
"Nona Anes." Ucap Intan terkejut saat melihat Anes ada di ruang kerja Aleta, ya setelah menunggu cukup lama akhirnya Intan datang ke ruang kerja Aleta.
"Hai Intan." Sapa Anes, Intan menelan saliva nya ia tahu mungkin Anes sudah mengatakan kepada Aleta mengenai masalah yang dibuatnya.
"Duduk Intan." Ucap Aleta tanpa basa-basi, Intan mengangguk dan duduk di hadapan Aleta.
"Ada apa nona memanggil saya?" Tanya Intan, Aleta menatap Intan dengan serius.
"Kamu tahu kedatangan Anes kesini karena apa." Ucap Aleta.
"Hmmm, apa karena kesalahan yang sudah saya lakukan?" Tanya Intan, Aleta mengangguk sementara Anes menatap Intan dengan duduk santai di sofa.
"Intan kamu tahu kesalahan kecil yang kamu lakukan bisa menjadi masalah besar jika ada orang lain atau media yang melihat nya, dan jangan lupakan status kamu sebagai model dari perusahaan saya." Ucap Aleta, Intan menunduk dalam mendengar perkataan Aleta.
"Maafkan saya nona." Lirih Intan.
"Dan satu lagi kepergian kamu beberapa tahun yang lalu itu bukan karena Anes, dia bahkan tidak tahu jika kamu adalah model di perusahaan milik saya. Dia tahu kamu setelah dia menikah dengan Deandra, jadi jangan salahkan Anes atas semua ini. Itu sudah menjadi keputusan perusahaan yang ingin kamu menjadi model terkenal." Ucap Aleta, Intan mendongak menatap Anes yang terdiam.
"Nona." Lirih Intan menatap Anes.
"Saya kecewa kepada kamu Intan." Ucap Anes, intan menggigit bibir bawahnya.
"Tapi nona bagaimana prasaan anda jika lelaki yang anda cintai menikah dengan orang lain?" Ucap Intan, Anes tersenyum sinis kepada Intan.
"Sekarang saya tanya bagaimana prasaan kamu jika harus menikah dengan lelaki yang sedang patah hati, saya rasa kamu tahu keadaan Deandra dulu tapi kenapa kamu tidak cepat-cepat kembali? Kamu tahu ini tidak mudah untuk saya, memiliki Deandra sepenuhnya itu bukan suatu hal yang mudah begitupun dengan Ike sekarang." Ucap Anes, Intan menatap Anes kecewa kenapa Anes masih saja membela Ike.
"Intan dengar jika kamu ingin karier kamu baik-baik saja maka kamu harus pergi ke luar negeri, namun jika kamu tidak ingin itu bukan masalah untuk saya karena kamu bisa keluar dari perusahaan dan membayar uang denda." Ucap Aleta, Intan tercengang mendengar perkataan Aleta.
"Nona bukankah ini sangat berlebihan?" Ucap Intan.
"Saya sudah memikirkan ini terserah kamu mau menyebut saya jahat atau apa, yang jelas saya tidak mau masalah ini terulang." Ucap Aleta, Intan benar-benar bingung kenapa Anes begitu menyayangi Ike.
"Baik saya akan pergi seperti apa yang nona katakan, tapi ingat Joe dan Deandra adalah dua laki-laki yang mengisi hati saya. Mungkin cepat atau lambat salah satu dari mereka akan kembali kepada saya." Ucap intan, Anes tersenyum smirk menatap Intan.
"Silahkan jika kamu bisa menerima mereka yang tanpa apa-apa, tidak akan ada harta apapun yang akan mereka bawa jika mereka meninggalkan para istrinya." Ucap Anes, Intan mengernyit apa maksud Anes mengatakan semua itu.
"Apa maksudnya?" Tanya Intan, Anes melemparkan beberapa dokumen di atas meja wanita itu masih berbaik hati tidak langsung memenjarakan Intan.
"Deandra menulis surat perjanjian jika dia tidak akan meninggalkan aku dan anakku, namun jika dia melanggar nya dia rela pergi tanpa membawa apapun karena Deandra berpikir semua yang dia miliki sekarang adalah milik kedua anak nya bukan miliknya." Ucap Anes, Intan semakin merasa ini semua tidak adil.
"Sudahlah intan jangan mencari masalah segera siapkan dirimu." Ucap Aleta, Anes tersenyum penuh kemenangan membuat Intan merasa kalah oleh Anes.
...
Sore hari di sebuah restoran terlihat dua wanita yang duduk berhadapan, mereka saling menatap dengan tajam.
"Ada apa kau memintaku untuk datang kesini?" Tanya Liza.
"Apa kau tahu jika Deandra rela menyerahkan semua hartanya kepada Anes, jika dia meninggalkan Anes bersama dengan wanita lain." Ucap Intan, Liza terbelalak mendengar perkataan Intan.
"Liza sudah aku katakan bersikap baiklah kepada Anes, jangan menyinggung perasaan nya buat dia percaya kepadamu. Aku yakin kamu juga belum mengetahui fakta jika Anes dan Deandra sudah memiliki dua anak." Ucap Intan, Liza menganga apa lagi ini anak? Siapa yang memiliki anak.
"Dua anak? Bagaimana bisa satu saja Anes tidak akan bisa melahirkan nya." Ucap Liza.
"Dasar bo*oh, saat kau di penjara Anes mengandung bayi kembar. Bahkan aku mendengar jika ayah dari bayi yang kau kandung sempat menculik Anes, tapi gagal karena ada Nana yang bersama dengan Anes." Ucap Intan, Liza benar-benar tidak diberi tahu oleh Anes tentang kedua anaknya.
"Tapi Anes maupun Dean tidak pernah memberi tahu jika mereka memiliki anak." Ucap Liza.
"Bukankah kau selalu mengatakan jika dia hanya ipar jadi harus mengetahui batasan, apa bedanya dengan kamu Anes pasti akan mengatakan hal yang sama." Ucap Intan.
"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya Liza.
"Bersikap baiklah kepada Anes agar kamu mengetahui anak-anak nya, karena sejauh ini aku sendiri pun belum tahu bagaimana wajah anak-anak Anes." Ucap Intan.
"Kau bo*oh kenapa harus menyerang Ike segala, sekarang kau malah merusak semuanya!" Ucap Liza.
"Hei kau yang memberi tahuku jika Joe menikah dengan Ike, tentu saja aku tak rela. Kau tidak ingin aku bersama Deandra kan, maka hanya Joe yang bisa aku harapkan." Ucap Intan, lihat kedua wanita itu terlihat frustasi atas rencana mereka yang berantakan.
"Ahhh si*l, sudahlah kau turuti saja keinginan bosmu untuk pergi ke luar negeri. Ingat kau harus berpura-pura menjadi lebih baik lagi, jangan menantang Anes jika kau tidak ingin berakhir seperti aku." Ucap Liza.
"Liza apakah Dean benar-benar kecintaan kepada Anes, dia bahkan tidak peduli jika kamu adalah kakak sepupu nya." Ucap intan tertawa mengejek.
"Ini semua karena kau yang bo*oh malah meninggalkan Deandra." Cibir Liza.
"Cih, sok baik padahal kau saja tidak ingin aku bersama dengan Deandra. Kau menyukai dia iya kan, tapi sayang Anes lah yang lebih beruntung karena bisa menikah dan memiliki Deandra sepenuhnya. Kau tahu seperti nya Dean akan lebih kejam dari sebelumnya karena sekarang Anes sudah memenuhi keinginan Dean memiliki anak, Anes adalah ratu dalam kehidupan Deandra percaya padaku." Ucap Intan, yang berhasil membuat Liza kepanasan.
"Diamlah kau itu benar-benar tidak berg*na." Sengit Liza, intan tertawa melihat wajah kesal Liza.
"Anes mungkin terlalu baik tapi jika aku yang menjadi istri Dean, mungkin aku akan melakukan itu di hadapanmu Liza agar kau merasa g*la." Ucap intan lagi di susul dengan tawa renyah nya, entahlah Intan merasa sekarang ia mulai g*la karena dua kali di tinggal menikah.
.
.
.
.
..
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊