Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 300


Di sebuah sekolah elite terlihat Alexa, Vani dan Ara yang sedang duduk di kantin. Jangan tanya apa yang mereka lakukan karena tentu saja mereka sedang mengisi perut yang mungkin sudah terasa lapar.


"Xa mau pesan apa?" Tanya Vani.


"Apa saja Van bebas." Jawab Alexa.


"Jangan bebas lah memangnya kalau aku pesankan kamu makanan yang kamu gak suka mau?" Ucap Vani.


"CK, lagian emang nya Vani gak tahu apa yang suka aku makan." Ucap Alexa, Vani pun tertawa kecil mendengar perkataan Alexa.


"CK, kalian sweet banget sih kayak kakak adik." Ucap Ara.


"Sayang nya kita cuma sahabatan Ra." Ucap Vani, jujur jika dibandingkan dengan Ara Vani lah yang lebih mengerti Alexa dalam hal apapun.


Alexa saja sampai heran sendiri kenapa Vani begitu tulus kepada nya, padahal jika Vani berniat memanfaatkan Alexa juga Alexa tidak akan marah, tapi kenapa Vani tidak pernah terlihat memiliki niat jelek kepadanya.


"Haha, iya juga ya." Ucap Ara.


"Yasudah Ara mau pesan apa nanti biar sekalian aku pesankan." Ucap Vani.


"Samakan saja kak, minum nya juga sama seperti kakak dan kak Exa." Ucap Ara, Vani pun mengangguk dan tersenyum.


"Baiklah kalian tunggu disini aku pesan ke ibu kantin dulu sebentar." Ucap Vani, Ara dan Alexa pun mengangguk.


"Ka Vani kenapa baik banget ya kak." Ucap Ara.


"Iya Ra, padahal dulu aku dan Alden gak nyangka kalau Vani ternyata orang kaya juga, dulu uang Alden sering abis buat bantuin Vani yang sering di bully saat kita masih kecil." Ucap Alexa.


"Iya karena penampilan nya yang sederhana orang-orang di sekolah nganggap kalau kak Vani orang biasa, tapi apa bedanya toh kita juga sama-sama manusia yang membedakan hanya keadaan dan takdir." Ucap Ara.


"Benar, tapi logika nya saja ya Ra kita itu sekolah elite kalau Vani bukan siapa-siapa belum tentu di terima disana kan." Ucap Alexa.


"Tapi kakak dulu ada fikiran kalau kak Vani orang kaya gak?" Ucap Ara.


"Haha, gak ada." Ucap Alexa, Ara tertawa kini ia tahu kenapa Vani begitu baik kepada Alexa ya itu karena sikap Alexa dan Alden juga yang sangat baik kepada Vani.


"Ada apa nih ketawa-ketawa gak ngajak." Ucap Vani.


"Gak ada apa-apa." Ucap Alexa, Vani memicingkan matanya menatap Alexa.


"Gak percaya ah aku." Ucap Vani, Alexa tersenyum dan memeluk Vani dari samping.


"Gak nyangka ya yang sahabatan sampe gede aku sama kamu, padahal dulu yang pertama kali kenal sama kamu kan Alden." Ucap Alexa.


"Ara juga gak nyangka kalau Ara bisa dekat sama kak Vani." Ucap Ara, Vani tertawa renyah mendengar perkataan Alexa dan Ara.


"Kalian ini kenapa si, aneh banget pake gak nyangka segala." Ucap Vani.


"Ya gak apa-apa lah Van, lagian nih ya kalau gak ada kamu kayak nya sahabat aku cuma Ara." Ucap Alexa, Ara tertawa kecil mendengar perkataan Alexa.


"Sahabat Ara juga pasti cuma kak Alexa, tapi berhubung ada kak Vani kita gak cuma berdua kak Exa juga ada teman di kelas nya." Ucap Ara.


"Tapi kan pas SMP sampai sekarang kamu minta buat satu kelas sama aku." Ucap Alexa, Vani mengangguk dan tersenyum.


"Karena kamu sahabat terbaik aku, sahabatan sama kamu itu bikin aku nyaman xa. Aku berasa punya adik karena kamu yang manja." Ucap Vani, Alexa dan Ara tertawa kecil mendengar perkataan Vani.


Dari kejauhan Ardan, Alden dan geng nya melihat keceriaan Alexa, Vani dan Ara.


"Alexa kalo ketawa lepas kayak gitu bikin gue ngerasa berhasil bahagiain dia." Ucap teman A.


"Benar, berasa lagi liat istri yang berhasil di bahagiain sama suaminya." Tambah teman B.


"Bangun woy udah siang mimpi Mulu." Ucap Ardan.


"CK gak bisa banget Lo ar liat orang bahagia." Ucap teman A.


"Bahagia Lo hallu." Ucap Ardan, Alden hanya tertawa mendengar perkataan Ardan.


"Jahat Lo ar tertusuk jantung gue." Ucap teman B.


"Gemes ah pengen gue gigit ginjal nya." Ucap Alden, Ardan tertawa mendengar perkataan Alden yang tiba-tiba.


"Cucok Lo Al gak lucu sumpah." Ucap teman-teman yang lainnya.


"Salah Mulu gue heran." Ucap Alden.


"Kaga cocok lo gemes-gemes begitu, lo itu cocok nya diem gak pake ekspresi." Ucap teman Alden yang lainnya.


"Gue datar Lo protes, gue gemes Lo juga protes heran." Ucap Alden, berakhir dengan canda tawa dari teman-teman nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊