Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 158


Dalam perjalanan menuju rumah mama Anes menatap Nana yang sedang menyetir, hal itu membuat Nana menoleh dan tersenyum tipis kepada Anes.


"Na." Panggil Anes.


"Iya nona." Sahut Nana.


"Saya boleh minta tolong sama kamu?" Ujarnya.


"Tentu saja boleh nona, apa ada yang nona inginkan." Ucap Nana, Anes menggelengkan kepalanya.


"Hmmm." Sahut Anes, Nana tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah apa yang nona inginkan?" Ucap Nana, wanita itu menempikan mobilnya di pinggir jalan.


"Saya ingin kamu tidak memanggil saya dengan sebutan nona lagi na." Ucap Anes, Nana mengernyit mendengar perkataan Anes.


"Kenapa nona?" Tanya Nana.


"Na kamu sudah menikah dengan Jordan, dan tidak akan lama lagi mungkin kamu akan berhenti bekerja. Saya tidak ingin kamu terus memanggil saya nona, saya ingin kamu menjadi teman saya dan berjalan di samping saya bukan di belakang saya lagi." Ucap Anes, Nana terdiam ia berpikir bisakah Nana menjadi teman yang baik untuk Anes.


"Nona saya tidak bisa melakukan itu." Ucap Nana.


"Kenapa tidak bisa bukankah kita teman kuliah, na selama ini saya tidak memiliki teman selain Aleta. Jadi saya ingin sekarang kamu untuk menjadi teman saya saja, begitupun dengan Ike jika nanti dia sudah menikah dan tinggal bersama suaminya dia juga akan menjadi teman saya. Saya tidak akan membeda-bedakan antara kamu, Ike dan Lia." Ucap Anes, Nana diam dan berpikir sejenak hingga akhirnya Nana mengangguk-anggukkan kepalanya membuat Anes tersenyum senang.


"Baiklah jika itu yang nona ah maksud saya kamu inginkan." Ucap Nana, Anes tersenyum manis kepada Nana.


"Terimakasih na." Balas Anes, Nana mengangguk sebenarnya ia merasa canggung tapi bagaimana lagi ini adalah permintaan Anes yang tidak bisa ia tolak.


...


Sesampainya di rumah mama Anes langsung berjalan masuk kedalam rumah diikuti oleh Nana yang berjalan di samping Anes, terlihat mama yang juga baru masuk dari arah taman belakang.


"Sayang kamu kesini nak." Ucap mama.


"Iya ma Anes kangen sama mama dan Kenzie." Balas Anes.


"Yaampun nes padahal kamu kan bisa menelpon mama, mama bisa ajak Ken kerumah kamu." Ucap mama.


"Gak apa-apa ma Anes juga kangen suasana rumah." Ucap Anes.


"Kamu ini perut sudah semakin besar bisa-bisanya kesana kemari sendiri, yasudah ayok masuk Nana ayok sayang." Ucap mama Deandra.


Anes dan Nana pun duduk di ruang keluarga, mereka berbincang banyak hal sampai akhirnya Anes mendengar suara teriakan seseorang.


"Gak mau pergi Ken gak mau minum obat." Terdengar jika itu adalah Kenzie.


"Ma suara apa siapa itu?" Tanya Anes.


"Oh itu suara Kenzie sayang." Balas mama.


"Kenzie kenapa dengan Kenzie dimana dia?" Tanya Anes lagi.


"Kenzie ada di taman belakang bersama dengan dokter nya nes." Balas mama, raut wajah mama berubah seperti seseorang yang sedang menyembunyikan kesedihan.


"Kenapa Kenzie bersama dokter apakah dia sakit?" Tanya Nana, mama menunduk dalam teriakan itu semakin kencang membuat Anes tak tahan mendengar nya.


"Ma dokter apa si Anes sudah bilang Kenzie gak sakit dia baik-baik saja." Ucap Anes, wanita itu bangun dan berjalan menuju taman belakang.


"Anes jangan nes kamu jangan pergi kesana." Panggil mama, wanita itu mengejar Anes dan menghadang menantu kesayangan nya.


"Ma Anes harus ketemu dengan Kenzie." Ucap Anes.


"Anes enggak nes jangan mama gak mau kamu kenapa-kenapa." Ucap mama.


"Ma Kenzie yang akan kenapa-kenapa kalau mama melarang Anes untuk bertemu dengan Kenzie." Ucap Anes.


"Nes sayang Kenzie sedang tidak stabil nak, dia bisa mengamuk dan menyakiti kandungan kamu." Ucap mama.


"Ma maaf tapi Anes harus bertemu dengan Kenzie." Ucap Anes, wanita menggeser tubuh mama dan terus berjalan menuju taman belakang.


"Nona." Panggil Nana, Anes tak menoleh karena Nana memanggil nya dengan sebutan nona.


"Anes." Panggil Nana lagi, barulah Anes menghentikan langkahnya.


"Ada apa?" Tanya Anes.


Saat sampai di pintu keluar yang langsung mengarah ke taman belakang, Anes melihat Kenzie yang mengamuk dan melempar setiap benda yang ada di dekatnya.


"Nes jangan ya jangan mama mohon nes." Ucap mama, Anes menitihkan air matanya saat ada dua asisten dokter yg memegangi Kenzie.


"Tante tolong huaaaa tante sakit." Teriak Kenzie dengan histeris, saat ia melihat Anes yang berdiri di pintu.


"Ken." Lirih Anes, Kenzie bukan anak yang ia lahirkan bukan juga anak dari kakak kandungnya. tapi berhasil membuat hati Anes sakit saat bocah kecil itu kesakitan, anak kecil yang tampan dan ceria yang dulu ia jaga dan rawat sebelum hubungan Anes dan Dean membaik.


Sebelum Anes dinyatakan hamil Kenzie lah yang menemani hari-hari nya, Kenzie juga yang membuat Anes bertahan di rumah itu. Mengingat Kenzie memiliki peran penting dalam kehidupan Anes yang sekarang, Anes nekat membuka pintu kaca yang terhubung ke taman belakang.


"Anes jangan." Ucap mama.


"Nyonya biarkan nona menemui tuan Ken, semua akan baik-baik saja saya akan menemani nona." Ucap Nana, mama mengejar Anes dan Nana.


"Berhenti." Teriak Anes, dokter dan perawat yang berniat untuk memberikan obat penenang itu langsung menoleh ke arah Anes.


"Nona kenapa anda kesini." Ucap dokter itu.


"Tante tolong." Lirih nya, air mata Kenzie mengalir deras dengan sesenggukan.


"Lepaskan Kenzie." Ucap Anes, dokter itu menggelengkan kepalanya.


"Tidak kami tidak ingin dia menyakiti dirinya dan anda." Ucap dokter itu.


"Berikan Kenzie kepada saya dia tidak akan menyakiti saya." Ucap Anes.


"Nona pergilah biarkan kami menjalankan tugas kami." Ucap nya, Anes yang kesal langsung menepis tangan orang-orang yang memegangi Kenzie.


"Huaaaaaa tante sakit." Tangis Kenzie pecah saat Anes berjongkok di hadapan,Anes menggunakan lutu untuk menumpu tubuhnya.


"Sakit sayang apa yang sakit nak." Ucap Anes, Kenzie menunjukkan tangan nya dan Anes melihat tangan Kenzie biru-biru karena bekas suntikan.


"Kalian g*la kenapa kalian melakukan pekerjaan dengan memaksa nya, bagaimana jika Kenzie kenapa-kenapa." Ucap Anes.


Ia tahu Kenzie sudah pindah sekolah tapi kenapa pengobatan ini masih dilakukan, dan Anes merasa curiga kepada dokter dan perawat itu.


"Nona anda tidak tahu apa-apa." Ujar nya, Anes meminta Nana untuk menggendong tubuh Kenzie.


"Iyakah aku tidak tahu apapun?" Tanya Anes.


"Tentu saja." Ujar nya.


"Kau lihat dia baik-baik saja dia hanya mengalami tekanan karena teman-teman di sekolahnya, tapi sekarang Kenzie sudah pindah sekolah bukankah harusnya dia baik-baik saja." Ucap Anes.


"Tidak dia sering mengamuk di sekolahnya." Ucap dokter itu.


"Saya tidak peduli yang saya inginkan berhenti melakukan ini kepada Kenzie, atau saya akan menutup rumah sakit tempat kalian bekerja." Ucap Anes, dokter itu tertawa kecil mendengar perkataan Anes ia menganggap Anes adalah wanita lemah yang dinikahi oleh Deandra.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa reading jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊