Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 83


Anes terbangun pukul 12:00 malam hari, ia menggeliatkan tubuhnya, Anes menatap Deandra yang sudah terlelap dalam tidurnya dengan memeluk Anes.


Anes mengusap wajah nya ia menatap langit-langit kamar, Anes teringat jika dirinya sudah melewatkan makan malam.


"Bisa-bisanya aku kebablasan, ini pasti karena terlalu lelah menemani Kenzie bermain tadi. Tapi Dean sudah makan belum ya." Gumam Anes, ia menatap suaminya yang memeluk nya.


Saat Anes mencoba untuk melepaskan pelukan Deandra, lelaki itu terbangun dan mengerjapkan matanya.


"Kamu bangun?" Tanya Deandra, Anes tersenyum dan mengangguk.


"Hmmm." Balas Anes, Dean melepaskan pelukan dan mengusap wajah nya.


"Kenapa? Kamu lapar hmmm?" Tanya Dean, Anes menggelengkan kepalanya.


"Aku mau mandi." Ucap Anes, bahkan ia masih menggunakan pakaian yang dari ia pakai.


"Ini sudah malam besok saja mandi nya." Ucap Deandra, dengan suara khas bangun tidur.


"Tidak apa-apa." Ucap Anes, Dean membuka matanya dengan sempurna.


"Kamu ingin mandi malam-malam?" Tanya Dean, melihat senyum di bibir suaminya membuat Anes merasa horor.


"Iya kenapa." Jawab Anes.


"Baiklah aku akan membuat kamu mandi malam-malam." Ujar Dean, lelaki itu langsung menarik tubuh Anes kedalam pelukannya.


"Emmhh." Anes mencoba untuk memberontak, karena Dean menyerang nya dengan tiba-tiba.


Dengan cekatan Dean melepaskan pakaian yang di kenakan oleh Anes, dan lelaki itu melemparkan nya ke sembarang arah.


"Eungg*hhh." Lenguh Anes, karena tangan suaminya yang aktif.


Dean terus menyerang Anes dan itu membuat Anes sedikit kewalahan untuk mengimbangi pergerakan suaminya, Dean tersenyum puas saat melihat istrinya mulai terkulai di bawah sana.


"Ini hukuman karena kamu terus memeluk Kenzie tadi." Ucap Deandra, membuat mata Anes melotot mendengar perkataan suaminya.


"Kamu cemburu kepada Kenzie?" Tanya Anes.


"Tidak." Jawab nya, Anes tersenyum manis lalu melingkarkan tangannya di leher Deandra.


"Kalau cemburu bilang saja tidak apa-apa." Ucap Anes, Dean menelan saliva nya.


Tolong siapa yang mengajarkan Anes seperti ini, biasanya Anes hanya diam dan pasrah saja atas apa yang dilakukan oleh Deandra.


Tapi kali ini wanita itu sudah bisa menggoda suaminya, Dean menatap b*b*r Anes yang terlihat se*si dan memgg*da.


"Sayang jangan seperti ini." Ucap Deandra, mencoba melepaskan Anes. Bukan apa-apa Dean tidak ingin lepas kendali dalam mengadu kekuatan dengan Anes.


"Kenapa hmmm, bukankah ini sudah terlanjur." Ucap Anes.


"Kamu menantang aku?" Tanya Dean, Anes menelan saliva nya ia membayangkan jika Dean benar-benar mengh*jarnya habis-habisan.


"Tidak." Ucap Anes, langsung melepaskan rangkulan nya di leher Deandra.


"Tapi aku sudah merasa tertantang oleh kamu." Ucap Deandra, Anes terbelalak menatap suaminya.


Dan benar saja lagi-lagi Deandra melakukan nya, hingga membuat Anes benar-benar kelelahan.


Setelah merasa Anes sudah terkulai lemah Deandra ambruk di atas tubuh Anes, ia menatap tubuh Anes yang penuh dengan hasil karya nya dan Dean merasa sangat puas dengan itu.


...


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Dean sudah terbangun, ia membantu Anes yang ingin membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


Deandra menggendong tubuh Anes yang masih polos, ya meletakan tubuh Anes di dalam bathtub.


"Masih sakit?" Tanya Deandra, Anes mengangguk kecil membuat Dean tersenyum.


"Kita ke dokter ya." Ajak nya.


"Tidak perlu, yang sakit-saki badan aku mungkin karena kecapekan." Ucap Anes, Dean tersenyum dan mengecup kening Anes.


"Yasudah kamu mandi dulu kalau sudah selesai panggil aku." Ucap Deandra, Anes mengangguk.


Tapi setelah selesai membersihkan tubuhnya Anes tidak memanggil Deandra, ia berjalan sendiri menuju ruang ganti.


Anes memakai pakaian nya dan itu membuat Dean menatap Anes yang terlihat masih mengantuk, Dean mendekati Anes dan memeluk Anes.


"Tidak perlu pergi ke kantor dulu oke, kamu istirahat saja dirumah." Ucap Deandra.


"Kamu istirahat, aku akan meminta Ike dan Nana untuk mengantar sarapan kamu." Ujarnya, Anes mengangguk lagi.


Dean keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan, disana sudah ada Kenzie, Liza, Nana, Ike dan suster.


"Selamat pagi tuan muda." Ucap Ike, Nana, dan suster.


"Hmmm." Balas Dean, Kenzie tidak mengucapkan selamat pagi kepada Dean karena ia masih marah.


"Kamu tidak mengucapkan selamat pagi kepada om?" Tanya Dean.


"Tidak mau, Ken marah kepada om." Jawab nya.


"Hmmm, marah kenapa?" Tanya Dean lagi.


"Kemarin Ken pulang tidak satu mobil dengan Tante." Ujar nya, Dean tersenyum kepada Kenzie.


"Kemarin Tante nya kelelahan Ken, sekarang saja Tante tidak ke kantor karena kelelahan." Ucap Deandra, suster, Ike dan Nana menatap Deandra.


"Nona sakit tuan?" Tanya Nana.


"Tidak, Anes hanya kelelahan saja dia butuh istirahat." Ucap Dean.


"Tante kelelahan karena menemani Ken bermain?" Tanya Kenzie, Dean mengangguk dan tersenyum.


Sejujurnya Dean ingin tertawa mendengar pertanyaan Kenzie, padahal yang membuat Anes sangat lemas dan kelelahan itu Deandra tapi bisa-bisanya ia mengatakan karena menemani Kenzie bermain.


Pagi itu Deandra hanya sarapan sedikit saja dan ia langsung memutuskan untuk pergi ke kantor, tapi sebelum itu Dean memberikan perintah lebih dulu kepada Ike dan Nana.


"Na pagi ini saya ada meeting penting di kantor, selama saya tidak ada tolong jaga nona dan jangan tinggalkan nona di kamar sendiri. Saya tidak akan lama setelah selesai meeting saya akan kembali ke rumah, dan untuk kamu Ike antarkan sarapan untuk nona. Kamu juga jangan pergi meninggalkan nona, penuhi semua kebutuhan nona." Ucap Deandra, Ike dan Nana mengangguk cepat.


"Baik tuan." Balas Ike, Dean beranjak dari duduknya dan pergi keluar. Begitupun dengan Kenzie yang harus pergi ke sekolah.


"Sus ayok kita ke sekolah." Ucap Ken, Deandra sudah menghilang dari pandangan semua orang.


"Ken." Panggil Liza, Kenzie menoleh menatap Liza.


"Hmmm." Sahut Ken.


"Kemarin Ken bermain dengan tante?" Tanya Liza, Ike yang sedang menyiapkan makanan untuk Anes menatap Liza, begitupun dengan Nana dan suster.


"Iya." Jawab nya.


"Ken main apa saja dengan Tante sampai membuat Tante kelelahan." Ucap Liza.


"Bukan urusan mami." Jawab Ken, membuat Liza tercengang mendengar jawaban putranya.


"Ayok sus." Ucap Kenzie.


"Eh, i_iya tuan muda." Ucap suster.


"Nana Ike saya pergi dulu, jaga nona dengan baik." Ucap suster.


"Siap mbak." Ucap Ike dan Nana.


Ike dan Nana pun meninggalkan Liza yang masih duduk di meja makan, Liza kesal karena Anes benar-benar di perlakukan sangat baik oleh Dean dan para pelayan di rumah nya.


"Wanita ini benar-benar menyebalkan, apa tidak cukup merebut perhatian mama dan papa sampai saat ini dia menguasai Deandra." Geram nya.


Liza memijat pelipisnya yang terasa pusing, rasa ingin menyingkirkan Anes dari keluarga nya. Tapi Liza teringat ancaman Dean yang mengatakan bahwa lelaki itu bisa mengusir Liza, dan menarik semua fasilitas yang dimilikinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊