Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 248


Alden mengetuk pintu ruang kerja Daddy nya, Dean yang sedang berkutat dengan pekerjaan nya meminta orang yang mengetuk pintu untuk masuk.


Dean menatap Alden yang berjalan dan duduk di hadapannya, lihatlah belum di persilahkan untuk duduk putranya itu sudah duduk manis di hadapannya.


"Daddy belum suruh kamu duduk loh Al." Ucap Deandra, Alden menatap sang daddy dengan tersenyum tipis.


Kedua lelaki itu terlihat seperti lawan bukan seperti Daddy dan putranya, ya begitulah selain sering berebut Anes Alden juga kadang kesal karena Dean selalu sering membela Alexa.


"Apakah aku harus kembali berdiri?" Tanya Alden, Dean mencebikan bibirnya dan meminta Alden untuk tetap duduk.


"Tidak perlu duduk saja." Ucap Deandra, Alden tersenyum penuh kemenangan.


"Baiklah." Ucap Alden, Deandra menatap serius Alden tidak ada senyum di wajah Daddy nya.


Begitupun dengan Alden suasana ruangan menjadi dingin dan menegangkan, Alden tahu jika sudah mode serius maka Alden tidak bisa bersikap seenaknya lagi.


"Kamu tahu kenapa Daddy meminta kamu untuk menemui Daddy?" Tanya Deandra.


"Hmmmm, aku memiliki kesalahan." Ucap Alden, Deandra mengangguk ia senang saat Alden mengakui kesalahannya.


"Kesalahan apa yang sudah kamu lakukan?" Tanya Deandra, Alden menyandarkan tubuhnya dan menatap sang Daddy.


"Aku salah karena tidak bisa menjaga Alexa, harusnya apapun keadaan nya dan apapun kesepakatan yang aku buat dengan Alexa, aku harus tetap menjaga nya." Ucap Alden, Deandra mengangguk lagi dan menatap Alden.


"Daddy bukan mau bersikap pilih kasih antara kamu dan Alexa Al, tapi kamu tahu Alexa seorang wanita meskipun dia jago bela diri tetap saja dia seorang wanita." Ucap Deandra, Alden mengangguk ia juga menyesal karena kelakuan konyol nya sampai mengorbankan Alexa adik kesayangannya.


"Yes i know dad, aku juga tidak ingin Daddy berpikir kalau aku sengaja meninggalkan Alexa no! Aku benar-benar tidak sengaja dad, meskipun aku dan Alexa sering bertengkar tapi aku sangat menyayangi Alexa dad." Ucap Alden, Deandra menatap Alden dengan intens.


"Daddy tidak ingin kejadian ini terulang lagi kamu paham? Daddy tidak ingin kamu ataupun Alexa terluka karena kecerobohan satu sama lain!" Tegas Deandra, Alden mengangguk dan menatap Deandra.


"Hmmm, maafkan Alden dad." Ujar nya, Deandra mengangguk dan bangun dari duduknya begitupun dengan Alden.


Dean memeluk Alden memberikan semangat dan kekuatan kepada Alden, Deandra juga merasa bersalah karena selalu Alden yang ia beri peringatan.


"Maafkan Daddy karena terlalu keras terhadap kamu." Ucap Deandra.


"Tidak dad, aku tahu ini yang terbaik untukku dan Alexa." Ucap Alden, Deandra tersenyum manis.


"Pulanglah mommy pasti khawatir dengan keadaan kamu." Ucap Deandra, Alden pun mengangguk dan pamit untuk pulang kepada Deandra.


...


"Kak ngapain si mondar-mandir gitu?" Ucap Cya yang duduk di sofa ruang tengah.


"Ini jam berapa Cya kenapa Alden belum pulang, padahal Ardan dan Ara sudah pulang." Ucap Anes.


"Kak mungkin Alden ada urusan penting." Ucap Cya.


"Gak Alden gak pernah pulang telat Cya." Ucap Anes, melihat kekhawatiran Anes Cya pun ikut khawatir.


"Kakak dan mommy kenapa kaya orang khawatir gitu?" Tanya Alexa.


"Alden belum pulang xa." Ucap Cya.


"Hah? Tapi ini udah lewat dari jam pulang sekolah." Ucap Alexa ikut panik.


"Ya mana kakak tahu xa." Ucap Cya.


"Kak telpon dong masa cuma di tungguin doang." Kesal Alexa, ia takut jika Alden kenapa-kenapa.


"Udah mommy telpon sayang tapi gak ada jawaban." Ucap Anes, Alexa teringat saat Dean berbisik kepada Alden.


Dengan cepat Alexa menghubungi Deandra dan Dean mengatakan Alden sudah pulang sejak tadi, hal itu membuat Alexa semakin khawatir.


"Bagaimana sayang apa kata Daddy?" Tanya Anes.


"Mom Alden sudah pulang dari tadi." Ucap Alexa, Anes meremat kedua tangan nya ia khawatir apalagi saat hujan lebat turun.


"Al pulang." Gumam Alexa, ia benar-benar khawatir dengan Alden.


Sementara itu Alden sedang berteduh di sebuah halte bus, Alden menatap jam yang sudah semakin sore dan cuaca yang terlihat gelap ia tak mungkin melanjutkan perjalanan pulang dengan keadaan hujan lebat Alden tidak bisa mengambil resiko.


"Keadaan Alexa gimana ya dia masih sakit ga, tadi pucet banget lagi." Gumam Alden, ia merogoh saku celana nya dan menatap ponselnya yang mati karena kehabisan baterai.


"Shiii*t." Umpat Alden, ia menatap sekeliling yang tidak terlalu ramai juga tidak terlalu sepi.


"Xa semoga kamu baik-baik aja ya, maaf aku belum bisa jadi kakak yang baik untuk kamu. Justru aku malah sering bikin kamu kesal, dan suka cari-cari masalah sama kamu." Gumam nya lagi.


Dan di kediaman Anes Alexa masih berdiri mematung menatap pintu utama, ia masih berharap Alden membuka pintu dan berjalan ke arah nya.


"Alden kamu dimana Al pulang ujan nya gede banget, maaf aku belum bisa jadi adik yang baik aku juga terlalu lemah. Karena aku Daddy pasti marahin kamu, maafin aku Alden." Batin Alexa, Cya menghampiri Alexa dan tersenyum.


"Alden akan baik-baik saja xa ini belum 24 jam kenapa kalian sangat khawatir." Ucap Cya, wanita cantik itu berusaha menyembunyikan kekhawatiran nya.


"Sayang bagaimana Alden sudah pulang?" Tanya Deandra, Anes menggelengkan kepalanya.


"Belum." Lirih Anes.


"Shiii*t dimana anak itu." Gumam Deandra, pasalnya saat pulang juga ia tak melihat Alden.


"Dad Alden baik-baik saja kan." Ucap Alexa, lihatlah setelah Alexa kini putranya yang membuat Deandra spot jantung.


"Iya sayang Daddy akan minta orang-orang untuk mencari Alden." Ucap Deandra, Alexa lagi-lagi menatap pintu utama.


"Kak pas pulang tadi gak liat Alden emang kali aja dia lagi neduh kan." Ucap Cya.


"Enggak Cya kakak dan Joe gak lihat Alden." Ucap Deandra, dan tak lama kemudian pintu utama terbuka lebar nampaklah Alden dengan pakaian nya yang basah kuyup membuat semua orang mematung.


"Alden." Lirih Alexa, yang langsung berlari memeluk Alden.


Sementara Alden mengerjapkan matanya menerima pelukan dari Alexa, bukan apa-apa pasalnya Alexa seperti anti untuk memeluk kakak nya.


"Xa are you ok?" Tanya Alden, Alexa menggelengkan kepalanya dan terisak dalam pelukan Alden.


"Loh kamu nangis?" Tanya Alden lagi, Alexa kesal kenapa Alden harus bertanya si.


"Kenapa baru pulang?" Kali ini Anes yang bertanya.


"Maaf mom hujan nya sangat lebat, Alden gak bisa pulang ini saja berhenti-henti tapi tetap saja basah kuyup." Ujar nya tertawa kecil.


"Kasihan jagoan mommy." Ucap Anes, Alexa masih memeluk Alden.


"Xa lepas nanti baju kamu basah." Ucap Alden.


"Biarin." Lirih Alexa, Cya, Anes dan Deandra tersenyum melihat si kembar yang sedang mendramatisir keadaan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊