
Keesokan harinya di sebuah perusahaan besar terlihat Jordan yang duduk di hadapan Deandra, lelaki itu sedang di ceramahi oleh sahabatnya. Jordan merasa kesal karena saat ini Dean sedang mengoceh, padahal dulu saja selalu Jordan yang menasehati Deandra.
"Ingat Jo kamu jangan menyakiti Nana dan membuat Anes kecewa, karena itu akan berdampak kepada saya." Ucap Deandra.
"Dean benar Jo kalau Anes kecewa nanti si Dean di suruh puasa sama Anes." Sambung Joe.
"Ini kalian kenapa jadi menceramahi saya, Dean kamu tahu aku memang menyukai Nana tapi bagaimana bisa kamu memberikan arahan kepada saya sementara Nana saja belum menerima saya." Ucap Jordan.
"Usaha mangkanya usaha udah di bantu banyak orang masih belum di terima juga, dasar lemah." Cibir Joe, membuat Deandra tertawa mereka suka sekali mengerjai Jordan.
"Ngomong sekali lagi aku sumpel juga mulutmu." Ucap Jordan.
"Lagian nih ya nona Anes sudah turun tangan, mami dan papi kamu juga sudah turun tangan yakali sampai detik ini si Jordan masih jomblo si." Ucap Joe.
"Mana si Nana pas ketemu mami papi Jordan bening bener." Ucap Deandra memanas-manasi.
"Dean bisa diam tidak kalian hanya membuat saya semakin pusing." Ucap Jordan.
"Nana makin hari makin cantik gak si boleh lah kalau ga dapet sama Jordan sama saya saja." Ucap Joe.
"Joe mau ku potong kepalamu atau aset masa depan kamu." Ucap Jordan, Joe dan Deandra kembali tertawa mendengar perkataan Jordan.
Mereka benar-benar suka melihat Jordan yang mulai resah, selain Dean dan Joe yang memanas-manasi Jordan ada Ike dan suster juga yang membuat Nana gelisah.
Seperti hari ini karena lagi-lagi Anes tidak ke kantor alhasil Nana hanya bisa berdiam diri di rumah, Nana duduk di meja dapur bersama dengan Ike dan suster.
"Kamu masih belum menerima tuan Jordan?" Tanya Ike.
"Emmh." Balas Nana.
"Na ingat ya kamu jangan sampai menyesal apalagi tuan dan nona sudah membantu kamu untuk meyakinkan orang tua tuan Jordan, harusnya kamu gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan tuan Jordan." Ucap Ike, tidak ada rasa iri antara Ike dan suster kepada Nana. Mereka justru mendukung Nana untuk bersama dengan Jordan.
"Kalian sedang apa?" Tanya Anes.
"Sedang menasehati Nana nona." Jawab Ike, Anes tertawa kecil dan mengambil segelas air putih.
"Masih meragukan Jordan na?" Tanya Anes.
"Ti_tidak nona." Jawab Nana.
"Ya tidak masalah si kalau kamu masih merasa ragu, hanya saja kamu harus tahu setiap orang memiliki kesabaran yang berbeda." Ucap Anes, Ike dan suster mengangguk.
"Aku kalau di posisi kamu sudah aku sikat na, apalagi kan ada wanita lain yang menyukai tuan Jordan." Ucap Ike.
"Biarkan saja Nana memikirkan semuanya ke." Ucap Anes.
"Benar pertimbangkan saja dulu." Balas suster.
"Ike sus tolong ikut saya sekarang." Ucap Anes, Ike dan suster mengangguk dan mengikuti langkah Anes.
"Ada apa nona?" Tanya Ike.
"Begini saya memiliki rencana untuk membuat kejutan kalian mau membantu saya." Ucap Anes.
"Aaaa nona pasti mau membuat kejutan untuk Nana dan tuan Jordan kan." Ucap Ike, Anes mencolek hidung Ike.
"Pintar sekali anak gadis yang satu ini." Ucap Anes merangkul pundak Ike dan memeluk nya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang nona?" Tanya suster.
"Tentu saja membuat kejutan kita akan pergi ke suatu tempat, dimana di tempat itu Nana dan Jordan akan di pertemukan." Ucap Anes, Ike dan suster pun mengangguk menyetujui rencana nona muda nya.
"Apakah kita akan merias sebuah tempat?" Tanya Ike, Anes mengangguk ia memikirkan cara agar Nana tidak mengikuti Anes hari ini.
"Nona tapi bagaimana caranya agar Nana tidak curiga?" Tanya suster.
"Benar nona bukankah Nana selalu mendampingi nona kemanapun nona pergi." Ucap suster.
"Begini saya akan meminta Nana untuk merapikan gudang di rumah, dan kamu beri tahu pelayan yang lain jika Nana mencari kalian katakan saja jika aku sedang meminta kalian untuk pergi ke supermarket." Ucap Anes.
"Benar sekali nona aaah jadi tidak sabar." Ucap Ike, Anes, suster dan Ike kembali menghampiri Nana yang melihat ketiga nya dengan bingung.
"Iya apa yang bisa saya bantu nona?" Tanya Nana.
"Tolong kamu bersihkan gudang di rumah utama, Ike dan suster tidak bisa membantu karena saya meminta mereka untuk pergi keluar." Ucap Anes, Nana menatap kedua rekan kerja nya.
"Tidak apa-apa kalau begitu saya permisi nona." Balas Nana tersenyum manis, sebenarnya Anes merasa tidak tega memerintah Nana untuk membersihkan gudang.
"Nona sekarang kita pergi?" Tanya Ike, Anes mengangguk dan mengambil tas ponsel tak lupa kunci mobil nya.
Anes pergi ke sebuah pantai ia menatap pantai yang indah dengan angin yang berhembus menerpa rambut indah nya, Anes sengaja menyiapkan semua ini untuk Nana.
Karena dulu saat Anes dan Deandra menikah ia tak mendapatkan lamaran yang romantis, oleh karena itu Anes tidak mau Nana merasakan apa yang ia rasakan dulu.
"Nona." Panggil Ike.
"Ada apa ke." Sahut Anes.
"Bisakah kita memulai nya nona duduk manis saja, biarkan Ike, suster dan yang lainnya yang mengerjakan semua ini." Ucap Ike, Anes tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya.
"Enggak lah saya juga ingin membantu." Ucap Anes.
"Ihh jangan nanti nona kecapekan sudah percayakan saja kepada Ike, semuanya akan selesai seperti apa yang nona harapkan." Ucap Ike, alhasil Anes hanya bisa mengikuti permintaan Ike.
Anes menatap Ike dan suster yang bekerja mendekorasi pantai, Anes menatap Ike yang selau ceria. Sejauh ini Anes tidak pernah mendengar Ike galau karena laki-laki, wanita itu selalu bahagia dengan dirinya sendiri.
"Nona." Panggil Ike.
"Bergaya." Ucap Ike, Anes pun mengikuti ucapan Ike untuk bergaya dan Ike memotret nya.
"Cantik sekali nona nya aku ini." Ucap Ike, Anes tertawa renyah mendengar ucapan Ike.
"Kamu tidak mau bergaya juga saya bisa memotret kamu." Ucap Anes.
"Tidak Ike akan menyelesaikan semua ini." Balas Ike,Anes mengangguk ia senang karena memiliki Ike, suster dan Nana yang menemani dan membantu banyak hal.
Waktu sudah semakin sore dan Ike terlihat sudah selesai mendekorasi semuanya, ia berlari kepada Anes dan menatap hasil dekorasi nya.
"Bukankah ini sangat indah." Ucap suster.
"Aaaa Ike juga pengen seperti ini nona." Lirih nya, Anes merangkul pundak Ike dan memeluk Ike.
"Semoga kamu mendapatkan pasangan dari versi yang jauh lebih baik, dari apa yang saya dan Nana dapatkan." Ucap Anes, Ike menatap Anes dengan berkaca-kaca.
"Jangan nangis jangan nangis." Gumam nya, Anes dan suster tertawa lalu mereka memutuskan untuk pulang dulu ke rumah karena acara akan di mulai malam hari.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nona kesayangan Ike
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊