Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 116


Keesokan harinya Deandra tiba di tanah air, lelaki itu langsung berlari keluar dari bandara dan masuk kedalam mobil yang menjemput nya.


"Joe apa yang sebenarnya sedang terjadi, kenapa Deandra terlihat begitu khawatir." Ucap Jordan yang mengikuti mobil Dean dari belakang.


"Entahlah Jo yang jelas sangat terlihat ini menyangkut keselamatan Anes, jika bukan soal Anes Dean tidak akan mungkin kembali begitu saja." Ucap Joe, Jordan mengangguk setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka tiba di kediaman Deandra.


Dean melihat mobil dad Justin, mobil Azka dan mobil papa nya, ia tahu jika orang tua dan mertuanya menginap di rumah Deandra.


"Dean." Panggil mama Dean, Aleta yang mendengar hal itu menoleh menatap Deandra yang kembali dengan wajah merah padam menahan amarah nya.


"Bagaimana bisa Anes di culik?" Tanya Deandra to the points.


"Maafkan aku." Lirih Aleta.


"Jelaskan." Pinta Deandra dengan tegas, Aleta melihat sosok lain dari diri Deandra. Jika menyangkut orang yang dicintainya Dean akan berubah menjadi seorang pemangsa, tidak peduli siapa yang ia hadapi yang jelas sekarang Dean hanya mengkhawatirkan Anes.


"Anes di culik saat kami pergi ke dokter kandungan, awalnya kami hanya berniat untuk memeriksa kandunganku. Tapi_" Ucapan Aleta terhenti membuat Dean dan mama menatap nya.


"Tapi apa?" Tanya Deandra terdengar tidak sabar.


"Dean." Panggil Joe dan Jordan, mereka ikut mendengarkan penjelasan Aleta.


"Katakan tapi apa?" Tanya Deandra.


"Tapi tiba-tiba saja Anes mengeluh jika akhir-akhir ini dia merasa sensitif terhadap dirinya sendiri, Anes juga mengatakan jika akhir-akhir ini kamu sering mengalami muntah di pagi hari.


Karena itu akhirnya dokter memeriksa keadaan Anes yang ternyata sedang mengandung, saat ini Anes sedang mengandung bayi kembar. Dan setelah mengetahui itu kami merasa sangat bahagia, tapi saat kami keluar dari rumah sakit tiba-tiba saja ada beberapa orang yang berpakaian serba hitam menyeret Anes kedalam mobilnya. Aku yakin Dean sebenarnya Anes ingin melawan aku juga ingin membantu Anes tapi kami berdua tidak bisa melakukan itu, karena ada anak yang harus kami jaga." Ucap Aleta, Deandra tertegun mendengar kenyataan jika istrinya sedang hamil.


"A_aleta kamu bilang jika Anes sedang mengandung bayi kembar, apakah kamu memiliki gambar nya?" Tanya mama, Aleta mengangguk kebetulan kemarin ia mengambil gambar itu saat Anes sedang di periksa oleh dokter.


"Ada ini gambar nya, aku sengaja mengambil ini untuk kenang-kenangan." Lirih Aleta.



"Ini benar-benar bayi kembar Dean, Dean lihat anak kamu nak anak kamu dan Anes." Ucap mama, air mata Deandra menetes melihat itu.


Kenapa semua ini terjadi kepada Anes dan calon anaknya, Dean tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Anes. Apalagi anak-anak nya masih sangat kecil dan belum terbentuk, Deandra semakin merasa frustasi.


Mom Dea kembali menangis ia tidak ingin Anes kehilangan anak pertama nya, ia tidak ingin Anes merasakan kesedihan seperti apa yang ia alami dulu.


Deandra merasa ia tidak bisa diam saja di rumah, Dean langsung berlari keluar dan pergi ke markan ia akan melacak keberadaan Anes saat itu juga.


"Dean kamu mau kemana sayang?" Teriak mama, Dean tidak menjawab nya.


"Tante tenang Tante Dean pasti sedang mencari cara untuk menemukan Anes." Ucap Joe.


"Joe plis bantu Dean." Ucap mama, Joe mengangguk dan pergi bersama dengan Jordan.


Di tempat lain Anes dan Nana berada dalam satu kamar, Nana menatap Anes yang sedang mondar-mandir di hadapan nya.


"Nona duduklah anda pasti lelah sejak tadi mondar-mandir." Ucap Nana.


"Na bagaimana Dean dan keluarga bisa menemukan kita sementara kita saja berada di tengah hutan, tapi kenapa ada bangunan seperti ini di tengah hutan." Ucap Anes.


"Nona tuan muda pasti bisa menemukan kita, bagaimana jika sekarang kita mencari cara untuk keluar dari sini." Ucap Nana.


"Kamu benar kita harus bisa melarikan diri dari tempat ini." Ucap Anes, saat mereka sedang berbincang seseorang masuk dan menatap Nana dan Anes.


"Ini makanan kalian, makan dan jangan banyak bertingkah." Ucap lelaki bertubuh besar.


"Kau menculik kami tapi kau memberikan kami makan, sebenarnya apa yang sedang kalian rencanakan." Ucap Anes dengan tegas.


"Siapa bos kalian?" Tanya Anes.


"Kau tak perlu tahu, andai saja saat ini kamu sedang mengandung dapat aku pastikan jika saat ini juga kamu akan kehilangan anakmu." Ujar lelaki itu, membuat Nana menelan saliva nya.


"Nona." Panggil Nana, wanita itu menarik tangan Anes dan menyembunyikan Anes di belakang tubuhnya.


"Kami akan makan maka pergilah." Ucap Nana, Anes menggelengkan kepalanya.


"Na apakah saat kemarin kamu mengatakan bahwa saya sedang mengandung mereka tidak mendengar nya?" Tanya Anes.


"Sepertinya tidak nona karena saat itu saya menekankan suara saya, untuk saat ini tolong jangan memperlihatkan jika nona sedang mengandung." Ucap Nana, Anes hanya bisa mengangguk.


...


Malam hari Anes dan Nana keluar dari kamar tempat mereka di sekap, kamar itu tidak terkunci sepertinya Anes dan Nana di kurung di dalam rumah bukan hanya di dalam kamar.


"Sepertinya mereka tidak ada disini." Ucap Anes.


"Nona apa yang akan kita lakukan?" Tanya Nana.


"Na kalau kita pergi dari sini sekarang itu tidak akan membuahkan hasil, bagaimana jika kita cari tahu siapa dalang dari semua ini." Ucap Anes.


"Baiklah." Ucap Nana, Anes dan Nana memasuki semua ruangan yang ada di rumah itu.


"Nona." Panggil Nana dengan pelan.


"Hmmm." Balas Anes.


"Lihat ini bukankah ini ruangan yang paling besar di antara yang lainnya, dari pintunya saja terlihat berbeda dengan yang lain." Ucap Nana, melihat itu jiwa-jiwa detektif Anes langsung mode on.


"Oke, kamu jaga-jaga situasi saya akan memeriksa nya kedalam." Ucap Anes, Nana mengangguk.


Kedua wanita itu masuk kedalam ruangan yang paling besar yang ada di rumah itu, Nana menutup pintu dengan hati-hati ia berjaga di pintu sementara Anes ia berjalan mendekati laci dan meja yang ada disana.


"Ini bukankah ini kontrak kerja sama perusahaan Aleta dengan perusahaan tuan siapa, aaaa kepalaku." Gumam Anes, Nana langsung menatap Anes dari kejauhan.


"Nona anda baik-baik saja?" Tanya Nana.


"Ya saya baik-baik saja na." Balas Anes, Nana mengangguk.


"I_ini foto Liza what the hell." Ujar nya lagi, Nana sampai dibuat bingung oleh nona nya yang selalu mengoceh sendiri tanpa terlihat takut.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊