Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 216


"Benar sekali kau memang harus selalu ada bersamaku kak." Ucap Alexa, Cya tertawa mendengar perkataan Alexa.


"Sekarang kamu sarapan yang banyak agar menang dari lombanya oke." Ucap Cya, Alexa mengangguk dan tersenyum manis kepada Cya.


Setelah selesai sarapan merekapun pergi ke sekolah si kembar, Alden dan Anes sampai lebih dulu karena memang Alexa tak ingin sampai bersamaan.


"Ayok sayang." Ucap Anes kepada Alden, Alden mengangguk dan tersenyum manis kepada Anes.


"Bukankah itu istri dari tuan muda Gavriel?" Ucap seorang wali murid.


"Benar tapi kenapa dia pergi sendiri dimana tuan Gavriel." Ujar nya, Anes berjalan dengan senyuman manis nya.


"Nona Anes." Panggil Nana, membuat Anes menghentikan langkah kaki nya.


"Hai na kamu kesini juga." Ucap Anes.


"Hmmm, Ardan akan lomba." Ucap Nana, Anes tersenyum dan menatap Ardan.


"Ah saya lupa jika Ardan dan Alden satu angkatan hanya beda kelas saja." Ucap Anes, Nana mengangguk dan tersenyum.


"Tapi dimana ale_" Ucapan Nana terhenti karena Alden memotong perkataan nya.


"Maaf Tante Alexa bersama Daddy." Ucap Alden dengan suara rendah nya.


"Ohh maaf sayang tante lupa hampir saja mengatakan nya." Ucap Nana.


"Tidak masalah tante." Balas Alden, dan tak lama kemudian Deandra Alexa dan Cya sampai mereka menjadi pusat perhatian di sekolah elite itu.


"Itu tuan muda Gavriel dengan seorang wanita apakah itu istri muda nya, atau nona Abrisham dan tuan Gavriel sudah bercerai." Perkataan seperti itu terdengar di telinga Alden dan Alexa.


"Sepertinya tidak mungkin jika tuan Gavriel meninggalkan nona Abrisham, bukankah putri dari keluarga Abrisham itu menjadi incaran para lelaki." Ujar yang lainnya.


"Mommy." Lirih Alexa.


"Tidak apa-apa jangan pedulikan mereka." Ucap Anes, Alexa menunduk merasa bersalah kepada mommy nya.


"Mungkin itu anak dari pasangan baru mereka karena tuan Gavriel datang dengan seorang wanita cantik." Ujar yang lainnya, Anes dan Deandra tidak mempedulikan hal itu.


Mereka langsung pergi ke aula dan saat Anes masuk kedalam aula sekolah ia melihat Ike yang sedang duduk bersama dengan Ara, Anes tersenyum dan duduk disana.


Tak lama setelah itu acara lomba pun di mulai, Alexa menyanyikan lagu yang begitu menyentuh hati Anes dan Deandra sementara Alden bocah kecil itu membacakan puisi untuk Anes.


Ahhh, melihat itu semua membuat Anes ingin berlari dan memeluk kedua anaknya penuh sayang.


Setelah acara lomba selesai Anes dan Deandra memutuskan untuk mengajak anak-anak nya pergi, Ike dan Nana menatap Anes dan Deandra.


"Bukankah nona begitu menyayangi anak-anaknya, dia bahkan tidak bisa mengambil keputusan untuk memilih salah satu dari Alden dan Alexa." Ucap Ike.


"Benar nona benar-benar ingin Alden dan Alexa bersama-sama, tapi sepertinya sulit karena Alexa dan Alden sampai membuat keputusan untuk tidak terlihat seperti saudara kembar." Ucap Nana.


"Ini cukup mengecewakan." Ucap Ike


"Benar sekali." Balas Ike.


...


Malam hari Anes tidur di tengah-tengah Alden dan Alexa, kedua bocah itu memeluk Anes yang sedang membacakan dongeng untuk anak-anak nya.


"Mommy." Panggil Alexa.


"Iya sayang." Balas Anes.


"Terimakasih." Ucap Alexa.


"Hmmm, untuk apa?" Tanya Anes, Alexa menatap Anes yang menatap nya bingung.


"Karena mommy sudah menjadi mommy terbaik, orang mengatakan bahwa cinta pertama anak perempuan adalah Daddy nya. Tapi untukku mommy juga cinta pertamaku." Ucap Alexa, Anes tersenyum manis.


"Jadi bagaimana dengan Daddy?" Tanya Deandra, lelaki itu ikut berbaring di samping Alexa.


"Tentu saja aku sayang Daddy." Ucap Alexa, Anes tersenyum.


"Daddy." Panggil Alden.


"Iya boy." Sahut Deandra.


"Daddy sudah banyak memberikan yang terbaik untuk Alden dan Alexa, Daddy juga selalu tersenyum saat kami melakukan kesalahan. Kenapa Daddy melakukan itu kenapa Daddy tidak memarahi kami?" Tanya Alden, Alexa ikut menatap Daddy nya.


"Aku tidak ingin adik Daddy aku hanya ingin kita berempat saja sudah cukup, jangan ada yang lain lagi." Lirih Alexa.


"Kenapa Alexa tidak ingin adik?" Tanya Anes, kini Anes mengubah posisi mereka menjadi Alexa dan Alden yang ada di tengah-tengah Anes dan Deandra.


"Temanku mengatakan memiliki adik itu tidak enak, karena perhatian mommy dan Daddy akan terbagi. Cukup Alden saja yang menjadi teman berdebat ku jangan ada lagi." Ucap Alexa, Deandra tertawa kecil mendengar nya.


"Baiklah hanya kalian oke." Ucap Deandra.


"Mommy tidak ada adik kan." Mohon Alexa.


"Iya sayang tidak ada adik cukup Alexa dan Alden saja oke." Ucap Anes, Alexa dan Alden mengangguk dan tersenyum manis.


...


Keesokan harinya di sebuah cafe terlihat Deandra, Joe dan Jordan yang sedang duduk bersantai disana.


"Kenapa tuh wajah di tekuk." Ucap Jordan kepada Joe.


"Ara tidak ingin punya adik." Keluh Joe, membuat Jordan tertawa mendengar nya.


"Joe anak kecil memang seperti itu nanti juga kalau adik nya sudah ada mereka akan menerima nya." Ucap Jordan.


"Sepertinya tidak berlaku untuk Alden dan Alexa." Ucap Deandra, membuat Joe dan Jordan menatap nya.


"Kenapa Alexa?" Ucap Jordan.


"Semalam Alexa merengek dan memohon tidak ingin punya adik, tapi kenapa keinginan Alexa sama denganku." Gumam Deandra.


"Kau tidak ingin nambah anak Dean?" Tanya Jordan, Deandra menggelengkan kepalanya.


"Tidak cukup Alden dan Alexa saja." Balas Deandra, Joe dan Jordan mengangguk pelan.


"Lalu bagaimana dengan Anes?" Tanya Jordan.


"Tentu saja Anes akan mengikuti keinginan kedua anaknya, kau pikir kami tidak khawatir jika si kembar memiliki adik. Mereka berdua saja sudah cukup membuat heboh bagaimana jika memiliki adik." Ucap Deandra.


"Benar juga takut tertekan nanti adik nya Alden dan Alexa." Ucap Jordan tertawa kecil, sementara Joe lelaki itu juga ikut tertawa mengingat Alden melempar bola kepadanya.


"Anak-anak Dean itu cerdas dan aktif, sepertinya mereka bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan." Ucap Joe, Jordan mengangguk membenarkan perkataan Joe.


"Tentu saja kamu lupa jika mommy dan Daddy nya adalah Anes dan Deandra." Ucap Jordan, Joe tertawa kecil sementara Dean hanya memijat pelipisnya yang terasa pusing.


"Ngomong-ngomong kenapa pelayan wanita disini bening-bening ya." Ucap Joe.


"Joe ingat Ike yang begitu sulit kamu dapatkan." Ucap Jordan.


"Apa bedanya dengan Nana dan nona Anes bukankah mereka juga sulit untuk di luluhkan." Ucap Joe.


"Setidaknya aku tidak memuji mereka." Ucap Deandra.


"Benar juga kau masih aman Dean." Ucap Joe, Jordan tertawa kecil mendengar perkataan Joe.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊