Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 250


Sesampainya di sekolah sangat kebetulan sekali parkiran sekolah sedang ramai, bahkan ada beberapa geng wanita yang menatap mobil Alden.


"Itu Alden kan sendiri lagi? Jangan-jangan Alexa ga sekolah." Ucap Vani.


"Loh iya, mungkin Alexa masih sakit kali." Ucap Ardan.


"Enggak kok kak Alexa bilang kalau hari ini sudah masuk sekolah." Ucap Ara, lihatlah Ara dan Ardan yang membuat Vani bingung.


"Kenapa kalian terlihat seperti orang yang tidak tahu apa-apa? Bukankah rumah kamu Ara dan kamu Ardan berdekatan dengan rumah Alexa. Bukankah kalian tetanggaan?" Ucap Vani, Ara dan Ardan saling memandang satu sama lain.


"Ya kami memang tetanggaan tapi kami tidak tahu apa-apa." Ucap Ardan.


"Kenapa bisa tidak tahu? Ara rumah kamu melewati rumah Alexa kan apakah kamu tidak melihat apakah Alexa sekolah atau tidak?" Ucap Vani, Ara menghela nafasnya.


"Kak aku tidak melihatnya sungguh, (Karena yg aku lihat hanyalah gerbang kokoh yang menjulang tinggi)." Ucap Ara di susul dengan membatin.


"Aneh sekali." Ucap Vani, Ardan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tunggu kenapa di dalam mobil kak Alden seperti ada orang lain?" Ucap Ara, Vani dan Ardan pun menatap lekat mobil Alden yang kaca nya terlihat gelap itu.


"Gak ah aku gak liat apa-apa." Ucap Vani, Ardan pun mengangguk menyetujui perkataan Vani.


Dan tak lama Alden keluar dari mobil nya beberapa pasang mata menatap takjub kepada Alden, Ardan menatap Alden yang justru berjalan mengitari mobil dan membukakan pintu mobil untuk seseorang.


"Alden sama siapa tuh." Ucap Ajeng, salah satu ketua geng wanita di sekolah itu.


"Gak tau deh tapi kaya nya si cewek." Ucap teman Ajeng.


"Gak ya gak boleh ada yang dekat sama Alden selain aku." Ujar nya.


"Kak Alden sama siapa?" Tanya Ara, dan terlihat kaki jenjang yang terlihat putih mulus keluar dari mobil Alden.


"Alexa." Ucap Vani, ya Vani yang benar-benar mengenal Alexa tahu jika wanita yang bersama Alden itu Alexa.


"H_hah?" Ucap Ara terkejut, dan benar saja jika wanita itu adalah Alexa.


"What? Kenapa bisa Alexa sih kenapa?" Geram Ajeng.


"Pake nanya lagi sudah pasti Alexa yang menggoda Alden." Ucap teman Ajeng.


"Ayok." Ajak Alden menarik tangan Alexa, wahhh bukankah itu malah seperti sepasang kekasih? Setelah kejadian kemarin Alden menjadi sedikit posesif kepada adiknya.


"Al are you ok?" Tanya Ardan.


"Menurut kamu?" Ucap Alden, Ardan menggelengkan kepalanya.


"Alexa ke kelas sama aku saja, ayo xa." Ucap Vani, wanita itu menarik tangan Alexa dan mengajak nya ke kelas.


"Kak Vani tunggu kok Ara di tinggal." Teriak Ara, Alden hanya menatap Vani yang mengajak adik nya pergi.


Alden dan Alexa yang berduaan kenapa jadi Vani, Ardan dan Ara yang ketar-ketir. Ardan menarik tangan Alden ke sebuah tempat, dan saat tiba di tempat yang cukup sepi baru lah Ardan berbicara.


"Apa-apaan ini bukankah kamu sudah sepakat tidak akan mempublikasikan jika Alexa adik kamu?" Ucap Ardan.


"Yang mau mempublikasikan Alexa adik aku siapa?" Tanya Alden.


"Al kejadian hari ini akan membuat semua orang berpikir kalian ada sesuatu." Ucap Ardan, Alden tersenyum tipis menatap Ardan.


"Ar yang berpikiran aneh-aneh tentang aku dan Alexa itu gak w*r*s, aku dan Alexa memang ada sesuatu dan hubungan kami itu adik kakak." Ucap Alden, membuat Ardan cukup kesal dengan jawaban teman nya itu.


Ardan tahu betul bagaimana siswa-siswi di sekolah nya yang terbelah menjadi dua kubu, yaitu pengagum Alden yang beranggotakan para wanita di sekolah dan pengagum Alexa yang sudah dapat di pastikan jika anggotanya para lelaki di sekolah itu.


"Oke al, tapi bagaimana dengan wanita-wanita yang menyukai kamu? Mereka akan membenci Alexa." Ucap Ardan.


Sementara itu di kelas Vani menatap Alexa dengan intens, Vani memegang kening Alexa membuat Alexa bingung.


"Kenapa si Van?" Tanya Alexa.


"Alden kesambet apa sampe mau bareng sama kamu?" Tanya Vani, setelah Alexa bercerita jika Alden memaksa Alexa untuk pergi dengannya.


"Yang aneh Alden kenapa kamu pegang kening aku?" Protes Alexa.


"Ya terus pegang kening siapa? Yakali aku pegang kening Alden xa." Ucap Vani, Alexa tertawa kecil mendengar perkataan Vani.


"Van memangnya kamu gak suka sama Alden?" Pertanyaan mengejutkan keluar dari mulut Alexa.


"Xa gini aku masih ingin hidup dengan tentram dan sejahtera, kalau aku suka Alden mau bersaing sama berapa perempuan?" Ucap Vani, Alexa tertawa renyah mendengar nya.


"Van gak gitu, gini loh maksud aku memang banyak yang suka Alden tapi itu mereka yang memiliki rasa suka terhadap Alden akan kalah oleh orang yang di sukai oleh Alden." Ucap Alexa, Vani merona mendengar perkataan Alexa.


"Ah jadi malu neng, tapi belum tentu Alden mau sama aku. Sudah jangan bahas Alden dulu, xa tadi Ajeng dan teman-temannya liatin kamu kaya liat mangsa." Ucap Vani, Alexa mengangkat bahu nya saja.


"Aku kan memang mangsa mereka, mangsa untuk di labrak." Kekeh Alexa, Vani mendorong kening Alexa.


"Lagian kenapa si xa kamu sama Alden harus pura-pura kaya gini?" Tanya Vani.


"Van kalo mereka tahu aku dan Alden adik kakak, otomatis para wanita sekolah ini akan banyak yang ingin berteman dengan aku hanya karena ingin dekat dengan Alden." Ucap Alexa.


"Jadi kamu takut mereka manfaatin kamu dengan tujuan tertentu? Kamu takut mereka berteman sama kamu karena Alden?" Ucap Vani, Alexa pun mengangguk membenarkan perkataan Vani.


"Iya begitupun sebaliknya, pasti ada juga yang mendekati Alden hanya agar bisa tau tentang aku. Dan aku gak suka itu Vania kamu tahu aku gak suka sama orang-orang yang sok baik, jadi biarin aja kaya gini aku gak peduli dengan pandangan mereka tentang aku dan Alden. Karena kenyataannya Alden itu kakak aku, dan aku adik Alden udah." Ucao Alexa.


"Yasudah iya-iya, aku dukung apapun keputusan kamu Alexa" Ucap Vani.


"Makasih, kamu selalu jadi sahabat terbaik aku dari dulu sampe sekarang" Ucap Alexa, Vani tertawa mendengar nya.


"Ngomong-ngomong Alden ganteng loh Van" Goda Alexa.


"Ya terus memangnya kenapa kalau Alden ganteng hmmm." Ucap Vani, Alexa tertawa menggoda kepada Vani.


"Kamu gak suka gitu sama Alden, aku siap deh jadi makcomblang." Ucap Alexa, Vani tertawa mendengar perkataan Alexa.


"Kamu mau punya kakak ipar kaya aku?" Goda Vani.


"Kamu cantik baik pula kenapa enggak." Kekeh Alexa, sudahlah Alexa dan Vani sudah mulai kumat eror nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊