucap Dean, semua orang tercengang ada apa dengan lelaki itu kenapa jadi menyebalkan sekali.
"Iya tuan." Ucap Ike, wanita itu langsung mendekati Anes dan Cya.
"Tuan kenapa nona?" Tanya Ike.
"Gak tahu lagi datang bulan kali." Ucap Anes, Cya pun tertawa mendengar nya.
Setelah selesai berbincang dan waktu sudah semakin larut Nia dan Steven pamit untuk pulang, tak lupa mereka memberikan sebuah kado besar untuk baby twins dari pasangan Anes dan Deandra.
"Cya sebaiknya Cya istirahat ya kakak baik-baik saja kok." Ucap Anes.
"Benar nona sebaiknya kita istirahat saja." Ucap Ike, Cya pun mengangguk dan keluar dari kamar rawat Anes.
Setelah kepergian Cya dan yang lain nya Deandra langsung mendekati Anes dan menyambar b*b*r Anes, hal itu membuat Anes terkejut namun tersenyum manis di tengah-tengah kegiatan yang sedang di lakukan oleh suaminya.
Biarkan yang penting tidak merengek minta an_u menurut Anes selagi masih wajar tak masalah, setelah itu Deandra mengecup kening Anes dan meminta istrinya untuk tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊