
Sesampainya di sebuah sekolahan elite yang tak lain adalah tempat Kenzie bersekolah, Anes menatap Kenzie yang duduk di pangkuan nya.
"Sudah sampai sayang." Ucap Anes, mengusap kepala Kenzie dengan lembut.
"Hmmm." Balas Kenzie.
"Kita turun yuk, tuh suster sama mbak Nana sudah menunggu Ken diluar." Ucao Anes, Kenzie mengangguk dan mengalungkan tangannya di leher Anes.
Deandra menatap Anes yang begitu perhatian terhadap Kenzie, Dean berpikir jika kepada Kenzie saja Anes sesayang dan seperhatian itu bagaimana jika ke anak nya nanti.
Dean jadi tidak sabar ingin segera memiliki anak, agar mereka tidak kesepian lagi. Kalau soal Kenzie Dean bisa mempercayakan keponakan nya kepada suster dan mama.
"Ayok om turun om sudah sampai." Ucap Anes, Dean tersenyum dan keluar dari mobil. Dendra mengambil alih tubuh Kenzie dan memegang tangan Anes yang akan keluar dari mobil nya.
"Tante antar Kenzie kedalam ya." Ucap bocah itu.
"Oke, ayok Tante antar." Ucap Anes, Kenzie mengangguk dan menegang tangan Anes.
Saat Anes dan suster masuk kedalam untuk mengantar Kenzie ke kelas nya, Dean mendekati Nana dan berbicara dengan Nana.
"Na untuk hari ini kamu tidak perlu mengikuti nona, kamu temani saja Kenzie dan suster." Ucap Dean.
"Tapi nanti nona ke kantor sendirian tuan." Ucap Nana.
"Nona tidak akan ke kantor, saya akan menjaga nona kamu tenang saja." Ucap Deandra.
"Baik kalau begitu tuan, saya permisi dulu." Ucap Nana, Dean mengangguk dan menatap Nana yang ikut masuk ke sekolah.
"Kenzie Tante antar nya sampai sini saja ya, Ken baik-baik sama suster jangan nakal." Ucap Anes.
"Oke Tante." Balas Kenzie, saat Anes akan pergi tiba-tiba saja ada salah satu orang tua murid.
"Kenzie di antar sama siapa sekolah nya, kok tumben gak cuma sama suster." Ucap ibu-ibu berbadan cukup besar.
"Ini Tante nya Kenzie." Jawab Kenzie, ibu-ibu itu menatap Anes dengan tersenyum tipis.
"Oh pasti istrinya tuan Dean ya." Ujar nya, Anes mengangguk dan tersenyum.
"Iya istrinya om Ken." Jawab Kenzie.
"Waah Tante nya Kenzie cantik ya baik lagi, gak seperti mami nya. Maaf ya soalnya selama Kenzie sekolah disini saya tuan pernah melihat Ken di antar oleh mami nya." Ucap ibu-ibu itu, Kenzie hanya diam saja. Dan Anes menatap Kenzie yang menundukkan kepalanya.
"Makasih ya Bu untuk pujian nya, tapi bagi saya dan suami saya Kenzie itu sudah seperti anak kami. Jika mami Kenzie tidak bisa mengantar Ken karena sibuk, masih ada saya bukankah saya juga tidak jauh berbeda dengan mami nya." Ucap Anes, ibu-ibu itu tersenyum malu mendengar tanggapan Anes.
"Maaf nona saya tidak bermaksud apa-apa." Ujar nya, Anes tersenyum tipis.
"Saya juga tidak ada maksud apa kok Bu, kalau begitu saya permisi dulu. Ken Tante pergi dulu Ken baik-baik ya sama suster." Ucap Anes, wanita itu berjongkok di hadapan Kenzie.
"Iya Tante." Ucap Ken, Anes tersenyum dan mengecup pipi gembul Kenzie.
"Good boy." Ucap Anes, suster dan ibu-ibu itu tersenyum manis melihat ketulusan Anes untuk Kenzie.
"Saya titip Kenzie ya sus." Ucap Anes.
"Baik nona tidak perlu khawatir saya akan menjaga tuan muda Ken." Ucap suster, Anes tersenyum dan pergi dari hadapan Kenzie dan suster.
Saat Anes berjalan keluar ia berpapasan dengan Nana yang berjalan ke arah nya, Nana menunduk sopan saat melihat Anes.
"Loh na kamu masuk juga." Ucap Anes.
"Iya nona karena tuan muda meminta saya untuk menjaga tuan muda Ken dan suster, tidak apa-apa kan nona." Ucap Nana, Anes mengangguk dan tersenyum manis.
"Tentu saja tidak apa-apa, kamu temani saja Ken dan suster. Saya mau pergi dulu." Ucap Anes, Nana mengangguk dan tersenyum manis kepada nona nya.
"Sudah mengantar Ken nya." Ucap Deandra, menatap Anes yang kini berdiri di hadapannya.
"Hmmm, ngapain berdiri disini mau tebar pesona kamu." Ucap Anes, menatap sekeliling.
"CK, siapa yang mau tebar pesona sih." Ucap Deandra.
"Ya kamu lah, buktinya berdiri di depan mobil dengan penuh gaya. Sok ganteng banget jadi orang." Ucap Anes, Dean tersenyum tipis dan menangkup wajah Anes.
"Kamu itu harusnya sadar kalau suami kamu ini memang ganteng, satu lagi aku gak tebar pesona. Meskipun wanita diluar sana tertarik denganku tapi tetap saja sampai kapanpun kamu adalah cinta terbesar di hatiku Aneska." Ucap Deandra, membuat pipi Anes memanas.
Deandra tersenyum senang saat melihat istrinya yang merona, Anes melepaskan tangan Dean yang menangkup wajah nya.
"Gak usah gombal sudah tua malu." Ucap Anes, wanita itu berjalan dan masuk kedalam mobil.
Dean tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, ia merasa lucu dengan tingkah Anes yang menggemaskan seperti itu.
"Aku belum tua ya, anak saja belum punya bisa-bisanya bilang aku tua." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.
"Cih, terus kamu mau terlihat muda dan tampan agar wanita-wanita diluar sana mengejar kamu." Cibir Anes.
"Gak usah ngarang ya Aneska, aku sudah bilang kalau hanya kamu yang aku cintai. Aku harus ngomong berapa kali si." Ucap Deandra.
"Berkali-kali juga tidak apa-apa." Ucap Anes, Dean tertawa dan mencubit pipi Anes dengan lembut.
"Itu sih maunya kamu." Ucap Deandra, kini lelaki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Anes menatap jalanan yang ramai dengan kendaraan, Anes menatap Deandra yang sedang mengemudi dan Dean sadar jika Anes sedang menatap nya.
"Ada apa, hmmm." Ucap Deandra.
"Kalau nanti kita sudah punya anak kamu masih seperti ini tidak? Maksudnya aku masih perhatian seperti ini tidak?" Tanya Anes, Deandra tersenyum dan menatap Anes.
"Kamu ini nanya apa si nes, jelas lah aku akan selalu perhatian sama kamu. Anak tidak akan merubah prasaan dan perhatian aku kepada kamu, kamu itu istri aku dan dia yang nanti akan jadi anak kita itu status nya anak aku. Kalian memiliki peran masing-masing di kehidupan aku, kenapa nanya kaya gitu." Ucap Deandra, mengelus kepala Anes lembut.
"Tidak apa-apa, aku hanya berpikir mungkin setelah memiliki anak kamu akan sedikit betubah." Ucap Anes, Dean menggelengkan kepalanya.
"Tidak akan berubah sayang, kamu tetap kesayangan nya aku." Ucap Deandra, Anes tersenyum tipis.
Dalam hatinya Anes ingin bersorak kepada semua orang untuk memberi tahu, betapa bangga nya Anes kepada dirinya sendiri karena berhasil menaklukkan Deandra. Lelaki yang dulu keras bagai batu, kini sudah berubah menjadi laki-laki yang lembut dan begitu mencintai Anes.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah mulai bucin gaes 😊
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊