Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 291


Tiga hari berlalu hari ini terlihat Alexa, Alden, Anes dan Deandra yang sedang sarapan, Dean menatap kedua anaknya yang terlihat akur.


"Boy kamu berangkat sekolah bersama Alexa." Ucap Deandra.


"H-hah kenapa dad? Aku bisa berangkat sendiri." Ucap Alexa.


"Tidak apa-apa sayang Daddy hanya ingin melihat kalian selalu bersama, toh beberapa tahun ini kalian selalu pergi sendiri-sendiri bukan." Ucap Deandra, Alexa dan Alden pun saling memandang satu sama lain.


"Dad bukan apa-apa tapi pulang sekolah nanti Alden tidak bisa langsung pulang." Ucap Alden.


"Benar dad kalau aku pergi bersama Alden nanti pulang nya gimana." Ucap Alexa, Deandra menghela nafasnya kedua anaknya ini selalu saja memiliki alasan agar tidak pergi bersama.


"CK, kalian ini selalu saja ada alasan agar tidak pergi bersama." Ucap Deandra, Anes tersenyum begitupun dengan Alexa yang tertawa kecil.


Setelah selesai sarapan Alexa dan Alden pun pamit untuk pergi ke sekolah nya, sementara Deandra pamit untuk pergi ke kantor dan kini tinggallah Anes yang berada di rumah.


Anes menatap jam yang melingkar di tangan nya, ia tersenyum mengingat Cya yang beberapa hari lalu diberikan tes pack oleh Anes.


Karena rasa penasaran nya Anes pun memutuskan untuk menghubungi Cya, ia tersenyum manis berharap Cya sudah melakukan nya.


***Panggilan telepon


Anes**: Hallo sayang bagaimana kabar kamu apakah sudah membaik*?


Cya: Sudah kak aku sudah baik-baik saja sekarang.


Anes: Syukurlah jika begitu kakak senang mendengar nya.


Cya: Iya, oiya kak makasih karena kakak dan Alexa sudah mau di repotkan untuk menemani Cya.


Anes: Harus berapa kali kakak bilang sama kamu Cya, kakak sama sekali tidak merasa direpotkan oleh kamu.


Cya: Baiklah-baiklah kakak memang yang terbaik.


Anes: Jadi bagaimana apakah kamu sudah mencoba tes nya?


Cya: Tes? Tes apa?


Anes: Waaahhh, jangan bilang kalau kamu lupa untuk melakukan nya.


Cya: Melakukan apa?


Anes: Tes pack, ini kakak sangat yakin kalau kamu belum melakukan nya kan.


Cya: Oh itu, hehe iya kak aku belum melakukan nya.


Anes: Sudah kakak duga, yasudah sekarang kamu tes dulu sana nanti kasih tahu kakak bagaimana hasilnya.


Cya: Iya-iya kalau begitu Cya tes ya kak.


Selama Cya sedang melakukan tes pack Anes mematikan panggilan telepon nya, ia memutuskan untuk menonton film kesukaan nya.


Sementara itu di tempat Nana terlihat Aluna yang sedang berbaring di sofa, disaat yang lain pergi ke sekolah Aluna hanya berbaring saja karena tubuh nya yang kurang sehat.


"Kamu mau makan lagi nak?" Tanya Nana.


"Tidak mom aku tidak ingin makan apapun." Ucap Aluna.


"Tapi kamu belum makan apapun sejak pagi Aluna." Ucap Nana lagi.


"Tapi kamu harus memaksakan nya jika tidak bagaimana kamu akan sembuh." Grutu Nana, putrinya ini benar-benar manja sekali. Terkadang Nana di buat pusing sendiri karena sikap Aluna yang sangat manja.


"Nanti saja mami." Ucap Aluna, hah sudahlah Nana mengiyakan saja karena percuma jika Nana memaksa Aluna.


"Baiklah-baiklah bagaimana kamu saja, mami sampai bingung harus bagaimana. Di ajak ke rumah sakit kamu tidak mau, dan di rumah juga kamu tidak mau makan." Ucap Nana pasrah.


Di kediaman Ike terlihat Ike yang sedang duduk santai di sofa, namun tiba-tiba saja ponselnya berdering menandakan pesan masuk.


***Pesan chat


Anes**: Ike aku dengar Aluna sedang sakit*.


Ike: Hah sakit? Kok Nana gak ada bilang apa-apa.


Anes: Iya Nana juga gak bilang apa-apa sama aku, tapi tadi Mbak Lia yang bilang katanya gak sengaja ketemu mbak yang kerja di rumah Nana bilang Aluna sedang sakit.


Ike: Waaah bener-bener si Nana kenapa gak ada bilang sih, kita kan jadi gak tahu dan kesan nya kita kaya gak peduli sama Aluna.


Anes: Sudah-sudah sebaiknya kita pergi ke rumah Nana saja, katanya Aluna sampai gak mau makan karena gak nafsu.


Ike: Yasudah ayok, kita jalan kaki apa bawa mobil ini?


Anes: Jalan kaki saja lagian kita tetanggaan.


Ike: Anes lupa ya kita emang tetanggaan tapi rumah aku dan Nana dari ujung ke ujung, kamu enak ada di tengah-tengah. 😭


Anes: Haha gak apa-apa anggap saja sedang olahraga.🀣


Ike: Bener-bener ini orang seneng banget liat orang tersi*sa. 😭😭


Anes: Sudah jangan banyak bicara ayok jalan sekarang, nanti aku tunggu di depan. ☺️


Ike: Terserah ya nes ya terserah aku mah pasrah aja udah. 😬


Anes: 🀣🀣🀣


Setelah mengirim pesan terakhir kepada Ike Anes tertawa kecil, ia benar-benar suka saat melihat Ike menggerutu kepadanya.


.


.


.


.


Jangan lupa mampir di novel Antara Cinta Dan Dendam ya guys ya, kasi like nya juga πŸ™β˜ΊοΈ


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜Š