
Malam hari Deandra keluar dari kamarnya untuk pergi makan malam, Dean pergi menuju sebuah restoran mewah dan saat Dean memasuki restoran itu ia mihat Anes dan Aleta yang juga sedang makan malam.
dari kejauhan Deandra melihat seorang laki-laki datang menghampiri Anes, lelaki itu terlihat berjabat tangan dengan Anes dan Aleta.
"Selamat malam nona muda Abrisham." Sapa lelaki itu.
"Malam tuan Denis." Ucap Aleta, Anes hanya tersenyum saja.
"Sebuah keberuntungan karena saya bisa bertemu dengan nona-nona di sini." Ucap Denis.
"Ah anda terlalu berlebihan tuan." Ucap Aleta.
"Nona Anes apa kabar." Tanya nya.
"Kabar saya baik tuan." Jawab Anes.
"Syukurlah, boleh saya duduk disini?" Ucap nya lalu bertanya.
"Ya silahkan." Ucap Anes dan Aleta, akhirnya lelaki itupun duduk di meja yang sama dengan Aleta.
Deandra terlihat duduk di meja lain yang tidak terlalu jauh dari tempat Anes, namun tempat duduk Deandra berada di sebelah pojok restoran jadi Anes dan Aleta tidak bisa melihatnya.
"Siapa lelaki itu kenapa bisa kenal dengan Anes." Gumam nya, Dean lupa jika Anes memang cukup banyak dikenal oleh para laki-laki yang berasal dari keluarga kaya.
Deandra memperhatikan ketiga orang yang sedang berbincang itu, ia merasa Anes benar-benar wanita yang menutup diri meskipun Dean tahu laki-laki itu berusaha untuk menarik perhatian Anes.
"Nona anda mau pesan apa?" Tanya Denis.
"Tidak tuan saya sudah memesan makanan lebih dulu." Jawab Anes.
"Tidak apa-apa jika nona ingin memesan nya lagi." Ucap lelaki itu.
"Tidak terimakasih." Jawab nya, lelaki itu tersenyum manis kepada Anes.
"Baiklah saya tidak akan memaksa nona." Ujar nya, Anes mengangguk dan tersenyum.
Anes tidak sengaja menjatuhkan kunci mobilnya yang tadi ia letakkan di atas meja, Anes sedikit menunduk untuk melihat benda apa yang jatuh, saat tahu itu adalah kunci mobilnya ia bangun dan berjongkok untuk meraih kunci mobil yang jatuh ke bawah meja.
Dari arah lain Deandra melihat seorang pelayan restoran yang berjalan membawa nampan yang berisi sup dan minuman, Dean memperhatikan pelayan itu dan juga Anes yang masih berjongkok di bawah.
Sampai tiba-tiba Dean bangun dari duduknya saat melihat pelayan itu tersandung, Deandra berlari dari meja yang ia tempati menuju meja yang di tempati oleh Anes, Aleta dan Denis.
Deandra sedikit membungkuk untuk menutupi tubuh Anes, karena pelayan restoran itu terhuyung ke arah Anes.
"Anes." Pekik Aleta, namun ia terkejut saat ada seorang laki-laki yang tiba-tiba menutupi tubuh Anes dengan memeluk nya.
Byuuurrr... praaangg.... Mangkuk yang berisi sup itu tumpah mengenai punggung Deandra, sementara gelas yang berisi minuman terjatuh mengenai kepala Dean membuat Dean sedikit meringis.
"Asssh." Desis nya, Anes tertegun saat mendengar suara orang yang kesakitan.
Anes menoleh kebelakang dan ia terkejut karena yang melindungi nya ternyata Deandra, kini wajah Anes dan Dean begitu dekat hingga keduanya saling bertatapan.
Deandra menatap wajah cantik Anes yang masih terlihat terkejut, sementara Anes menatap wajah Dean yang sedang menahan rasa sakit.
"Kamu itu bagaimana si?" Ucap Denis kepada pelayan restoran itu.
"Maaf tuan maafkan saya." Ucap pelayan itu.
"Kamu lihat kamu baru saja melukai orang." Ucap Denis lagi.
"Maaf tuan maaf." Ucap pelayan itu terlihat ketakutan.
"Anes kamu enggak apa-apa?" Tanya Aleta, Anes dan Dean pun tersadar lalu menatap Aleta.
"Nona anda tidak apa-apa?" Tanya Denis.
"Tidak saya tidak apa-apa." Jawab Anes, Aleta menatap wajah laki-laki yang tadi menolong Anes.
"Deandra." Ucap Aleta terkejut, Dean mencoba untuk bangun dari posisi nya dan lelaki itu menatap Aleta.
"Hmmm." Sahut Dean, Anes menatap Dean yang memegang pundak nya karena ingin memegang punggung tangan Dean tidak sampai.
"Iya saya tidak apa-apa." Ucap Deandra, Anes menatap Dean dengan tidak percaya.
Kenapa seperti itu? Ya karena Anes tidak percaya jika Deandra selalu ada untuk menolong nya saat Anes berada dalam bahaya, apalagi Dean selalu rela mengorbankan dirinya hanya untuk melindungi Anes.
"Apa sangat sakit?" Tanya Anes, Dean menggelengkan kepalanya dengan tersenyum tipis.
"Tidak apa-apa, lain kali kamu harus lebih hati-hati saya permisi dulu." Ucap Deandra, Aleta merasa kasihan kepada Dean lelaki itu pasti kesini untuk melihat keadaan Anes.
Aleta tahu betul meskipun Dean terlihat cuek tapi lelaki itu selalu memegang rasa tanggung jawabnya dengan tinggi, Dean tidak ingin jika orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya itu terluka.
"Nes lebih baik kamu susul Dean deh kasian, dia kaya gitu kan karena mau ngelindungi kamu." Ucap Aleta.
"Tapi ta." Ucap Anes, kedua wanita itu menatap Dean yang berjalan keluar dari restoran.
Saat Deandra pergi pelayan itu mengejar Deandra untuk meminta maaf, karena tadi Dean langsung pergi sebelum ia meminta maaf.
"Tuan tunggu." Panggil pelayan itu.
"Iya ada apa?" Tanya Deandra.
"Tuan maafkan saya yang sudah ceroboh, dan maaf juga karena saya sudah membuat tuan terluka." Lirih nya, Deandra mengangguk dengan wajah datar nya.
"Tidak apa-apa lain kali kamu harus hati-hati, untung saya masih bisa melindungi istri saya. Jika tidak maka saya tidak akan pernah melepaskan kamu!" Ucap Deandra, tanpa Dean tahu jika Anes mendengar perkataan Deandra.
"Sekali lagi maafkan saya tuan." Lirih nya, Deandra mengangguk setelah itu Dean memutuskan untuk berjalan menuju parkiran.
"Tunggu." Ucap Anes, membuat Deandra memberhentikan lagi langkah kaki nya.
"Ada apa?" Tanya Deandra menoleh menatap Anes.
Anes menatap wajah tampan Deandra, Anes baru sadar jika Deandra memang sangat tampan wajar jika lelaki itu selalu merasa percaya diri.
"Maafkan aku." Ucap Anes, Dean mengernyit heran kenapa Anes meminta maaf.
"Maaf untuk apa?" Tanya Deandra, Anes menunjuk tubuh Deandra.
"Maaf karena untuk melindungi aku membuat kamu terluka." Ucap Anes, Dean hanya mengangguk saja.
"Tidak masalah sudah menjadi tugasku untuk melindungi kamu." Ucap Dean, lelaki itu kembali membalikkan tubuhnya untuk pergi.
"Dean." Panggil Anes lagi.
"Kenapa lagi?" Tanya Deandra.
"Kamu tidak akan bisa menyetir dengan keadaan seperti ini, biarkan aku untuk mengantar kamu." Ucap Anes, Deandra diam benar juga apa yang dikatakan oleh Anes.
"Yasudah." Ucap Deandra, ia sengaja menyetujui perkataan Anes karena Dean melihat Denis yang menatap Anes dari pintu restoran.
"Masuk." Ucap Anes membukakan pintu mobil untuk Deandra, Dean masuk dan duduk dengan tenang.
Sementara Anes ia duduk di kursi kemudi dan mengemudikan mobil Deandra dengan kecepatan sedang, Anes menatap Dean yang terlihat tidak nyaman dalam duduk nya.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊