Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 256


Keesokan harinya Anes terbangun pagi-pagi sekali dan langsung membersihkan tubuhnya, setelah selesai semuanya Anes langsung menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya.


"Sayang bangun ini sudah pagi." Ucap Anes.


"Emmmhhhhhh." Lenguh Deandra, dan malah menarik Anes lalu memeluk nya.


"Ish, sayang lepasin gak." Kesal Anes.


"Gak aku gak mau." Ucap Deandra.


"Aaaaa, kamu bau." Pekik Anes, membuat Deandra langsung memelototkan matanya.


"Ngarang, mana ada aku bau." Ucap Dean, dan mengusel-nguselkan wajah nya di dada Anes.


"Sayang mulai deh, gak suka ah kamu nakal." Teriak Anes, Deandra tertawa kecil lalu mengecup b*b*r Anes dan menatap nya.


"Morning kiss." Ucap Dean, membuat Anes mendengus sementara lelaki itu langsung bangun dan berjalan menuju kamar mandi.


Sementara itu di kediaman Joe, Ike sedang duduk di atas tempat tidur dengan menutupi tubuhnya menggunakan selimut.


"Kamu kenapa terlihat seperti sedang buru-buru." Ucap Ike, yang berusaha meraih pakaiannya yang berserakan di lantai akibat ulah suaminya.


"Ada hal penting yang harus aku selesaikan dalam waktu dekat." Ucap Joe, Ike menatap Joe setelah selesai memakai pakaian nya.


"Kenapa? Ada masalah di kantor?" Tanya Ike, Joe menggelengkan kepalanya.


"Ini tentang Cya dan kekasih nya, semalam Deandra menelpon dan mengatakan jika Cya dan Anes bertengkar hebat." Ucap Joe.


"Hah, bagaimana mungkin sementara selama ini Cya selalu diam jika Anes sedang berbicara." Ucap Ike, Ike tahu jika Anes dan Cya sering berdebat akhir-akhir ini namun yang Ike tahu Cya selalu diam dan tidak membangkang.


"Diam dari mana jelas-jelas Dean mengatakan jika keduanya saling berteriak semalam, karena Cya kekeh ingin pergi keluar sementara Anes melarang nya." Ucap Joe, Ike pun menggeleng ta percaya dengan semua itu.


"Kenapa Cya bisa berubah seperti itu, jelas-jelas dia tahu bagaimana sayang nya Anes terhadap Cya." Ucap Ike.


"Entahlah, tapi aku dan Dean meyakini jika Cya sudah di pengaruhi oleh kekasihnya." Ucap Joe, oke pun mengangguk dan mengiyakan perkataan suaminya.


Dan di kediaman Jordan terlihat Nana yang sedang menyiapkan makanan di meja makan, tiba-tiba saja Ardan bersuara yang membuat Nana terkejut.


"Mi sepertinya semalam kak Cya dan tante Anes bertengkar hebat." Ucap Ardan, Nana dan Jordan menatap Ardan.


"Dari mana kamu tahu?" Tanya Jordan.


"Alexa, semalam dia memposting sebuah kata-kata di sosial media nya." Ucap Ardan.


"Apa yang Alexa tulis?" Tanya Nana kepo.


"Begini *Aku sudah rela berbagi semua kasi sayang mommy ku kepadamu, tapi kenapa kau tega berteriak di hadapan mommy sampai mommy ku menangis.* Seperti itu mi tapi tidak lama postingan nya di hapus lagi oleh Alexa." Ucap Ardan, Nana dan Jordan saling menatap.


"Bagaimana ini sepertinya Cya benar-benar sudah di pengaruhi oleh kekasihnya." Ucap Nana, Jordan menghela nafasnya.


"Ini bukan sepertinya lagi sayang tapi memang sudah di pengaruhi." Ucap Jordan.


"Kasihan Anes." Lirih Nana, Jordan mengangguk tentu saja kasihan selama bertahun-tahun Cya tinggal bersama Anes baru kali ini Cya berani membantah Anes. Dan itu semua terjadi karena Cya sudah mengenal lelaki itu.


"Kamu tidak perlu khawatir aku akan membantu Dean menyelesaikan semuanya, lagian aku tahu posisi Dean saat ini pasti bingung karena di satu sisi Anes adalah istrinya wanita yang sangat Dean cintai dan di sisi lain ada Cya adik yang ia sayangi." Ucap Jordan, Nana pun mengangguk dan tersenyum manis kepada Jordan.


"Hmmm, kamu harus membantu nya." Ucap Nana, Jordan pun mengangguk dan mereka sarapan bersama.


...


Kembali ke kediaman Deandra terlihat Dean yang duduk di meja makan hanya berdua dengan Cya, bahkan Dean bingung dimana kedua anaknya.


"Mbak dimana Alden dan Alexa?" Tanya Deandra.


"Maaf tuan, nona dan tuan muda belum turun untuk sarapan." Ucap mbak Lia.


Namun tidak lama kemudian Alden dan Alexa berjalan menuruni anak tangga, Alexa langsung menghampiri sang Daddy dan melihat bahwa mommy nya tidak ikut sarapan.


"Aku dan Alden langsung pergi ke sekolah dad." Ucap Alexa, Deandra mengernyit sementara Cya hanya menatap Alexa dan Alden.


"Kalian tidak sarapan?" Tanya Deandra.


"No, kalian tidak boleh pergi sebelum sarapan." Ucap Deandra.


"Aku tidak mau sarapan bersama orang yang sudah menyakiti mommy ku." Ucap Alexa.


"Alden duduk dan sarapan." Ucap Deandra.


"Maaf dad aku tidak bisa." Ucap Alden, Deandra menghela nafasnya dan menatap Cya yang hanya bisa diam.


"Alexa." Ucap Deandra lagi.


"Dad please, aku tidak mau jangan paksa aku. Dan satu lagi aku tidak akan berbicara, juga tidak akan mau makan di satu meja makan dengan kakak sebelum kakak berbaikan dengan mommy sebelum kakak meminta maaf kepada mommy!" Tegas Alexa, Alden pun mengangguk menyetujui perkataan Alexa dan pergi dari rumah.


Deandra menatap kepergian anak kembar nya, kini Alexa dan Alden sudah dewasa sudah bisa merasakan sakit yang mommy nya rasakan.


"Aku pergi ke kantor duluan." Ucap Deandra, Cya menatap nanar Deandra yang pergi tanpa makan sesuap nasi pun.


"Mbak." Panggil Cya.


"Iya nona." Sahut mbak Lia, yang dulu menjadi suster Alexa dan Alden.


"Kenapa mereka begitu membenci aku, kenapa mereka tidak mengerti perasaan aku." Lirih Cya.


"Nona mereka tidak membenci anda, mereka sangat menyayangi anda terbukti dengan nyonya yang melarang anda untuk pergi semalam." Ucap mbak Lia.


"Tapi aku pergi untuk menemui kekasih ku." Lirih Cya.


"Nona apakah anda sadar jika nyonya tidak akan marah jika lelaki itu orang baik, tapi ini nyonya marah itu artinya nyonya tahu sesuatu." Mbak Lia lagi, Cya terdiam mendengar perkataan mbak Lia.


"Saya ke kantor dulu mbak." Ucap Cya, mbak Lia pun mengangguk dan menatap kepergian Cya.


Tak lama kemudian Anes turun saat semua orang sudah pergi ke kantor dan ke sekolah, mbak Lia menatap Anes yang berjalan dengan wajah sembab nya.


"Nyonya mau makan apa?" Tanya Mbak Lia.


"Mbak tolong buatkan saya roti bakar saja." Ucap Anes, mbak Lia pun mengangguk dan membuatkan semua yang Anes inginkan.


Mbak Lia jelas tahu bagaimana prasaan Anes sekarang, mungkin ada rasa kecewa di hati Anes karena Cya yang bertengkar dengan Anes.


Atau mungkin juga Anes merasa gagal menjadi seorang kakak dan pengganti orang tua Cya, tak lama kemudian makanan yang diinginkan oleh Anes pun selesai dan mbak Lia meletakan nya di hadapan Anes.


"Silahkan nyonya." Ucap mbak Lia.


"Terimakasih mbak." Ucap Anes, mbak Lia mengangguk dan tersenyum manis.


Anes menatap roti dan susu yang ada di hadapannya, jujur saja sebenarnya Anes tidak bernafsu untuk makan kali ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊