
Sepulang dari sekolah Alexa, Ara, dan Vani memutuskan untuk pergi ke sebuah mall, tak lupa mereka bertiga mengganti pakaian nya terlebih dahulu. Se berkuasa apapun daddy nya Alexa tidak ingin memanfaatkan itu untuk melanggar peraturan sekolah nya.
"Jadi gimana nih kita jadi jalan kan?" Tanya Vani.
"Jadi dong lagian kan udah lama juga kita gak pernah main keluar." Ucap Alexa.
"Oke, jadi Ara mau di boncengin siapa kebetulan banget Ara lagi gak bawa motor." Ucap Vani.
"Nah iya Ara mau di boncengin siapa?" Tanya Alexa.
"Ara mau sama kak Vani saja gimana?" Tanya Ara.
"Waaah boleh tuh jadikan Alexa kaya ketua geng nya." Ucap Vani.
"Heh gak gitu." Ucap Alexa.
"Udah gak usah banyak ngomong kita jalan sekarang." Ucap Vani.
Alexa dan Ara pun mengangguk ketiga nya kini berjalan menuju parkiran dan melajukan motor masing-masing, namun berbeda dengan Ara yang di bonceng oleh Vani.
Perjalanan yang lumayan macet membuat Vani dan Ara mengeluh karena panas, berbeda dengan Alexa yang terlihat santai dan tenang dan tidak ada mengeluh karena panasnya trik matahari.
"Kak itu kak Alexa kok bisa si anteng gitu padahal kita dari tadi ngeluh kepanasan." Ucap Ara.
"Yaaah ra kamu gak tau ya kalau semenjak pingsan karena hukuman berjemur sekarang Alexa kaya kebal sama trik matahari." Ucap Vani, Ara mengernyit lalu berbicara lagi kepada Vani.
"Kayaknya kita juga harus pingsan dulu biar kebal kak." Ucap Ara, Vani tertawa mendengar perkataan Ara.
Setelah sudah tidak macet lagi merekapun melanjutkan perjalanan mereka,Alexa tetap di depan dan Vani di belakang mengikuti Alexa.
Sesampainya di mall ketiga gadis cantik itu langsung masuk ke dalam setelah memarkirkan motornya, Ara berjalan di samping kiri Alexa sementara Vani berjalan di samping kanan Alexa.
"Kita mau kemana dulu ni nonton atau makan dulu." Ucap Alexa.
"Kita nonton dulu saja bagaimana xa?" Tany Vani.
"Boleh." Ucap Alexa.
"Bagus tuh, lagian kita kalau makan dulu suka ada kejadian yang kurang menyenangkan dan berakhir dengan pulang." Keluh Ara.
"Haha, bener banget ra." Ucap Vani, Alexa tertawa mendengar perkataan Ara.
Akhirnya Alexa pun pergi untuk membeli tiket, Ara memutuskan untuk membeli minuman dan Vani tentu saja ia akan membeli popcorn. Ketiganya memutuskan untuk menonton drama yang baru saja tayang di bioskop, setelah selesai membeli apa yang mereka inginkan ketiganya masuk kedalam sebuah ruangan yang tidak terlalu gelap.
"G*la ini yang nonton pada berpasangan semua." Ucap Vani.
"Namanya drama romantis van ya sudah pasti berpasangan." Ucap Alexa.
"Tau kaya gini Ara ajak kucing Ara biar bisa berpasangan." Ceplos Ara, Vani dan Alexa tertawa.
Merekapun duduk di barisan tengah dan posisi tidak berubah karena sejak tadi Alexa selalu berada di tengah-tengah Vani dan Ara.
"Tunggu deh kok aku kaya liat Bian sama Amel." Ucap Ara.
"Yang bener kamu ra?" Tanya Vani.
"Yaelah kak kapan si Ara pernah bohong." Ucap Ara.
"Ya gak pernah si, tapi beneran liat ra gak salah liat kan kamu?" Ucap Vani lagi.
"Ara bener van orang nya duduk di depan kita kok." Ucap Alexa.
"Gak usah heboh ya van ya, kita kesini buat senang-senang." Ucap Alexa, Vani mengangguk dengan mata yang mengedip lucu.
Sementara itu Ara tertawa melihat vani dan Alexa, beberapa orang menatap Ara yang cekikikan dan membuat Alexa menatap tajam Ara.
Lampu mulai mati dan layar di depan mereka menyala memutar drama yang mereka tonton, Alexa dan kedua sahabatnya menatap serius pada alur cerita itu. Sesekali Ara mengumpat karena beberapa scene yang membuat nya geregetan.
"Demi apa orang tua si cowok ngeselin banget kenapa semuanya harus di ukur dari harta dan kasta." Ucap Ara.
"Bener ra, apalagi itu cowok yang di crushin si cewek bener-bener menguras kesabaran kita." Ucap Vani, bayangkan bagaimana jadi Alexa yang berada di antara keduanya.
"Tapi demi apa kalian lebih menguji kesabaran aku." Ucap Alexa, membut Ara dan Vani menoleh.
"Xa tapi itu lebih menyebalkan, si cowok yang di suka sama si cewek saja pegawai caffe tapi dia bisa-bisanya mandang kasta. Kalau keluarga cowok yang satunya mandang kasta rada wajar karena mereka turunan konglomerat. Tapi tetap saja aku emosi xa, kenapa kasta jadi tolak ukur dalam keluarga cowok." Ucap Vani.
"No, gak cuma keluarga cowok si keluarga cewek juga ada." Ucap Ara.
"Pliisss, kalian bisa diam tidak ini hanya drama dan tidak terjadi juga dalam real life kita." Ucap Alexa, Vani dan Ara tertawa melihat kekesalan Alexa.
Setelah drama nya selesai Alexa dan yang lainnya pun keluar mereka memutuskan untuk makan karena cacing-cacing di perutnya sudah demo minta di isi makanan.
"Alexa." Panggil seseorang dari belakang.
Alexa yang merasa ada seseorang yang memanggil nya pun menoleh lalu menatap Bian yang berjalan dan bergandengan tangan Amel.
"Ya." Sahut Alexa, Bian diam lelaki itu menatap wajah cantik Alexa.
"Wahhh, gak nyangka kalau kita bisa bertemu disini." Ucap Amel.
"Bukankah ini tempat umum jadi siapapun bisa berada disini." Balas Alexa.
"Benar, lagian bukan hanya kita kok yang ada disini banyak juga remaja lain yang berjalan-jalan disini." Ucap Vani.
"Yap, lagian kita juga gak tahu kalau kamu dan Bian ada disini, kalau kita tahu juga mungkin kita akan mencari tempat lain saja." Ucap Ara, Amel pun terdiam mendengar perkataan Alexa dan teman-teman nya.
"Ck, sudahlah sebaiknya kita makan." Ucap alexa, wanita itu pergi tanpa ragu di hadapan Bian dan Amel.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊