Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 128


Satu Minggu berlalu hari ini setelah selesai makan malam Anes membantu Ike dan suster untuk merapikan meja makan, Ike menatap nona muda nya yang terlihat begitu semangat.


"Nona apakah anda baik-baik saja." Ucap Ike, Anes menoleh menatap Ike yang terlihat bingung.


"Iya saya baik-baik saja kenapa ke?" Tanya Anes.


"Tidak apa-apa hanya saja hari ini nona terlihat begitu bahagia." Balas Ike, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Ike.


"Iya saya memang sangat bahagia hari ini." Balas Anes, Ike tersenyum dan menepuk pundak suster.


"Ahai apakah baby twins akan berubah menjadi triple." Ucap Ike, Anes tercengang mendengar perkataan Ike.


"CK, tentu saja tidak." Jawab Anes terkekeh.


"Eh nona ingat tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, jika tuhan sudah berkehendak maka bum semuanya akan terjadi." Ucap Ike dengan gembira.


"Tapi untuk saat ini bukan itu yang saya maksud." Ucap Anes, Ike mengangguk dan tersenyum.


"Baiklah apapun itu semoga selalu menjadi kebahagiaan untuk nona dan tuan muda, semuanya sudah selesai kalau begitu kita bertiga pamit dulu nona." Ucap Ike.


"Hmmm, terimakasih untuk hari ini." Balas Anes.


"Tidak perlu sungkan nona." Ucap Ike, akhirnya ketiga wanita itupun pergi dari rumah yang di tempati oleh Anes dan Deandra.


Melihat di rumah hanya ada dirinya sendiri Anes memutuskan untuk pergi ke kamar, Anes akan menjalankan misi nya.


Anes yakin jika kali ini Deandra tidak akan bisa menghindari dirinya lagi, lihat saja bukan Anes namanya jika tidak bisa membuat Deandra menghilangkan rasa rindu nya malam ini.


Setelah selesai bersiap-siap Anes memutuskan untuk berbaring di tempat tidur, wanita itu mematikan lampu kamar nya agar terlihat gelap.


Ceklek.... Terdengar suara pintu kamar yang terbuka, Deandra melihat Anes yang tidur dengan memunggungi nya.


"Sudah tidur ternyata." Gumam lelaki itu, Dean langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai Deandra langsung memakai pakaian tidur nya dan ikut berbaring di samping Anes, saat Deandra akan terlelap Anes merangkak dan tidur di atas tubuh suaminya hal itu cukup membuat Deandra terkejut.


"Honey apa yang kamu lakukan?" Tanya Deandra mulai panik.


"Harusnya aku yang bertanya kenapa akhir-akhir ini kamu selalu menghindar dari aku." Ucap Anes.


"Sayang aku menghindar dari kamu karena ada alasan nya." Ucap Deandra.


"Aku juga melakukan ini karena ada alasan nya." Ucap Anes.


"Oke apa alasan kamu hmmm." Ucap Deandra dengan lembut.


"Aku kangen kamu Dean kenapa kamu selalu menghindar, jika kamu sudah bosan dengan aku katakan saja jangan seperti ini." Ucap Anes.


"Enggak aku gak bosan sama kamu nes aku juga gak bisa terus menghindar dari kamu, tapi semua ini aku lakukan untuk kenyamanan kamu dan anak kita." Ucap Deandra, Anes mengerjapkan matanya berkali-kali membuat Deandra merasa gemas.


"Apa maksudnya?" Tanya Anes.


"Hmmm, saat kamu masuk rumah sakit dokter mengatakan jika aku harus menjaga kamu dengan baik. Kandungan pada trimester pertama itu masih sangat lemah dan rawan keguguran, karena itu aku tidak ingin melakukannya karena takut kamu dan calon anak kita kenapa-kenapa." Ucap Deandra.


"Jadi?" Tanya Anes.


"Aku menjauh dari kamu karena aku tidak ingin kebablasan Aneska, aku sayang sama kamu aku gak mau kamu kenapa-kenapa. Ini juga berat untuk aku yang terbiasa dekat dengan kamu tapi sekarang aku malah menjaga jarak dari kamu." Ucap Deandra, Anes menatap kagum suaminya disini ia paham jika selama ini Deandra juga ters*ksa karena menahan diri agar tidak menyentuh Anes.


"Kalau begitu ayok kita lakukan sekarang." Ucap Anes, Deandra tercengang mendengar perkataan istrinya.


"No, bagaimana dengan anak kita." Pekik Deandra.


"Dia akan baik-baik saja kau tau anakmu juga kangen ingin di jenguk oleh Daddy nya." Ucap Anes.


"Anes_" Ucapan Deandra terhenti karena Anes menyerang nya, Deandra bahkan sampai tidak habis pikir Anes yang semula cuek menjadi sangat agres*f sekarang.


Karena Deandra juga sudah tidak bisa menunda dan menghindar lagi akhirnya ia pun melakukan nya kepada Anes, Anes tersenyum penuh kemenangan saat melihat Deandra yang melakukan itu.


Dean ambruk di atas tubuh Anes lelaki itu memgecup kening Anes dan langsung memeluk tubuh istrinya, dan kini lelaki itu berbaring disamping Anes.


"Maafkan aku karena tidak mengerti keinginan kamu." Ucap Deandra.


"Hmmm, tidak apa-apa lain kali jangan seperti itu lagi." Ucap Anes, Deandra tersenyum dan mengecup pipi Anes.


Setelah Anes terlelap Deandra mengusap wajah nya dengan kasar, tangan nya terulur untuk mengelus perut Aneska.


"Maafkan Daddy yang tidak mengerti keinginan mommy kamu nak, semua ini Daddy lakukan untuk kebaikan kamu dan mommy." Ucap Deandra, lelaki itu mempererat pelukannya dan akhirnya ikut terlelap.


...


Pagi-pagi Anes mengerjapkan matanya dan menatap Deandra yang tidur dengan memeluk tubuh nya, Anes tersenyum mengingat kejadian semalam.


Dibalik itu Anes juga merasa malu karena dirinya lah yang memulai semuanya, meskipun saat akan melakukan itu Dean memintanya untuk berhenti karena Dean ingin memimpin kegiatan semalam.


"Sudah bangun, hmmm." Ucap Deandra dengan suara khas bangun tidur.


"Emmhh." Balas Anes, Dean membuka sedikit matanya dan melihat wajah cantik Anes.


"Bagaimana tidurnya nyenyak?" Tanya Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


"Tentu saja." Balas Anes, Deandra terkekeh geli melihat tingkah istrinya.


"Jadi akhir-akhir ini tidur kamu tidak nyenyak karena ingin aku menjenguk twins." Goda Deandra.


"Hmmm, tapi sayang Daddy twins tidak peka sampai harus mommy duluan yang memulai nya." Cibir Anes, Deandra bangun dan menind*h Anes.


"Kenyataan aku yang selalu jadi pemimpin dalam kegiatan kita." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil dan menangkup wajah tampan suaminya.


"Bayangkan bagaimana jika nanti aku yang akan memimpin." Ucap Anes.


"Itu tidak akan pernah terjadi." Balas Deandra, Anes hanya bisa menghela nafasnya saja.


"Ya itu tidak akan pernah terjadi mengingat Daddy twins yang angkuh dan keras kepala." Ucap Anes, Deandra mengangkat sebelah alisnya.


"Aku tidak angkuh dan tidak keras kepala." Ucap Deandra, Anes meledek suaminya.


"Cih selama aku mengenal kamu ya begitulah sikapmu." Ucap Anes, Dean mengigit hidung mancung Anes.


"Aku melakukan itu hanya kepada orang lain, tidak kepada istriku kau mengerti." Ucap Deandra.


"Ya ya aku mengerti menyingkirlah aku tidak bisa bergerak." Ucap Anes, Deandra tersenyum nakal.


"Seperti ini." Ucap Deandra.


"Arrgghh, jangan macam-macam Dean ini sudah pagi." Ucap Anes.


"Aku menginginkan nya lagi." Ucap Deandra, Anes hanya bisa menghela nafasnya saja untuk mengikuti keinginan suaminya.


Sampai berakhir mereka harus mandi bersama karena Deandra yang tidak mau melepaskan nya, dalam hati Anes merasa bahagia karena Dean sudah mulai meniruti keinginan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊