Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 141


Satu Minggu berlalu hari ini Anes dan Deandra sedang duduk di ruang televisi lantai dua, saat ini Deandra sedang menemani Anes menonton drama kesukaan nya sambil menemani Anes Deandra juga mengecek beberapa laporan yang dikirim Joe kepadanya.


"Nona." Panggil Nana tiba-tiba, membuat Anes dan Deandra menoleh menatap nya.


"Ada apa na?" Tanya Anes.


"Anu saya_" Ucapan Nana terhenti karena Dean memotong perkataan nya.


"Pergi saja tidak apa-apa Jordan sudah ijin kepada saya melalui telepon." Ucap Deandra, mendengar perkataan suaminya Anes menoleh menatap suaminya.


"Oh yasudah tidak apa-apa hati-hati dijalan ya na." Balas Anes, Nana mengangguk dan tersenyum manis kepada nona nya.


Setelah kepergian Nana Anes bergeser mendekati Deandra, hal itu membuat Dean merasa bingung dengan kelakuan Anes.


"Jordan mau mengajak Nana kemana sayang?" Tanya Anes.


"Tidak tahu." Jawab Deandra, membuat Anes terdiam dan mengerutkan keningnya.


"Kok tidak tahu tadi kan kamu bilang kalau Jordan sudah ijin kepada kamu untuk mengajak Nana keluar." Ucap Anes.


"Ya memang tidak tahu karena Jordan hanya mengatakan jika hari ini dia akan mengajak Nana keluar." Ucap Deandra, Anes mengerucutkan bibirnya membuat Deandra tertawa.


"Aku kira kamu tahu." Ucap Anes, Dean mencubit gemas hidung Anes.


"Tentu saja tidak lagian untuk apa aku mencari tahu, biarkan saja mereka pergi toh mereka juga membutuhkan waktu untuk mengenal satu sama lain sebelum mereka menikah." Ucap Deandra, Anes mengangguk membenarkan perkataan suaminya.


"Iya si benar juga." Balas Anes, Dean tersenyum manis dan mengusap kepala Anes dengan lembut.


"Sayang jam 7 malam nanti aku ada undangan makam malam dari rekan bisnis aku, kamu mau ikut atau menunggu di rumah saja?" Tanya Dean.


"Aku menunggu di rumah saya lagian hanya undangan makan malam kan bukan pesta." Ucap Anes.


"Tapi aku ingin kamu ikut." Ucap Deandra, Anes tertawa mendengar perkataan Dean.


"Kalau kamu ingin aku ikut terus untuk apa memberikan dua pilihan?" Tanya Anes.


"Ya hanya basa-basi saja berharap kamu peka." Ucap Deandra, Anes mendecih dan membuat Deandra tersenyum.


"Ikut ya plis." Ucap Deandra.


"Emmm baiklah kalau begitu aku akan ikut bersama dengan kamu." Balas Anes, biarkan saja toh ia juga merasa takut jika suaminya di goda oleh para wanita disana.


...


Malam hari Deandra sedang duduk di ruang televisi menunggu Anes yang sedang bersiap-siap, istrinya itu sudah cukup lama tidak keluar juga dari kamar.


"Sayang apakah masih lama?" Tanya Deandra, Anes membuka pintu kamar dengan wajah cemberut.


"Lihat." Ucap Anes.


"Kenapa?" Tanya Deandra, Anes mengelus perutnya ia merasa tidak percaya diri saat ini.


"Aku tidak percaya diri malam ini." Ucap Anes.


"Kenapa tidak percaya diri kamu cantik honey." Ucap Deandra.


"Tapi Dean kamu lihat perut aku seperti ikan kembung." Ucap Anes, Deandra tertawa kecil dan menangkup wajah cantik Anes.


"Sayang seperti apapun kamu itu tidak mengurangi apapun, kamu tetap cantik dengan diri kamu seperti ini oke." Ucap Deandra, Anes menatap manik mata Deandra.


"Benarkah?" Tanya Anes.


"CK, bukankah selama ini kamu selalu percaya diri dan mengatakan jika kamu cantik." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum tipis Deandra tersenyum manis lalu mengecup kening Anes.


"Kita jalan sekarang oke." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan menggandeng tangan suaminya.


Saat menuruni anak tangga Ike menatap Anes yang berjalan dengan di gandeng oleh Deandra, Ike menatap perut Anes yang sudah mulai kelihatan.


"Nona." Panggil Ike.


"Iya ke ada apa." Sahut Anes.


"Nona mau kemana?" Tanya nya lagi.


"Saya dan Anes akan pergi menghadiri undangan makan malam dari rekan bisnis saya ke." Ucap Deandra.


"Oh begitu yasudah kalau begitu tuan dan nona hati-hati dijalan." Ucap Ike, Anes mengangguk mengiyakan perkataan Ike.


Dean dan Anes pun pergi dari rumah dan selama perjalanan Anes hanya diam saja begitupun dengan Deandra, Dean fokus mengemudi hingga akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


Joe yang sudah berada disana lebih dulu menghampiri mobil Deandra dan membukakan pintu mobil untuk bos nya, setelah itu Dean berjalan membukakan pintu mobil untuk Anes.


"Selamat malam nona." Ucap Joe.


"Malam Joe." Balas Anes.


"Mari nona silahkan." Ucap Joe, Anes dan Deandra pun mengangguk mereka masuk ke sebuah restoran mewah.


"Sayang bukankah ini terlihat seperti mini party?" Tanya Anes, Deandra mengangguk menanggapi pertanyaan istrinya.


"Iya sayang sepertinya acara di ubah secara mendadak." Ucap Deandra, Joe mendekati Deandra dan berbisik.


"Dean acara makan malam yang semula di rencanakan kini berubah menjadi mini party, aku juga baru saja mengetahuinya. Dan bagaimana kau mengajak Anes di dalam bau alk*h*l sangat menyengat." Ucap Joe, Deandra mengeraskan rahangnya bukan hanya Anes dirinya sendiri juga tidak menyukai itu.


"Sepertinya saya akan pulang Joe." Ucap Deandra.


"No Dean orang-orang sudah melihat kamu." Ucap Joe lagi.


"Saya tidak bisa membawa Anes kedalam." Ucap Deandra, Anes yang mendengar percakapan Joe dan suaminya tersenyum.


"Bukankah mini party itu di adakan di dalam, kita bisa duduk disini banyak juga orang yang hanya duduk disini." Ucap Anes menatap sekeliling.


"Apa yang dikatakan oleh Anes itu ada benarnya kita duduk disini saja " Ucap Deandra, sampai pada akhirnya mereka duduk bergabung dengan undangan yang lain.


"Tuan muda Gavriel senang karena anda mau memenuhi undangan saya." Ujar nya.


"Tentu saja." Ucap Deandra.


"Tuan kenapa anda duduk disini mari kita kedalam, saya sudah menyiapkan beberapa wanita cantik untuk anda." Ucap lelaki itu to the points, membuat Anes tercengang mendengar nya Anes berpikir untung saja dia ikut dengan Deandra.


"Ah tidak saja tidak terbiasa dengan bau alk*h*l." Ucap Deandra.


"Tidak masalah saya bisa menyiapkan ruangan lain untuk anda bersenang-senang." Ucap nya, sampai ada seorang wanita berpakaian se*si menyingkirkan Anes yang berdiri di samping Deandra.


"Tuan ayolah saya jamin anda akan menyukainya." Ucap wanita itu memainkan jemarinya dengan manja di dada bidang Deandra, apakah Anes marah? Tentu saja tapi saat ini ia ingin tertawa melihat wajah suaminya yang menahan amarah.


"Tolong menyingkirlah." Ucap Deandra.


"Tuan anda tak perlu jual mahal dia tahu apa yang harus dia lakukan." Ucap lelaki yang menjadi rekan bisnis nya.


"Aku tidak suka ini tolong singkirkan dia." Ucap Deandra seakan merasa alergi terhadap wanita yang saat ini berada di dekat nya.


"Nona menyingkirlah tuan muda tidak ingin kamu berada di dekatnya." Ucap Joe.


"Kau yakin?" Tanya wanita itu, Anes yang melihat wajah suaminya merah padam pun berdehem.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Deandra



Aneska



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊