
Setelah itu Prames mengambil pistol nya, dan turun menemui Sean. Karena pikiran nya kalut mendadak ia buntu, Sean menggunakan Samurai nya sedangkan ia hanya menggunakan Pistol.
"Hahaha tak ku sangka kau akan secepat ini tuan muda Sean".Ucap Prames.
"Bedebah banyak bicara kau".Amuk Sean berteriak menggelegar Murka.
Bahkan para bawahan Prames dan Bloody tersentak kaget mendengar suara dari Sean, sungguh suara yang sangat menakutkan.
"Hahha santai santai bagaimana kabar istrimu
Sean, apakah sudah kau makamka atau hmmm apa yah".Ucap Prames penuh kemenangan.
"Kau memang bedebah sialan" Ucap Sean murka berlari menerjang Prames dengan samurai nya.
Sedangkan Prames langsung menembak Sean dengan pistolnya,tapi sayang sasaran nya selalu tidak tepat sasaran membuat Prames panik bukan main.Peluru terakhir mengenai tangan kiri Sean.
Sontak membuat Sean murka bukan main dia tebas nya Lengan kanan Prames membuat si pemilik tangan berteriak.
"Bunuh saja aku bedebah sialan kau".Ucap Prames.
HAHAHA Itu belum setimpal dengan apa yang dirasakan oleh istriku bedebah".Ucap Sean murka dengan tawa kematian.
Setelah di pastikan semua nya sudah habis dan tak ada tersisa biar satupun Sean menyuruh Lucas membakar hanguskan mansion Prames.
Setelah itu mereka semua pulang ke Markas Bloody, Sean menyuruh para bawahannya untuk mengobati luka mereka di Rumah Sakit Khusus Bloody.
Setelah mandi dan rapi Sean bergegas kerumah sakit tempat dimana Istri tercinta nya di rawat,sungguh bahkan Sean lupa dengan anak anak nya.Sedangkan Ketiga Anak nya di rawat oleh Ibu nya (Citra) dan Ibu Mertua nya (Alika).
Sampai nya di rumah sakit dia langsung menemui Dokter Johan kepala rumah sakit di rumah sakit nya.
"Tuan".Ucap Johan.
"Bagaimana kabar istriku".Ucap Sean.
"Maaf tuan,keadaan Nyonya Sangat kritis bahkan Bayi yang di kandung nya meninggal dalam kandungan". Ucap Johan.
"Apaaaa". Ucap Sean Lunglai ke lantai.
Sean langsung berdiri dan menerobos masuk, dia lihat sang istri terbaring lemah tak berdaya.Membuat Sean ingin marah kepada tuhan, tapi untuk apa ini semua sudah takdir.
Dia cium mata istrinya,pipi,dia ***** bibir seksi semerah cery walaupun sudah pucat itu,
dia belai wajah sang istri penuh kasih sayang,dia peluk dengan sayang tubuh sang istri.
"Papa".Panggil ketiga nya.
"Astaga papa hampir melupakan kalian boys".Ucap Sean memeluk ketiga anak nya.
Arvin? anak itu menangis memeluk sang Ibu,tiba tiba Alysa kejang kejang membuat Sean panik.
"Johan Johan".Teriak Sean menuju pintu.
"Ada apa dengan istriku".Ucap Sean.
"Anda keluar dulu tuan, agar kami leluasa mengerkan tugas kami".Ucap Dokter Johan dibalas anggukan oleh Sean.
Sean membawa Aksa,Arion, dan Arvin keluar dari ruangan VIP Alysa, Sedangkan Keluarga besar Alysa baru tiba.
"Dimana putri ku nak".Tanya Alika.
"Masih diperiksa Mam".Ucap Sean parau.
'Sedangkan Papa Daren memeluk cucu nya,Alika sudah tenang dalam pelukan sang anak Daniel.Papa Dion dan Citra mengusap punggung anak sulung nya itu, Perhatian mereka beralih menatap Arvin yang menangis histeris.
"Hei sayang boy sini,sama papa boy jangan menangis syuttt".Ucap Sean menenangkan Arvin.
"Hiks Hiks Mama, Arvin mau mama huaaaa hiks".Tangis Arvin.
Semua orang menangis melihat Arvin menangis histeris begitu dan mencoba menengkan Arvin.
CEKLEK......
Pintu kamar ruang VIP terbuka,menampakkan Dokter keluar dengan wajah tegang.
"Bagaimana istriku Han".Ucap Sean gelisah melihat wajah Dokter Johan.
"Nyonya ....".Ucap Dokter Johan terbata bata.
"Kenapa Han". Bentak Sean keras membuat semua orang terkejut.
"Nyonya telah meninggal dunia tuan".Ucap Dokter Johan.
DEG DEG DEG...........
Suka dengan ceritanya?...Jangan lupa support and like nya.♥️