Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 193


Keesokan harinya Anes merasa enggan untuk bangun dari tempat tidur nya, Deandra yang melihat itu hanya bisa tertawa saja karena Dean sadar ini juga akibat ulah nya.


"Sayang anak-anak kamu nangis." Goda Deandra, Anes mendengus menatap suaminya.


"Itu juga anak kamu kalau kamu lupa." Ucap Anes mencebikan bibirnya, Anes mengangkat tubuh mungil bayi nya dan memberi asi kepada bayi laki-laki yang terlihat tampan itu.


"Bukankah dia sangat tampan." Ucap Deandra, Anes hanya tersenyum mengagumi ciptaan Tuhan yang ada di gendongan nya saat ini.


"Alden sangat mirip dengan kamu." Ucap Anes, Deandra tersenyum bangga karena kedua anaknya memang sangat mirip dengan dirinya.


"Aku akan menenangkan Alexa." Ucap Dean, lelaki itu menggendong tubuh mungil Alexa dan Anes tersenyum melihat itu.


Setelah memandikan kedua anaknya dan kedua bayi itu kembali terlelap Anes naik kembali ke atas tempat tidur nya, ia ingin tidur lagi namun Cya menggagalkan rencana nya.


"Kak ada kak Ike dan kak Nana dibawah." Ucap Cya, Anes menghela nafasnya Deandra yang sedang memakai jam tangan nya tertawa.


"Temui dulu Nana dan Ike kasihan." Ucap Dean, Anes mengangguk dan turun dari tempat tidur nya.


Ini sudah pukul 11 siang ya karena hari ini Dean sengaja datang siang ke kantor karena akan sekalian untuk melihat cabang perusahaan yang ada di luar kota, Deandra dan Anes menuruni anak tangga bersama.


"Aku pergi dulu kamu baik-baik dirumah oke." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan menerima kecupan manis dari suaminya.


Setelah Deandra sudah tak terlihat lagi Anes menghampiri Ike dan Nana yang berada di ruang tengah, kedua wanita itu terlihat menatap Anes dengan senyuman.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya Anes, wanita itu duduk di samping Cya yang juga sedang duduk bersama Ike.


"Apakah tuan muda sudah tidak berpuasa lagi." Goda Ike, pipi Anes merona dan itu menjadi jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Ike.


"Ike." Lirih Anes.


"Tidak perlu dijawab Ike sudah tahu jawabannya." Balas Ike Nana tertawa kecil mendengar perkataan Ike, merekapun berbincang banyak hal seputar kehamilan ya Nana banyak bertanya kepada Anes tentang kehamilan.


Padahal Anes sendiri belum banyak mengerti tentang itu, bukankah saat Anes hamil Nana yang selalu menjaga dan memenuhi semua kebutuhan Anes.


...


Satu Minggu berlalu hari ini Anes berniat untuk pergi ke perusahaan milik Aleta, ia akan menemui Intan tentu saja untuk memastikan apa yang sedang Intan rencanakan.


Sebelum pergi Anes lebih memilih menitipkan twins kepada Nana, Ike dan para suster anaknya, daripada menitipkan kedua bayinya kepada mama Deandra.


Anes masih menyembunyikan kenyataan jika dirinya sudah memiliki anak dari Liza, wanita itu memang mengatakan jika Anes hanya seorang ipar jadi harus memiliki batasan. Lalu apa bedanya dengan Liza? Bukankah wanita itu juga hanya sepupu jadi harus memiliki batasan atas kehidupan Deandra.


Dan karena itu Anes tidak ingin memberi tahu Liza jika ia sudah memiliki anak, Anes masih terbayang-bayang atas kepergian Kenzie.


Sesampainya di kantor beberapa karyawan menyapa Anes, mereka kagum karena meskipun sudah melahirkan tubuh Anes masih bagus seperti wanita yang belum memiliki anak.


"Aneska." Panggil Aleta yang juga sedang berada di kantor.


"Hai ta." Ucap Anes memeluk Aleta.


"Aaaa kangen banget si aku sama kamu." Ucap Aleta.


"CK, sama aku juga kangen kok sama kamu." Ucap Anes, Aleta mengangguk dan tersenyum manis.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu kesini nes bagaimana dengan Alexa dan Alden?" Tanya Aleta.


"Ah kamu tenang saja Alexa dan Alden di jaga eh Ike dan Nana, tapi ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu ta." Ucap Anes.


"Sepertinya sangat penting kalau begitu ayok kita bicara diruang kerjaku saja." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan mengikuti langkah kaki Aleta.


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Aleta, saat mereka sudah duduk di ruang kerja Aleta.


"Aku ingin bertemu dengan Intan apakah bisa." Ucap Anes, Aleta mengernyit heran mendengar perkataan Anes.


"Intan? Ada apa dengan Intan?" Ucap Aleta.


"Apakah Intan membuat masalah?" Tanya Aleta, Anes mengangguk dan menceritakan semua yang sudah terjadi.


Anes menceritakan Intan yang tiba-tiba datang menghampiri Ike dan men*mpar Ike, lalu Intan yang mengira jika saat dirinya pergi ke luar negeri itu karena permintaan Anes.


Dan Anes juga menjelaskan bahwa saat itu ia belum mengetahui jika ada model bernama Intan di perusahaan Axel dan Aleta, mendengar itu Aleta memijat pelipisnya yang terasa pusing.


Tanpa menunggu lama intan keluar dari ruang kerja nya dan menemui sekretaris nya, wanita itu mengetuk meja sekretaris nya sampai membuatnya terkejut.


"Nona kau mengejutkanku." Gumam sekretaris Aleta.


"Ah sorry, tolong minta Intan untuk menemui saya." Ucap Aleta.


"Baik nona." Jawab nya.


Setelah mengatakan itu Aleta langsung masuk kembali ke ruang kerja nya, dan duduk di samping Anes yang sedang duduk dengan manis.


"Apa yang kamu khawatirkan?" Tanya Aleta.


"Tentu saja karier Intan, dia sudah go internasional ta semua orang mengenal Intan. Jika dia bertingkah semaunya bukan hanya karier Intan yang akan rusak, tapi nama perusahaan kita juga akan jelek di pandangan publik." Ucap Anes, Aleta mengangguk benar apa yang dikatakan oleh Anes.


Apalagi perusahaan itu berdiri benar-benar hasil usaha Aleta, Anes, dan Axel. Bukankah sangat tidak lucu jika hanya karena ulah Intan perusahaan mereka yang akan kena imbasnya.


"Benar aku juga tidak menyangka jika akan melakukan itu, aku mengira selama ini dia wanita yang baik tidak suka kekerasan." Ucap Aleta.


"Mungkin itu semua karena Intan merasa kesal atas pernikahan Ike dan Joe, karena sebelumnya dia sudah ditinggalkan oleh Deandra." Ucap Anes.


"Tapi tidak harus seperti itu nes bagaimana jika ada orang lain atau media yang melihat nya, aku bersyukur karena kamu memberitahu aku tentang ini. Karena aku benar-benar tidak mengetahuinya." Ucap Aleta, Anes mengangguk sebenarnya Anes ingin mengambil tindakan sendiri namun ia masih menghargai Aleta sebagai orang yang mempercayai Intan.


"Permisi nona Intan akan kesini setelah menyelesaikan pemotretan nya." Ucap sekretaris Aleta.


"Hmmm, terimakasih." Ucap Aleta.


"Sama-sama nona kalau begitu saya permisi dulu." Ujar nya, Aleta mengangguk dan sekretaris itupun kembali menutup ruang kerja Aleta.


"Ada apa dengan nona?" Tanya karyawan yang lain.


"Entahlah nona hanya memintaku untuk memanggil Intan." Ujar nya.


"Apakah Intan membuat masalah?" Tanya nya lagi.


"Tidak tahu." Jawab nya, merekapun mengangguk dan kembali menyelesaikan pekerjaan nya.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A: Buat yang kaget karena postingan kemarin mengenai twins, pas baca komen aku juga ikut kaget karena lupa kalau twins masih bayi 😁 tapi aku inget kalau Deandra masih puasa 😂 tapi tenang sudah aku revisi kok 😁


N: Lah pantes gue ikut kaget 😂


A: Maklum lah masih pengen liburan udah harus mikir saja 😂


N: Haha sue 🤣🤣