
Anes dan Joe pun langsung buru-buru berjalan ke ruang kerja Dean, saat di depan pintu ruang kerja suaminya Anes mendengar suara keributan di dalam sana.
Anes membuka pintu dan melihat jika Dean sedang terbaring di atas sofa, sementara itu seorang wanita duduk di atas tubuh Dean Anes melihat jika wanita itu memaksa Dean untuk menyent*h nya.
"Dean plis apa kurang nya aku hmmm, aku begitu mencintai kamu Dean hiks." Lirih wanita itu, Deandra tertegun melihat wanita itu menangis.
"Tolong jangan seperti ini aku sudah menikah." Ucap Deandra.
"Aku tidak peduli aku rela jadi yang kedua, wanita itu aku melihat dia wanita yang baik aku aku rela jika kamu berbagi kasih sayang Dean." Lirih Lusi.
Ya Lusi Anastasya wanita yang mencintai Dean sejak masa kuliahnya, dia sempat menjalin kasih namun tak lama karena Dean harus kembali ke negara kelahirannya. Disana Dean bertemu dengan wanita yang menarik perhatian nya, ya mantan yang rela meninggalkan Dean dengan lelaki lain.
Rumit bukan begitulah kisah cinta Deandra sulit untuk di tebak, namun percayalah saat menjalin hubungan dengan X Deandra sudah menyelesaikan hubungan nya dengan Lusi.
Lusi mendengar informasi dari seseorang jika Dean tidak di perhatikan oleh istrinya, entah informasi dari mana namun sepertinya orang itu sengaja ingin membuat Deandra dan Anes berpisah.
"No, aku sudah memiliki anak menyingkirlah dan pergi." Bentak Deandra.
"Aku tidak akan pergi." Ucap Lusi memeluk Deandra.
"Shitt, bagaimana kamu bisa masuk kesini." Bentak Dean, Anes mematung melihat posisi suaminya bersama wanita lain yang begitu intim.
"Aku mengatakan jika aku suruhan nona, tentu saja mereka tahu nona siapa yang aku maksud. Wow babyh bahkan mereka begitu menghormati istri kamu." Ucap Lusi, sampai akhirnya.
"Daddy." Teriak Alexa dan Alden, Deandra dan Lusi menoleh terkejut dengan kehadiran Alexa, Alden dan Anes.
Mendengar suara putrinya Anes mendekati wanita itu dan menarik nya dari atas tubuh Deandra, Anes tidak menarik tangan melainkan rambut Lusi yang Anes tarik.
"Menyingkir dari tubuh suamiku." Ucap Anes, Lusi menelan saliva nya melihat tatapan nyalang Anes.
"Suamimu suami dari hasil perjodohan." Ucap Lusi berhasil menyulut emosi Anes, Anes melayangkan tangan nya ke pipi mulus Lusi.
"Hasil perjodohan atau bukan aku ini tetap istrinya kau tahu." Ucap Anes, Lusi menatap Anes dengan memegang pipinya.
"Apa bagusnya dirimu bahkan dalam posisi seperti itu Dean sama sekali tidak menolak ku, harusnya kau sadar meskipun sedikit Dean masih tertarik kepadaku!" Tegas Lusi, membuat Anes menatap Deandra dengan tajam.
"Dia bukan tidak bisa menolakmu tapi kau memegangi tangan nya dan mengukung tubuhnya." Ucap Anes.
"CK, dia bisa memiringkan tubuhnya agar aku jatuh ke lantai tapi dia tidak melakukan itu." Ucap Lusi, Anes terdiam lalu menatap kedua anaknya.
"Kenapa kau memeluk Daddy ku." Panggil Alexa.
"Dia Daddy mu itu artinya aku mommy mu." Ucap Lusi.
"Aku tidak s*di memiliki mommy sepertimu." Ucap Alden, membuat Deandra dan Anes menatap Alden.
"Dean." Panggil Joe dan Jordan.
"Ada apa ini Dean." Ucap Jordan terkejut, Dean yang memang tidak enak badan memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Tolong usir wanita itu." Ucap Dean salah menunjuk, berniat menunjuk Lusi namun tangannya mengarah kepada Anes.
"Dean." Lirih Anes.
"Joe." Panggil Deandra, Lusi tersenyum penuh kemenangan melihat itu.
"Kau yakin mengusir nya." Ucap Jordan, karena kepala Dean menunduk mungkin karena rasa pusing yang ia rasakan tidak bisa tertahan lagi.
Anes menitihkan air matanya anggap saja ini kali pertama Anes menangis setelah memiliki anak, Anes menatap kedua anaknya ia tidak akan membiarkan kedua anaknya dekat dengan wanita itu.
"Aku pergi." Ucap Anes, Joe dan Jordan menyumpah serapahi Deandra.
"Ayok." Ajak Anes kepada kedua anaknya.
"Mommy kau merelakan Daddy dengan wanita itu." Ucap Alden, Anes menghentikan langkahnya lalu berjongkok di hadapan Alden.
"Keadaan Daddy sedang tidak baik-baik saja, selain sedang tidak enak badan Daddy juga sedang memiliki masalah." Ucap Anes, namun Alden menepis tangan Anes dan berlari kembali ke ruang kerja Daddy nya.
"Alden." Panggil Anes, Alexa pun sama menepis tangan Anes dan berlari ke ruang kerja Deandra.
"Aaaaaa." Teriak Lusi yang sedang berjongkok di samping Dean, ia berteriak karena Alden menarik rambut nya.
"Menjauh dari Daddy ku." Ucap Alden.
"Wanita jahat." Teriak Alexa menyiramkan secangkir teh di kepala Lusi.
Joe dan Jordan membiarkan itu mereka hanya jadi penonton, kedua lelaki itu terlihat takjub dengan anak-anak Anes yang rela berbuat kasar untuk melindungi Daddy dan mommy nya.
"Alexa Alden." Teriak Anes.
"Sayang." Lirih Deandra, Anes menoleh menatap wajah pucat suaminya.
"Alden cukup." Ucap Anes menghampiri Alden, Joe tercengang karena Anes tidak menghampiri Deandra.
"Tidak ini tidak cukup." Teriak Alexa, ia mengambil gunting di laci kerja Daddy nya.
"Wow Alexa ayok lakukan sekarang." Ucap Alden, Alexa tersenyum smirk bocah perempuan itu terlihat seperti ibl*s kecil yang menyeramkan.
"Tidak aku seorang model jangan lakukan itu." Teriak Lusi.
"Joe hentikan Alexa." Teriak Anes, ia sedang berusaha keras untuk menghentikan Alden.
"Alden lepaskan dia mommy mohon." Teriak Anes.
"Maaf nona kami tidak bisa berbuat apa-apa." Ucap Joe, Jordan mengangguk ia tak ingin Alexa dan Alden kesal kepadanya.
"****." Umpat Anes, ia mencoba untuk memisahkan Alden yang terus menjambak rambut Lusi.
"Hiks... Hentikan." Lirih Lusi.
Disaat Anes sibuk dengan mengurus Alden Alexa berhasil menggunting rambut Lusi dengan ngasal, sementara Lusi menunduk menutupi wajahnya.
"Cukup." Teriak Anes, berhasil membuat Alden terhenti namun tidak dengan Alexa.
"Aku tidak bisa berhenti ini menyenangkan." Ujar nya, Anes menatap tajam Joe.
"Kau tidak ingin membantu aku hmmm, bagaimana jika Dean tahu dan dia memarahi putriku karena menyerang wanita yang dicintainya." Teriak Anes.
"Nes yang dicintai Dean cuma kamu dia siapa hanya masalalu orang pacaran nya saja cuma satu Minggu." Ucap Jordan, membuat Anes tercengang.
"Ck, itu pacaran apa sewa tenda seminggu." Ucap Joe.
"Selesai." Ucap Alexa, Anes dan Joe mengalihkan perhatian nya kepada Lusi.
"Oh my God." Pekik Anes, Joe dan Jordan tertawa renyah melihat keadaan Lusi.
"Aku akan menuntut kalian semua." Ucap Lusi, dengan wajah merah padam nya.
"Ah atas laporan apa kau di serang anak kecil karena berniat untuk menggoda Daddy nya?" Ucap Jordan.
"Kau." Teriak Lusi terhenti karena Dean menarik tangan Anes dan memeluk nya.
"Jangan pergi please." Bisik Dean, Anes merasa tubuhnya panas karena di peluk oleh Deandra yang sedang demam.
"Sayang aku tidak akan pergi." Lirih Anes, ia membalas pelukan Deandra sementara Lusi menatap penuh marah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊