
Malam hari di kediaman Joe terlihat Ike yang sedang menyiapkan makan malam untuk suami dan anak-anak nya, Joe menatap Ike yang tengah serius menata makanan di meja makan.
Sementara Ara dan Jake belum turun untuk makan malam, Ike yang merasa Joe memperhatikan dirinya pun mengalihkan perhatian nya kepada Joe.
"Ada apa hmmm, kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Ike.
"Ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Joe, melihat wajah serius suaminya Ike pun menatap Joe dengan intens.
"Kenapa wajahmu serius seperti itu? Apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan, jangan bilang jika kamu berselingkuh dariku." Ucap Ike, belum apa-apa Joe di buat tercengang dengan pemikiran istri legend nya ini.
"Sayang aku saja belum berbicara sepatah kata pun, darimana kamu bisa berasumsi jika aku berselingkuh." Ucap Joe.
"Karena wajahmu terlihat serius dan datar." Ucap Ike, oh tuhan boleh kah Joe menerkam istrinya di meja makan? Ike benar-benar membuat Joe gemas sekali.
"Wajahku memang seperti ini apa kau lupa? Putrimu sendiri bahkan selalu menyebut wajah papi nya seperti kanebo kering." Decak Joe, Ike tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.
"CK, tidak seperti itu." Ucap Ike.
"Lalu seperti apa yang kau maksud hmmm." Ucap Joe, lelaki itu berdiri dan memeluk Ike dari belakang.
"CK, sudahlah tidak perlu di bahasl lagi, jadi apa yang ingin kamu bicarakan hmmm." Ucap Ike, belum sempat Joe berbicara tiba-tiba saja terdengar suara deheman dari arah tangga.
"Khemmm, harap jaga jarak aman jangan sampai di rumah ini hadir anggota baru." Ucap Ara, perkataan Ara membuat Joe melepaskan pelukan dari Ike.
"Kak bisa tidak berhenti mengganggu kemesraan mami dan papi." Ucap Jake, yang selalu mendukung kemesraan orang tua nya.
"Memangnya kenapa suka-suka aku lah." Balas Ara duduk di meja makan.
"Kau itu tidak tahu jika keromantisan papi terhadap mami menjadi motivasi untukku, jika nanti aku dewasa dan menikah maka aku akan memperlakukan istriku seperti papi memperlakukan mami." Ucap Jake, Ara melotot mendengar perkataan adik nya.
"Heyy mimpimu terlalu jauh, kau saja masih sekolah dan masih kecil bagaimana bisa kau berpikir seperti itu." Ucap Ara.
"Loh kenapa memangnya kalau aku berpikir begitu." Ucap Jake.
"begini nih jadinya kalau kamu lahir karena keromantisan yang mendalam, dan mengakibatkan kebablasan." Ucap Ara, Ike mengulum bibir nya menahan tawa sementara Joe menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dan dikediaman Jordan terlihat Arkan dan Aluna yang duduk berdampingan di meja makan, Jordan menatap kedua anak nya yang tumbuh dengan baik.
Ia tak menyangka jika pernikahan dengan Nana bisa menghasilkan dua anak yang kini tumbuh besar, anak yang tampan dan cantik seperti Nana itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk Jordan.
"Papi kenapa liatin Aluna kayak gitu?" Tanya Aluna.
"Ah, tidak nak papi tidak apa-apa." Balas Jordan.
"Hmmm, beneran papi gak apa-apa atau papi sakit?" Ucap Aluna lagi, membuat Ardan menatap wajah papi nya.
"Tidak sayang papi sehat-sehat saja kok." Ucap Jordan, Aluna pun mengangguk dan melanjutkan kembali makan nya.
"Sayang aku dengar tadi siang tuan Mahendra menemui Deandra." Ucap Nana.
"Oh itu iya tadi siang memang tuan mahen datang ke kantor." Balas Jordan.
"Ada apa tuan Mahendra ke kantor? Apakah Cya melakukan kesalahan atau_" Ucapan Nana terhenti, karena Jordan menatap nya.
"Kalau soal itu aku kurang tahu sayang, tapi sepertinya Cya tidak melakukan kesalahan apa-apa." Ucap Jordan, ya lelaki itu tidak melihat wajah kesal tuan Mahendra.
"Ohh, lalu kenapa tumben sekali bukankah tuan Mahendra itu orang yang sangat sibuk seperti Deandra." Ucap Nana, Jordan mengangguk dan Nana pun melanjutkan makan nya.
Sementara itu di kediaman Deandra terlihat Anes, Alexa, Alden, dan Cya yang tengah menikmati makan malam nya dengan tenang sampai tiba-tiba Dean membuka percakapan.
"Tadi siang tuan Mahendra ke kantor menemui kakak." Ucap Deandra, Cya menghentikan kegiatan makan nya dan menyimak perkataan Deandra.
Sementara Alexa dan Alden masih fokus makan, karena kedua orang itu berpikir jika itu bukanlah urusan mereka.
"Untuk apa tuan Mahen ke kantor kamu sayang?" Tanya Anes.
"Uhukk-uhuukkk." Alexa yang terbatuk membuat Anes langsung memberikan segelas air putih untuk putrinya.
"Seharusnya yang kaget itu kak Cya bukan kamu xa." Ucap Alden.
"Orang kaget itu tiba-tiba Alden gak di rencanakan." Kesal Alexa.
"CK, dasar." Cibir Alden, Alexa menatap sinis kakak kembarnya.
"Kenapa tiba-tiba seperti itu?" Tanya Anes.
"Entahlah, tapi memang itu yang diinginkan oleh tuan Mahen." Ucap Deandra, Anes menatap Cya yang terdiam sejak tadi.
"Cya jika kamu tidak suka kepada Elang tidak apa-apa, kita bisa membatalkan nya." Ucap Anes.
"Benar Cya, bagaimanapun kebahagiaan kamu tetap yang utama untuk kakak dan kak Anes." Ucap Deandra, Cya kembali meremat jemari lentik nya. Alexa menatap Cya dan menatap tangan Cya yang terlihat gelisah.
"Kak kakak gak perlu jawab sekarang, kakak bisa pikir-pikir dulu kok ingat utamakan kebahagiaan kakak." Ucap Alexa, Cya menunduk air mata menggenangi kelopak matanya.
"Hey kenapa sayang, kenapa menangis hmmm." Ucap Anes khawatir, wanita itu langsung bangun dari duduknya dan memeluk Cya.
"Tidak apa jika kamu tidak suka, kakak paham hal seperti ini akan sulit di terima. Kita bisa membatalkan nya Cya jangan menangis." Ucap Anes.
"Kakak tidak ingin melihat kamu terluka, jika ini melukai perasaan kamu maka kakak akan berbicara dengan tuan Mahen besok." Ucap Deandra, namun Cya menggelengkan kepalanya membuat semua orang menatap Cya.
"Tidak, tidak perlu aku hanya berpikir bisakah aku menjadi pasangan yang baik untuk Elang? Aku rasa dia lelaki yang baik, dia begitu memperhatikan aku dan selalu ada disaat aku membutuhkan bantuan." Ucap Cya, Alden menatap Cya begitupun dengan Alexa.
"Cya kamu baik bagaimana mungkin kau bisa mengatakan itu?" Ucap Anes.
"Kak aku tidak sebaik Elang, meskipun laki-laki aku rasa dia lebih baik dari pada aku." Lirih Cya.
"No sayang, kamu dan Elang sama-sama baik." Ucap Anes.
"Kak aku menerima Elang, dan aku akan menerima setiap keputusan yang kakak ambil. Aku rasa ini kesempatan baik untuk aku, karena mungkin kedepannya tidak akan ada lagi lelaki seperti Elang." Ucap Cya, Deandra dan Anes pun saling memandang satu sama lain.
"Kau yakin?" Tanya Anes.
"Hmmm, aku yakin dan sangat-sangat yakin kak." Ucap Cya, Anes mengangguk dan mengusap kepala Cya.
Sementara Deandra, Alden, dan Alexa menatap Anes dan Cya yang sedang berpelukan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊