Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 50


Sementara itu di sebuah perusahaan besar terlihat Jordan yang berlari ke ruang kerja Joe, Jordan langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang kerja milik Joe.


"Kamu ngapain si Jo kaya orang di kejar-kejar set*n." Ucap Joe.


"Joe kamu belum mendengar berita apa gimana si." Ucap Jordan.


"Apa kenapa?" Tanya Joe.


"Kamu tahu intan." Ucap Jordan.


"Iya model terkenal kan." Ucap Joe.


"Bukan model terkenal doang Joe kamu lupa jika dia wanita yang saat itu sedang dekat dengan Deandra, kamu lupa jika dia harus pergi karena urusan pekerjaan nya dan dia meminta Dean berjanji untuk menunggu nya kembali." Ucap Jordan.


"Gak lupa memang ada apa si Jo, gak usah panik gitu apa." Ucap Joe.


"Gimana gak panik si Joe itu cewek udah kembali ke tanah air Joe." Ucap Jordan, Joe terbelalak bagaimana bisa intan kembali ke tanah air.


"Apa? Bagaimana bisa dia kembali ke tanah air?" Pekik Joe.


"Ya bisa lah kamu pikir dia akan selamanya di luar negeri, Joe setelah mantan Deandra ternyata masih ada satu wanita yang sudah membuat Dean nyaman. Pantas saja si Dean membentengi diri agar tidak jatuh cinta kepada Anes." Ucap Jordan, Joe menggaruk dahinya nya yang tidak gatal.


Intan Wardana, dia adalah seorang model cantik yang pernah dekat dengan Deandra dan membuat Dean melupakan mantan kekasih nya.


Dean memang belum pernah mengajak intan untuk bertemu dengan kedua orang tuanya, karena Dean tahu mama dan papa nya mungkin tidak akan menyukai intan. Dan juga pada saat itu Dean bertemu intan dengan tanpa sengaja, sebelum Deandra pindah dari negara nya ke tanah air, saat itu Dean sedang ada pertemuan bisnis di tanah air.


Karena itu Dean menunggu waktu yang tepat untuk mengenalkan Intan kepada keluarga nya, namun setelah dua tahun kepergian intan mama justru malah bertemu dengan Anes wanita yang super perfect di mata mama.


"Dean masih sama Anes kan Jo." Ucap Joe kepada Jordan.


"Masih lah kalau sudah pulang itu anak pasti sudah ada di kantor." Ucap Jordan.


"Jo sekarang kita berdoa sama-sama semoga si Dean sudah jatuh cinta kepada Anes." Ucap Joe.


"Jangan lupa Joe semoga Dean dan Anes sudah adu kekuatan, dengan begitu Dean tidak akan meninggalkan Anes." Ucap Jordan.


"Dan pulang-pulang Anes membawa Deandra junior dalam perut nya." Ucap Joe lagi, kini kedua lelaki itu sedang menghayal mengenai Deandra dan Anes.


Sementara itu di sebuah pulau Anes yang sedang berjalan-jalan dengan Deandra menerima telpon dari kantor nya, Anes mengangkat telpon itu di dekat Deandra.


***Panggilan telepon


Kantor**: Selamat siang nona maaf mengganggu waktu nona*.


Anes: Tidak apa-apa, apa ada hal penting yang ingin kamu bicarakan?


Kantor: Benar nona, model yang dua tahun lalu di kirim nona Aleta dan tuan Axel sudah kembali nona.


Anes: Model?


Kantor: Benar nona, yang menggantikan nona Adelle untuk fashion show di negara X. Dan untuk menjadi model dari beberapa brand disana.


Anes: Baiklah kapan dia kembali?


Kantor: Hari ini dia kembali dan sudah dalam perjalanan.


Anes: Baik nanti akan saya bicarakan dengan Aleta, terimakasih untuk informasinya.


Kantor: Sama-sama nona.


Anes mematikan panggilan telepon nya, dan Dean menatap Anes yang terlihat sedikit berpikir. Dari kejauhan Anes melihat Aleta yang sedang berjalan ke arah nya.


"Kamu kenapa nes?" Tanya Aleta.


"Aku mau tanya memangnya dua tahun lalu kamu menjadikan model lain untuk menggantikan Adelle?" Ucap Anes, Aleta sedikit berpikir ia cukup lupa dengan hal itu.


Sementara Deandra dan Azka kedua lelaki itu duduk di sebuah kursi taman, saat sudah mengingat nya Aleta mengangguk.


"Oh iya itu untuk lomba fashion show, dan sebelum loba itu dia juga menjadi model untuk beberapa brand disana. Kenapa memangnya?" Tanya Aleta.


"Dia sudah kembali dan sekarang sudah dalam perjalanan." Ucap Anes.


"Kalau dia sudah kembali itu artinya kamu harus segera pulang dong sayang." Ucap Azka, Dean menatap Azka yang berbicara dengan lembut kepada Aleta.


"Iya tapi kita kan." Lirih Aleta, Anes tersenyum manis kepada Aleta.


"Enggak apa-apa kamu pergi saja ta, ini biar aku dan Axel yang mengurus nya." Ucap Anes.


"Tapi nes." Ucap Aleta.


"Gak apa-apa ta, nanti kamu kirim saja data-datanya ke aku ya." Balas Anes, wanita itu menatap Dean yang hanya diam.


...


Keesokan harinya Anes dan Deandra sudah siap untuk kembali ke kota asal mereka, sementara Aleta dan Azka akan pergi ke luar negeri untuk honeymoon.


"Anes maaf jadi merepotkan kamu." Ucap Aleta.


"Enggak apa-apa ta santai saja, segera kembali dengan kabar baik ya." Ucap Anes, Aleta tersenyum dan mengangguk.


"Iya doakan agar aku segera kembali bersama dengan Azka junior." Ucap Aleta, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Aleta.


"Kita jalan dulu ya de nes." Ucap Azka.


"Jaga Aleta ya ka jangan kamu bikin nangis." Ucap Anes.


"Hmmm, Dean titip Anes ya." Ucap Azka dan Aleta, Deandra mengangguk kini mereka memasuki mobil dengan arah yang berbeda.


Dalam perjalanan Anes hanya diam saja dan Dean menatap Anes, Dean tiba-tiba memegang kening Anes yang terasa sedikit panas.


"Kamu sakit?" Tanya Deandra.


"Engga aku gak apa-apa kok." Jawab Anes, Dean menepikan mobilnya dan membuat Anes heran.


"Kenapa?" Tanya Anes.


"Tubuh kamu demam nes kamu harus minum obat dulu." Ucap Deandra.


"Enggak Dean aku gak apa-apa." Jawab Anes, Dean menatap Anes dan menangkup wajah cantik Anes.


"Kamu nurut sama aku untuk kali ini aja ya nes." Ucap Dean, Anes mengangguk pelan entah mengapa Anes refleks mengangguk.


Deandra mencari kotak obat dan ia memberikan obat itu kepada Anes, Deandra juga memberikan minum kepada Anes membuat Anes sedikit tersentuh dengan sikap manis Deandra.


"Kamu istirahat saja." Ucap Deandra, mengelus kepala Anes dengan lembut.


Dan Anes mengangguk Anes memejamkan matanya dan akhirnya terlelap, Deandra tidak tahu kenapa Dean mengemudi sambil menggenggam tangan Anes.


"Maafkan aku nes sudah lama kita menikah tapi aku belum memberikan kebahagiaan sepenuhnya untuk kamu, aku hanya bisa bersikap seperti ini karena aku tidak ingin prasaan itu semakin dalam." Lirih nya, namun Dean juga merasa sakit jika melihat Anes sakit.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Deandra dan Anes sudah tiba di kediaman Gavriel, Deandra melihat Anes yang masih terlelap.


Senyum tipis muncul di bibir nya, lelaki itu keluar dari mobil dan berjalan mengitar Dean membuka pintu mobil dan menggendong tubuh Anes dengan hati-hati.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊